Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 27


__ADS_3

Mendengar Alex begitu terobsesi dengan Nia,hati Risa begitu panas.


Nada dering di hp Alex membuyarkan pemikiran mereka masing-masing.


Alex mengambil hp nya dan melihat nama papa nya yang melakukan panggilan.


Alex menggeser tombol hijau. Dan berbicara dengan sang papa. Setelah panggilan berakhir,dengan cepat Alex bangkit dari ranjang dan memungut pakaiannya yang berserakan di lantai. Sepertinya papa nya kembali memarahi Alex.


"Kamu mau pulang darl?" Tanya Risa,kini posisi Risa sudah duduk dan bersandar dikepala ranjang. Sambil menatap Alex yang memakai pakaiannya satu persatu.


Alex mengangguk.


"Sebaiknya loe langsung bergerak,biar bokap gue gak ngamuk-ngamuk lagi."


Setelah memakai pakaian lengkap,Alex mendekati Risa dan mencium puncak kepala Risa.


"Gue balik,kita ketemu lagi kalau kerjaan loe beres. Inget paling lama tiga hari gue tunggu kabar baik dari loe.." Kemudian Alex beranjak meninggalkan Risa di kamar itu.


Setelah Alex keluar,Risa mengusap perutnya.


"Cepat lah kau hadir baby.." lirih Risa.


Risa pun turun dari ranjang,dan mengambil obat penyubur kandungan yang di berikan dokter setelah melepas iud. Risa langsung meminum obat itu. Setelah itu,ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,sebelum ia beristirahat.


🍀🍀🍀🍀🍀


Keesokan harinya,Risa langsung menemui para investor yang membatalkan kerjasama dengan AB Property. Negosiasi kali ini berjalan mulus,karena ternyata investor itu adalah member VIP Risa sewaktu Risa menjadi caddy. Berkat presentase Risa yang memuaskan dan meyakinkan,akhirnya investor itu mau melanjutkan kerjasamanya dengan perusahaan papa Alex.


Setelah pekerjaan Risa selesai,Risa pun memilih untuk pulang ke rumahnya karena sejak tadi pagi ia merasa tubuhnya sangat tidak enak. Namun baru saja Risa masuk dan mendudukkan tubuhnya di dalam taksi,tiba-tiba saja rasa mual kembali mengguncang perutnya.


"Ibu sakit?" Tanya si supir melihat wajah pucat Risa dan kedua tangannya menutup mulutnya.


"Kayaknya sih masuk angin pak."

__ADS_1


"Gak mau kedokter dulu bu? Wajah ibu pucat banget tuh."


Risa nampak berpikir. Apa sebaiknya ia memeriksa dirinya ke dokter.


"Boleh deh pak." Akhirnya Risa memutuskan untuk memeriksakan kondisinya ke dokter.


Pak supir pun melajukan mobilnya ke praktek dokter terdekat.


Setelah membayar ongkos taksi,Risa turun dari dalam taksi dan masuk ke dalam klinik.


Begitu sampai di dalam Risa langsung mendaftar,dan di beri nomor antrian. Risa pun duduk di kursi tunggu menunggu namanya di panggil.


"Ibu Clarisa Nadiva." Panggil perawat.


Risa pun berdiri dan melangkahkan kakinya menuju ruangan dokter.


Dokter pun mempersilahkan Risa duduk dan menanyakan keluhan yang Risa rasakan. Setelah memberi tahu dokter tentang keluhan-keluhannya,dokter pun meminta Risa untuk berbaring di ranjang yang ada di dalam ruangan itu. Setelah di periksa Risa turun dari ranjang dan kembali ke tempat duduk di depan meja dokter.


"Morning sickness? Bukannya orang hamil yang merasakan itu dok?!"


Sang dokter pun mengangguk.


"Ia bu,dan menurut saya ibu sedang hamil. Tapi untuk lebih memastikan ibu bisa langsung periksa ke rumah sakit atau praktek dokter obgyn."


Mata Risa membelalak mendengar kata-kata sang dokter. Ia tak menyangka doanya cepat sekali terjawab. Apa mungkin jalan Risa untuk memiliki Alex seutuhnya sudah terbuka lebar?. Begitulah Risa bertanya-tanya dalam hati.


Setelah keluar dari ruangan dokter itu,Risa memutuskan untuk memeriksakan dirinya ke klinik tempat ia melepas iud nya.


Risa menaikki taksi menuju klinik itu,di dalam mobil Risa tak henti-hentinya berdoa sambil mengelus perutnya. Agar apa yang di katakan dokter pertama tadi benar-benar terjadi. Setelah melakukan pendaftaran,Risa menunggu di ruang tunggu sampai namanya di panggil. Tak berapa lama,nama Risa pun di panggil. Dokter pun langsung memeriksa Risa,dan hasilnya sama seperti yang dokter pertama tadi katakan. Dari hasil usg,usia kandungan Risa sudah memasuki minggu ke dua. Dokter pun menuliskan resep vitamin untuk Risa dan meminta Risa untuk datang kembali bulan depan.


Kini Risa sudah sampai dirumah,tak henti-hentinya ia mengucap syukur atas kehamilannya,tidak seperti perempuan yang hamil di luar nikah pada umumnya.


"Makasih sayang sudah hadir disini sebelum papa kamu menikah dengan wanita obsesinya." Risa mengelus perutnya.

__ADS_1


"Aku harus kasih tau Alex nanti malam." Kata Risa lagi.


Tiba-tiba saja Risa teringat kalau dirinya belum melaporkan hasil kerjanya pada Alex. Ia pun mengambil hp nya dan melakukan panggilan ke nomor Alex.


Sedangkan di kantornya,Alex mengeraskan rahangnya saat orang suruhannya yang mengikuti Nia ke kota B memberikan informasi kalau Nia dan Irlan kembali bersama.


"Brengsek!!! Ini gak bisa dibiarin!!! Gue udah nunggu loe lama,tapi kenapa gue yang harus jadi figuran di hidup loe Nia!!!" Alex mengepalkan tangannya tak terima.


Dia beranjak dari duduknya,namun sebelum kakinya melangkah menuju pintu hp Alex berbunyi menandakan ada panggilan masuk.


Dia mengambil hp nya dari dalam saku celana. Tertera nama Clara.


Dengan malas Alex menggeser tombol hijau.


"Hemh.." kata Alex setelah menerima panggilan itu.


"Aku udah beresin yang kamu minta kemarin darl,jadi siap-siap mereka akan datangin kamu sebentar lagi."


Senyum Alex terbit seketika mendengar kabar dari Risa.


"Loe emang paling bisa di andalkan."


"Apa pun untuk mu darl,dan inget setelah tanda tangan kontrak kita ketemu di hotel biasa."


Alex langsung mengakhiri panggilan dari Risa. Kini ia berbalik menuju meja kerjanya untuk menunggu kabar dari calon investor. Seketika Alex melupakan niatnya untuk mendatangi Nia di kantornya,buat Alex mendapatkan tanda tangan kontrak jauh lebih penting.


Tak lama,asisten Alex memberitahu kalau investor yang bernegosiasi dengan Risa ingin bertemu dan bersedia melanjutkan kontrak kerjasama mereka.


Senyum bahagia terbit di bibir Alex.


"Loe emang paling bisa gue andalin Ris. Gue makin penasaran,gimana cara loe bernegosiasi dengan mereka. Apa dengan tubuh loe itu? Kalau memang loe make tubuh loe,kenapa setiap gue bercinta dengan loe,gue kayak ngerasa tubuh loe hanya gue yang nikmatin?! Atau itu cuma perasaan gue aja karena gue udah kecanduan sama tubuh loe?!" Gumam Alex bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2