Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 77


__ADS_3

Keesokan harinya.


Waktu masih menunjukkan pukul delapan pagi. Mama Bagas dan Bagas juga masih terlelap dalam tidur,maklum mereka saling bercengkrama hingga pukul dua dini hari.


Tok tok tok tok. Ada yang mengetuk pintu kos-kosan tempat tinggal Bagas.


Bagas yang tertidur di lantai,langsung berdiri saat mendengar suara ketukan pintu.


Ceklek. Bagas membuka pintu.


Mata Bagas membelalak saat melihat laki-laki paruh baya yang masih berstatus mertuanya itu. Ya,yang datang adalah tuan Anderson.


"Papa..." lirih Bagas.


"Siapa Gas?!" Tanya mama Bagas yang masih berbaring di atas tempat tidur.


Tuan Anderson yang tadinya ingin menghadiahkan bogem mentah pada Bagas karena meninggalkan anaknya di Paris,mengurungkan niatnya saat mendengar suara besannya itu.


"Bapak kos mah." Kata Bagas sambil cepat-cepat menutup pintu dari luar agar sang mama tidak melihat tuan Anderson.


"Cih.." tuan Anderson berdecih saat mendengar Bagas menyebutnya bapak kos.


"Kalau ada yang ingin papa bicarakan,kita bicarakan di luar,jangan disini. Mama saya sudah banyak mengalami tekanan,saya mohon jangan tambah lagi pikirannya dengan urusan kita."


"Baiklah,saya tunggu kamu di perusahaan saya. Kalau hari ini kamu tidak datang sampai jam tiga,saya akan jemput paksa kamu dan memulangkan mu ke Paris!!" Ancam tuan Anderson.


"Baik pah,sebelum jam tiga saya pastikan saya sudah ada disana."


Tuan Anderson pun pergi dari kos-kosan Bagas.


Setelah kepergian papa mertuanya,Bagas masuk kembali ke dalam kamarnya.


"Bapak kos mu ngomong apa?!"


"Gak ngomong apa-apa kok mah,cuma mau kenalan aja sama Bagas,karena Bagas kan baru ngekos disini dan belum sempat ketemu sama pemilik kos."


"Oo.."


"Oh iya,mama mau sarapan apa,biar Bagas pesenin online."


"Mama mau makan nasi uduk aja. Udah lama mama gak makan itu."

__ADS_1


Bagas pun mengambil hp nya dan memesan makanan yang mamanya inginkan.


Setelah selesai mengisi perut, Bagas pun berpamitan pada sang mama dengan alasan untuk mencari kontrakan yang layak untuk tempat tinggal mereka berdua. Padahal kos-kosan itu sudah full satu bulan Bagas bayar. Tapi itu tak jadi masalah untuk Bagas yang penting ia bisa memberikan kenyamanan untuk wanita yang sudah melahirkannya.


Tujuan Bagas sebenarnya adalah untuk menemui tuan Anderson di kantornya.


Kini Bagas sudah tiba di kantor tuan Anderson. Ternyata kedatangan Bagas sudah sangat ditunggu oleh tuan Anderson,jadi saat Bagas sudah tiba di lobi,anak buah tuan Anderson langsung menggiring Bagas untuk masuk ke dalam ruangan tuan Anderson.


"Duduk lah." Kata tuan Anderson saat Bagas sudah berada di dalam ruangannya.


"Ternyata kamu cukup gantleman juga." Puji tuan Anderson karena Bagas berani datang ke kantornya sebelum jam tiga.


"Saya kan sudah bilang kalau saya akan datang,jadi saya akan pasti akan datang."


"Baik lah. Saya tidak mau basa-basi terlalu lama. Jelaskan pada saya kenapa kamu meninggalkan Sheilla di Paris?" Tanya tuan Anderson to the point.


"Apa papa akan percaya dengan alasan yang akan saya katakan nanti?"


"Tergantung. Kalau alasan kamu masuk akal,mungkin saya akan percaya. Tapi saya harus memastikan dari kedua belah pihak." Jawab tuan Anderson.


Bagas tau kalau papa mertuanya itu adalah orang yang sangat bijaksana dalam urusan pekerjaan,tapi ia agak sedikit ragu akan kebijaksanaan sang papa mertua jika hal itu menyangkut urusan putri semata wayangnya.


"Sheilla berselingkuh. Dan selama setahun belakangan ini,dia juga tidak pernah melakukan kewajibannya sebagai seorang istri." Kata Bagas langsung ke intinya.


"Jangan asal bicara kamu!!! Kamu tau siapa yang sedang kamu tuduh berselingkuh itu." Bentak tuan Anderson.


"Saya gak asal bicara pah,bahkan saya bisa membuktikan kata-kata saya." Kata Bagas. Ia pun mengeluarkan flashdisk dari dalam saku celanya. Flashdisk yang berisi video panas Sheilla dengan Erick di ruang tamu dan kamar Sheilla.


"Semua bukti ada disini." Bagas menyodorkan flashdisk itu pada tuan Anderson.


Tuan Anderson mengambil flashdisk itu dari tangan Bagas,kemudian ia berjalan menuju meja kerjanya dan menyambungkan flashdisk itu ke laptop. Ia pun membuka file yang ada di dalamnya.


Alangkah terkejutnya tuan Anderson saat ia membuka file itu,matanya pun membulat sempurna saat melihat aksi sang putri yang sedang berkuda di atas pangkuan laki-laki yang bukan suaminya.


"Ini pasti rekayasa kamu saja kan?!" Tanya tuan Anderson dengan tatapan mengintimidasi,ia masih tidak percaya putri kesayangannya berbuat seperti itu.


"Anda kan orang pintar,kalau anda tidak percaya,silahkan anda panggil tim ITE untuk menguji keaslian rekaman itu." Tantang Bagas santai.


Tuan Anderson mengepalkan tangannya. Ia marah sangat marah sekaligus malu pada kelakuan suaminya.


"Karena anda sudah tau kelakuan putri anda yang sebenarnya,dengan ini saya mengembalikan Sheilla kembali pada anda. Anda bisa secepatnya mengurus perceraian kami."

__ADS_1


Tuan Anderson tidak bisa berbicara apa-apa lagi,karena semua ini memang kesalahan putrinya.


Karena tak ada jawaban dari tuan Anderson,Bagas pun menyimpulkan kalau tuan Anderson menyetujui keputusannya yang ingin bercerai dari Sheilla.


"Saya tunggu gugatan cerai dari pihak anda tuan Anderson. Saya permisi." Bagas pun berdiri dari duduknya. Sedangkan tuan Anderson masih terdiam dalam keterkejutannya.


Namun baru saja Bagas sampai di depan pintu,Bagas kembali memutar tubuhnya menghadap tuan Anderson.


"Oh iya tuan Anderson,ngomong-ngomong saya masih banyak menyimpan copyan itu." Kata Bagas memberi kode kalau dirinya sedang mengancam papa mertuanya itu.


Mata tuan Anderson membelalak mendengar kata-kata Bagas,ia sangat mengerti maksud dari perkataan Bagas.


"Apa mau mu?" Tanya tuan Anderson tak ingin basa-basi.


"Gak banyak,saya hanya mau dua puluh lima persen saham perusahaan anda." Jawab Bagas santai.


Tuan Anderson langsung menggebrak meja.


"Sudah gila kamu!!! Gak mungkin saya memberikan saham sebanyak itu pada kamu!!"


"Ayo lah tuan Anderson,anggap saja itu kompensasi untuk saya selama setahun menjadi suami yang tersakiti karena putri anda." Kata Bagas.


Rahang tuan Anderson mengeras mendengar Bagas mengatakan itu dengan sangat santainya.


"Bukannya Sheilla punya saham dua puluh persen? Anda bisa mengalihkannya atas nama saya dan menambah lima persen dengan saham yang anda punya. Gimana?" Kata Bagas lagi.


"Sheilla itu anak kandung ku,tidak mungkin saya mengalihkan saham Sheilla menjadi atas nama mu. Tolong ganti permintaan mu,saya akan memberikan apapun yang kamu asal bukan saham."


Bagas menggeleng.


"Saya hanya mau itu. Bukan kah itu lebih baik dari pada rekaman itu bocor ke publik? Kalau rekaman itu bocor ke publik,anda bukan hanya kehilangan saham dua puluh lima persen,melainkan anda akan kehilangan semua harta yang anda miliki di tambah nama baik anda yang tercoreng. Apa anda mau seperti itu?!" Ancam Bagas.


Walaupun kesal dan marah,mau tidak mau tuan Anderson menuruti kemauan Bagas.


"Baik lah saya akan memberikan dua puluh lima persen saham saya pada mu. Tapi setelah kamu menghapus semua rekaman itu."


"Tuan tenang saja,saya bukan laki-laki yang tidak pernah menepati janji. Saya akan menghapus rekaman itu di hadapan anda. Jadi siapkan saja berkas-berkas pengalihan sahamnya."


Tuan Anderson pun mengambil hp nya dan menelpon pengacaranya untuk menyiapkan berkas-berkas yang Bagas minta,baik berkas perceraian maupun berkas pengalihan saham.


"Kalau begitu saya permisi dulu tuan Anderson,besok saya datang lagi." Pamit Bagas,kemudian dia keluar dari ruangan tuan Anderson.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2