Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 79


__ADS_3

Bagas nampak berpikir dengan tawaran yang diberikan tuan Abram. Satu sisi,dia ingin menerima tawaran itu karena memang ia ingin Risa kembali padanya,tapi disisi lain ia teringat akan perkataan mamanya yang meminta Bagas untuk tidak menghancurkan kebahagiaan Risa jika memang sekarang Risa bahagia.


"Atas dasar apa anda ingin memisahkan mereka?" Tanya Bagas menyelidik. Ia harus tau alasan tuan Abram ingin Bagas masuk dan merusak rumah tangga Risa.


"Clarisa itu perempuan mandul,sudah enam bulan menikah tapi sampai sekarang belum juga hamil. Saya ingin Bagas menikah dengan wanita yang bisa memberikan anak saya keturunan. Karena dalam tradisi keluarga kami,laki-laki lah yang harus menjadi ahli waris. Kalau wanita itu tidak bisa memberikan keturunan,lalu siapa yang akan menjadi ahli waris menggantikan anak saya kelak." Kata pak Abram memberikan alasan,padahal alasan utamanya karena memang dari awal pak Abram memang tidak menyukai Risa.


"Mereka kan baru enam bulan menikah,masih terlalu dini untuk memvonis Risa mandul. Sekalipun mereka belum di karuniai anak,bukan berarti itu kesalahan Risa,bisa saja anak anda yang bermasalah." Jawab Bagas tak suka dengan alasan tuan Abram yang menyudutkan Risa,padahal masalah keturunan bukan hanya wanita yang perlu di pertanyakan,tapi laki-laki juga harus di pertanyakan.


"Tidak mungkin anak saya mandul,karena tidak ada keturunan kami yang mandul.!!" Balas pak Abram,ia masih saja menyudutkan Risa.


"Maaf,kalau alasan anda hanya karena Risa belum bisa memberikan keturunan untuk keluarga anda,saya tidak mau menjadi perusak rumah tangga orang lain. Apalagi kalau Risa sudah bahagia bersama anak anda." Bagas pun menolak tawaran tuan Abram untuk menjadi pebinor.


"Apakah mereka bisa bahagia kalau tidak ada anak dalam rumah tangga mereka.? Saya yakin,sebenarnya keduanya sama-sama tertekan karena masalah itu,hanya saja mereka sama-sama memasang topeng kebahagiaan untuk menutupi rasa gelisah dan kecewa dalam diri mereka." Kata pak Abram memprovokasi Bagas.


"Kalau pun mereka tertekan,itu karena anda yang selalu meributkan dan mencampuri urusan rumah tangga mereka. Sudah lah,anda sudah tua,sebaiknya anda lebih mendekatkan diri anda dengan sang Pencipta dari pada anda terus mengurusi rumah tangga anak anda." Balas Bagas. Ia sama sekali tak terprovokasi oleh perkataan tuan Abram.

__ADS_1


Merasa tak ada lagi yang harus di bicarakan,Bagas pun berdiri dari tempat duduknya.


"Saya permisi. Dan saya harap anda mengikuti saran saya untuk lebih mendekatkan diri dengan sang Pencipta,agar hati dan pikiran anda bisa lebih bersih saat anda menghadap-Nya nanti." Ejek Bagas sekaligus berpamitan pada tuan Abram.


Bagas pun keluar dari ruangan itu. Sedangkan pak Abram mengepalkan tangannya karena perkataan Bagas,ia merasa terhina dengan kata-kata Bagas itu.


Setelah Bagas sampai di dalam mobil,Bagas langsung mengeluarkan hp nya dari saku celananya. Ia pun menghubungi Adit untuk mencari tau informasi tentang Risa. Karena saat bersama tuan Abram di dalam tadi,Bagas tidak ingat menanyakan dimana keberadaan Risa karena sudah terlanjur kesal dengan alasan pak Abram yang menyudutkan Risa. Selesai meminta tolong pada Adit,Bagas pun menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobil itu ke arah rumah kontrakannya.


🍀🍀🍀🍀🍀


Setelah mendapatkan alamat Risa,Bagas langsung terbang ke kota M untuk menemui Risa. Ia menemui Risa bukan untuk merebut Risa,ia hanya ingin meminta maaf pada Risa atas apa yang sudah ia lakukan pada Risa. Sekaligus ia ingin melihat langsung apa Risa benar-benar sudah bahagia bersama Alex.


Bagas yang hanya mendapatkan alamat toko kue Risa di kota M dari Adit pun langsung mendatangi alamat yang Adit berikan itu begitu ia menginjakkan kakinya di kota M.


Kini Bagas sudah tiba di depan pintu toko kue milik Risa. Pengunjung yang sangat ramai membuat Bagas agak ragu untuk masuk,karena takut jika Risa sedang sibuk melayani pelanggan.

__ADS_1


"Maaf pak,apa bapak mau masuk ke dalam?" Tanya seorang wanita saat melihat Bagas berdiri didepan pintu toko dan terlihat memaju mundurkan langkahnya seperti sedang ragu antara mau masuk atau tidak.


Bagas pun memutar tubuhnya saat mendengar suara wanita itu. Suara yang sangat Bagas rindukan. Karena wanita yang menegur Bagas itu adalah Risa. Risa tidak mengenali Bagas dari belakang karena saat ini Bagas memakai topi hitam dan kacamata hitam serta berpakaian serba hitam.


Mata Risa membelalak saat Bagas memutar tubuhnya menghadap Risa dan membuka kacamatanya. Belanjaan yang Risa bawa pun berjatuhan ke lantai.


"Mas Bagas." Lirih Risa kaget melihat laki-laki yang sudah mengambil mahkotanya lalu pergi begitu saja dan menikah dengan wanita lain.


"Risa." Lirih Bagas melihat wanita yang sangat ia rindukan.


Mereka berdua sama-sama terpaku di tempat mereka dengan mata yang saling menatap.


"Ya ampun non Risa,ini kok jatuh semua." Teriak mbak Nunik saat melihat belanjaan Risa yang jatuh ke lantai depan pintu toko.


Sontak Risa langsung tersadar dan mengalihkan pandangannya dari mata Bagas ke arah belanjaan yang sudah berserakan. Ia pun berjongkok membantu mbak Nunik yang sedang memungut belanjaan yang jatuh. Begitu pun dengan Bagas yang ikut berjongkok membantu Risa dan mbak Nunik memungut belanjaan Risa.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2