
Bagas pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Risa,tanpa Risa sangka-sangka Bagas langsung memeluknya.
"Mas Bagas.." Risa mendorong tubuh Bagas.
"Maaf Ris,aku hanya ingin memeluk mu untuk yang terakhir kalinya." Kata Bagas memberi alasan kenapa ia tiba-tiba memeluk Risa.
"Aku pulang yah,salam sama suami kamu." Kata Bagas lagi sambil mengusap puncak kepala Risa. Bagas pun keluar dari toko kue Risa meninggalkan Risa yang masih terpaku dengan perlakuan lembut Bagas. Perlakuan yang tidak pernah Bagas lakukan saat mereka masih berpacaran.
Tanpa mereka sadari,sejak Bagas dan Risa bertemu di depan toko kue,ada seseorang yang memotret kebersamaan Bagas dan Risa dengan berbagai gaya. Orang itu adalah orang suruhan pak Cakra.
Pak Cakra yang tidak pernah putus asa untuk merusak rumah tangga putranya itu,menyuruh orang untuk mengikuti Bagas,karena pak Cakra yakin kalau suatu hari,Bagas pasti akan menemui Risa di kota M. Dan dugaan pak Cakra ternyata benar,meski niat Bagas ke kota M bukan untuk merusak rumah tangga Risa dan Alex,tapi di tangan pak Cakra kedatangan Bagas dan pertemuannya dengan Risa bisa di jadikan pemicu keretakan rumah tangga Risa dan Alex.
Setelah Bagas keluar dari toko kue Risa,orang suruhan pak Cakra pun ikut pergi dari depan toko kue Risa. Tujuannya adalah menemui pak Cakra yang sudah menunggunya di hotel untuk melihat hasil kerjanya.
Kini pak Cakra dan orang suruhannya itu sudah berada di lobi hotel tempat pak Cakra menginap.
"Bagaimana?"
"Ini tuan." Orang suruhan pak Cakra itu langsung menyodorkan kamera yang ia pakai untuk memotret Bagas dan Risa dari kejauhan.
Pak Cakra pun mengambil kamera itu dan melihat hasil kerja orang suruhannya.
"Bagus." Kata pak Cakra yang puas dengan hasil kerja orang suruhannya.
"Kalau begitu,cetak foto itu sekarang dan kirim ke alamat ini." Pak Cakra menyodorkan selembar kertas ke arah orang suruhannya.
__ADS_1
"Baik tuan." Kata orang suruhan itu sambil mengambil kertas yang di sodorkan pak Cakra. Ia pun berdiri dari tempat duduknya dan pergi untuk mengerjakan perintah dari pak Cakra.
Selepas orang suruhannya itu pergi,pak Cakra tersenyum licik. Ia sudah tidak sabar mendengar kabar perceraian putranya dan Risa.
⭐⭐⭐⭐⭐
Bengkel Alex.
Waktu sudah menunjukkan pukul enam sore. Akhirnya Alex dan tiga orang montirnya bisa juga beristirahat,karena dari pagi bengkel Alex tak berhenti kedatangan pelanggan,mulai dari hanya sekedar ganti oli atau servis sampai memperbaiki mesin yang rusak. Dan itu membuat Alex tak mengecek hp nya sejak pagi. Panggilan dari Risa yang sudah lebih dari sepuluh kali dan pesan masuk yang Risa kirim pun belum Alex baca.
Setelah membersihkan tubuhnya dari oli-oli yang menempel di wajah dan tangannya,Alex pun berjalan ke arah ruangannya. Ia pun mengambil hp nya untuk mengecek apa ada panggilan tak terjawab atau pesan yang masuk ke hp nya saat ia sedang bekerja tadi.
"Clara." Lirih Alex saat melihat ada lebih sepuluh panggilan tak terjawab dari sang istri.
Merasa sepertinya ada yang penting,Alex pun mencoba menelpon balik Risa. Namun baru di nada ketiga,salah satu montir Alex mengetuk pintu ruangan Alex. Alex pun mengakhiri panggilannya ke nomor Risa,karena Alex pikir ada pelanggan lagi yang datang.
"Kenapa Mal?" Tanya Alex.
"Ini pak,ada kiriman." Jawab Jamal sambil memberikan satu amplop coklat pada Alex.
"Dari siapa?" Tanya Alex karena tak ada nama pengirimnya.
"Gak tau pak,tadi ada adek-adek tukang mulung yang nganter itu,katanya untuk pak Alex. Pas saya tanya dari siapa,adek-adek itu juga gak tau,dia cuma disuruh aja pak."
Alex mengernyitkan keningnya. Ia curiga dengan isi di dalam amplop itu.
__ADS_1
"Surat kaleng." Gumam Alex dalam hati.
"Ya udah,makasih yah Mal."
Alex pun berjalan ke arah meja kerjanya untuk membuka amplop itu,tapi disaat ia ingin membuka amplop itu,ia melihat Jamal masih berdiri di depan pintu.
"Kamu ngapain masih disitu?" Tanya Alex heran.
"Saya penasaran pak,jangan-jangan isinya bom lagi. Atau barang-barang yang di pake buat neror bapak,kayak pisau yang di lumurin darah,atau foto bapak yang udah di gores-gores wajahnya. Begitu pak." Jawab Jamal polos,ia khawatir kalau bos nya itu mengalami peneroran oleh orang-orang yang syirik dengan usaha Alex yang maju pesat padahal baru beberapa bulan Alex membuka bengkel di daerah itu.
Bukannya takut dengan perkataan Jamal,Alex malah menggelembungkan pipinya menahan tawa.
"Kamu bisa aja Mal. Kalau emang ini bom,atau barang-barang kayak yang kamu bilang itu,gak mungkin di masukin dalam amplop Mal,harusnya di masukin dalam kotak Mal."
"Hehehe...iya juga yah pak."
Jamal tidak tau saja kalau bos nya itu mantan orang licik.
"Ya udah pak saya permisi dulu."
Alex pun menganggukkan kepalanya.
Setelah Jamal keluar dari ruangannya,Alex pun membuka amplop itu.
Matanya membelalak saat melihat isi dari amplop itu.
__ADS_1
Bersambung...