Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 63


__ADS_3

"Lucky...!!!" Teriak mama dokter Lucky saat melihat posisi dokter Lucky dan Ayu. Ditambah celana dokter Lucky dan Ayu sama-sama belum naik sempurna. Makin membuat mama dokter Lucky menjadi salah paham dengan adegan yang ada di hadapannya.


Dokter Lucky dan Ayu pun kaget bukan main,Ayu langsung mendorong tubuh dokter Lucky dengan kasar. Ia pun berdiri dan menaikkan celananya,dokter Lucky pun melakukan hal yang sama dengan Ayu.


Setelah celana Ayu terpasang,Ayu berjalan cepat untuk keluar dari dalama kamar mandi. Tapi tangan mama dokter Lucky yang tidak terpasang infus langsung mencekal Ayu.


"Jangan pergi dulu.!!! Saya mau mendengar penjelasan dari kalian berdua." Kata mama dokter Lucky penuh penekanan.


"Tapi tante..." Ayu tak bisa melanjutkan kata-katanya karena langsung diberi tatapan tajam oleh mama dokter Lucky. Ayu pasrah dan hanya bisa tertunduk mendapat tatapan tajam dari mama dokter Lucky. Begitupun dengan dokter Lucky yang tidak bisa berkata apa-apa lagi,ingin menjelaskan kejadian yang sebenarnya terjadi,dokter Lucky takut malah akan terjadi perdebatan dengan sang mama. Sedangkan kondisi mamanya masih belum pulih seratus persen.


Mama dokter Lucky pun berjalan menuju sofa yang ada di kamar itu,diikuti Ayu dan dokter Lucky di belakangnya.


"Siapa wanita ini?!" Tanya mama dokter Lucky pada anaknya. Kini mama dokter Lucky sudah duduk manis di sofa,sedangkan Ayu dan dokter Lucky berdiri di hadapan mama dokter Lucky.


"Namanya Ayu mah. Dia temennya,temen Lucky. Tadi dia dateng kesini sama temen Lucky,tapi temen Lucky tiba-tiba ada urusan dan menitipkan Ayu disini sampai temen Lucky datang lagi." Jawab dokter Lucky.


"Yakin wanita ini hanya teman?! Terus kalau hanya teman,apa yang barusan kalian lakukan di kamar mandi tadi?!" Tanya mama dokter Lucky menyelidik.


"Mama salah paham,tadi itu kecelakaan mah. Kejadian yang sebenarnya gak seperti itu. Mama kan tau kalau Lucky..." dokter Lucky tidak sanggup melanjutkan kalimatnya,ia takut jantung mamanya kumat lagi kalau ia kembali mengatakan dirinya adalah penyuka sesama jenis.


Mama dokter Lucky menghela nafasnya,ia tau apa yang ingin anaknya katakan. Tapi tetap saja mama dokter Lucky penasaran dengan adegan yang baru saja ia lihat di kamar mandi.


"Kamu. Kamu bisa keluar dulu. Tapi ingat,jangan pulang.!" Titah mama dokter Lucky pada Ayu.


"Baik tante." Jawab Ayu sambil menundukkan wajahnya. Ia pun berjalan keluar dari dalam kamar rawat itu.


Mama dokter Lucky sengaja menyuruh Ayu keluar agar Ayu tidak tau kalau dokter Lucky seorang penyuka sesama jenis saat dirinya mengintrogasi dokter Lucky.


"Sekarang kamu jujur sama mama,apa benar yang kamu katakan kemaren kalau kamu menyukai sesama jenis?! Atau kamu melakukan itu agar kamu tidak mama dan papa paksa lagi menikah?!"


Dokter Lucky tak sanggup mengatakan 'iya' demi menjaga kesehatan mamanya. Ia hanya bisa tertunduk.


"Apa jangan-jangan kamu penganut gaya hidup bebas dan hanya suka meniduri wanita tanpa ada status pernikahan?! Iya begitu?! Dan wanita yang bernama Ayu itu adalah salah satu teman tidur mu?" Tanya mama dokter Lucky lagi.


Merasa terpojok dengan pertanyaan mamanya,dokter Lucky pun membuka suaranya untuk membela dirinya.


"Lucky gak gitu mah. Apa yang Lucky katakan sama mama dan papa kemaren itu benar adanya. Dan Ayu,dia bukan wanita seperti itu. Kan sudah Lucky bilang kalau Ayu itu temennya temen Lucky. Lucky saja baru kenal dengan Ayu hari ini. Kejadian yang mama lihat di kamar mandi tadi itu salah paham mah."


Mama dokter Lucky menatap lekat-lekat wajah anaknya,ia yakin kalau anak bungsunya itu sedang berkata jujur.


"Apapun itu mama tidak mau tau kamu harus meninggalkan kehidupan lama mu. Mau kamu seorang penyuka sesama jenis atau penganut gaya hidup bebas. Mama akan bawa kamu untuk therapy kalau memang kamu penyuka sesama jenis,dan kalau kamu penganut gaya hidup bebas,mama akan carikan kamu wanita yang mau menerima kamu apa adanya."

__ADS_1


"Gak bisa mah,Lucky cinta sama Billy. Gak mudah buat Lucky untuk melepaskan Billy begitu aja mah." Tolak dokter Lucky.


"Billa Billy Billa Billy..!!! Jangan sebut nama itu di hadapan mama!! Mama gak mau tau,pokoknya kamu harus akhiri semua ini.!!" Bentak mama dokter Lucky.


"Sekarang kamu panggil wanita itu masuk." Kata mama dokter Lucky lagi.


Tak ingin berdebat dengan sang mama,dokter Lucky pun berjalan ke arah pintu dan memanggil Ayu untuk masuk kedalam.


Begitu Ayu masuk ke dalam kamar rawat itu,mama dokter Lucky langsung menginterogasi Ayu tentang latar belakang Ayu dan sebagainya. Perbincangan yang tadinya menegangkan untuk Ayu, lama-lama menjadi sangat menyenangkan karena ternyata mama dokter Lucky adalah mama yang asyik. Sangking asyiknya berbincang mereka sampai melupakan dokter Lucky yang sedang frustasi karena memikirkan kata-kata mamanya.


Flashback Off


Tak ingin terus larut memikirkan tragedi hari ini,Ayu memilih menonton acara komedi melalui hp nya.


⭐⭐⭐⭐⭐


Keesokan paginya.


Tok tok tok tok


Risa mengetuk pintu rumah kontrakan Ayu,sedangkan Alex memilih untuk menunggu di mobil.


"Kok mata kamu bengkak Yu? Kamu nangis lagi tadi malam?!"


Ayu menggeleng.


"Aku gak bisa tidur tadi malam Ris,aku baru bisa tidur jam dua."


"Kenapa?! Mikirin mantan kamu itu lagi?!"


Ayu kembali menggeleng. Ingin rasanya Ayu menceritakan tragedi tadi malam,tapi ia malu.


"Bukan. Aku udah gak mikirin dia lagi kok. Mungkin karena waktu di rumah sakit sebelum kamu dateng,aku lama banget tidurnya." Bohong Ayu.


"Oooo." Risa hanya ber oo ria.


"Ya udah yuk,Alex udah nungguin kita di mobil." Ajak Risa.


Ayu pun menutup pintu rumahnya dan menguncinya sebelum meninggalkan rumah itu.


"Oh iya Ris,apa kamu benar mencintai Alex?!" Tanya Ayu yang penasaran. Pasalnya waktu Risa berpacaran dengan Bagas,terlihat betul kalau Risa sangat bucin pada Bagas. Kini mereka sedang berjalan keluar dari gang kontrakan rumah Ayu menuju mobil Alex yang terparkir di depan gang.

__ADS_1


"Kenapa,kok tiba-tiba kamu nanya itu Yu?"


"Penasaran aja Ris,bukannya dulu kamu sangat mencintai Bagas?"


"Itu kan dulu Yu,sebelum mas Bagas menorehkan luka yang begitu dalam di hati ku. Dan disaat hati ku terluka,Alex datang membawa kenyamanan dan ketenangan. Dan disaat itu juga lah cinta ku berpaling ke Alex."


"Bagus lah Ris kamu bisa cepat melupakan Bagas." Kata Ayu sambil menepuk pundak Risa.


"Oh iya,apa semenjak putus,kamu pernah ketemu lagi dengan Bagas?"


Risa menggeleng.


"Jangan kan ketemu Yu,kabar tentang dia aja aku udah gak pernah dengar lagi dan gak mau dengar lagi.!"


Ayu terkekeh kecil mendengar jawaban Risa.


"Iya deh iya. Tapi yang aku denger-denger nih,katanya Bagas udah tinggal di Paris sama istrinya. Istrinya itu model,tapi masih model baru. Jadi pernikahan mereka masih disembunyikan,karena istrinya masih terikat kontrak dengan agensinya."


"Bodo amat!! Udah lah Yu,gak usah di bahas lagi tentang laki-laki itu. Bikin aku badmood aja.!" Kata Risa sambil memanyunkan bibirnya.


"Iya deh..iya maaf." Jawab Ayu merasa tak enak hati.


"Kenapa itu bibir manyun-manyun?! Minta di cium kamu?!" Tanya Alex saat Ayu dan Risa sudah sampai di depan mobil Alex.


"Sembarangan!! Males aja liat kamu yang pasang gaya disini!! Mau buka cabang kamu?!" Kata Risa berbohong. Karena saat ini Risa melihat Alex sedang bersandar di depan cup mobil sambil memasukkan satu tangannya kantong serta memakai kaca mata hitam yang menambah kesan cool.


"Heleh...cemburu yah?!" Goda Alex sambil menoel dagu Risa.


"Gimana mau buka cabang sih sayang,orang yang intinya aja belum berproduksi." Rayu Alex.


"Oh..jadi kalau intinya udah berproduksi kamu baru buka cabang gitu?!" Tanya Risa sambil bertolak pinggang.


"Salah lagi gue!!" Kata Alex dalam hati sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Mungkin efek pms,membuat semua kata-kata Alex selalu salah di mata Risa,karena mulai dari hotel sampai di rumah Ayu, Risa selalu marah-marah tidak jelas pada Alex sepanjang perjalanan.


"Kalian ini apa-apaan sih,kok malah berantem? Jadi gak nih ke catatan sipilnya?!"


Dengan bibir yang masih manyun Risa pun masuk ke dalam mobil,tapi ia duduk di kursi bagian belakang bersama Ayu. Melihat Risa yang duduk di belakang,ingin rasanya Alex melayangkan protes,tapi ia cukup sadar dengan situasi. Jadi ia lebih memilih diam dan mengendarai mobil menuju catatan sipil.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2