Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 85


__ADS_3

Kini Alex sudah kembali ke bengkelnya,dia duduk di kursi kebesaran yang ada di ruangannya sambil mengetuk-ngetukkan pena di atas meja kerjanya. Otaknya sedang memikirkan bagaimana caranya membuat papanya berhenti menganggu rumah tangganya dengan Risa.


"Apa gue racun aja yah tuh tua bangka?!" Sisi sadis Alex berkata untuk mengakhiri hidup papanya.


Alex menggelengkan kepalanya.


"Gak..gak!!! Biar gimanapun itu bokap gue!!"


"Ah..gue tau!!" Kata Alex lagi sambil tersenyum licik.


Ia mengambil hp nya dan menghubungi nomor mantan asistennya. Ia pura-pura menanyakan kabar,kemudian pura-pura menanyakan kabar sang papa dan kegiatan sang papa selama ia tidak lagi bekerja di perusahaan. Dan dari perbincangan basa-basi nya dengan sang mantan asisten,di ketahui lah bahwa sang papa sedang mengerjakan proyek perumahan seribu unit real estate. Setelah mendapat informasi penting itu,Alex mengakhiri panggilannya. Ia tersenyum licik saat tau sang papa sedang mengerjakan proyek besar.


"Kita lihat aja,apa habis ini papa masih berani ngusik rumah tangga gue." Gumam Alex sambil mencengkram hp yang ada di tangannya.


Alex pun keluar dari ruangannya dan menghampiri ketiga montir yang sedang sibuk dengan pekerjaan mereka.


"Mal,Sur,Fal,saya titip bengkel yah. Mungkin seminggu saya gak akan ke bengkel,saya mau ngecek bengkel saya yang di kota besar dulu."


"Oh iya pak. Pak Alex tenang aja,pokoknya bengkel aman sama kita." Jawab Jamal.


"Ya udah,saya pergi dulu."


Setelah berpamitan Alex pun meninggalkan bengkelnya dan mengendarai mobilnya menuju toko Risa.


Kini mobil Alex sudah sampai di toko Risa.


"Mbak,istri saya mana?" Tanya Alex pada pegawai toko Risa.


"Bu Risa lagi keluar pak,lagi belanja kebutuhan dapur." jawab sang pegawai toko itu.


"Oh." Alex pun naik ke lantai atas untuk menunggu Risa.


Ia mengambil hp yang ada di dalam sakunya dan melakukan panggilan ke nomor Risa.


Tuut tuut tuut.


"Halo darl."


"Kamu dimana?"


"Lagi di supermarket darl,kenapa?"


"Aku di toko nih,cepetan kesini."


"Sabar dong darl. Baru juga aku nyampe supermarket,masa di suruh pulang."

__ADS_1


"Kangen Ra...pokoknya paling lama setengah jam lagi kamu harus sampe sini,aku gak mau tau." Tegas Alex pada sang istri.


"Huh pemaksa!! Iya aku balik." Jawab Risa terpaksa.


Alex langsung mengakhiri panggilannya. Dan masuk kedalam kamar Risa yang ada di toko itu untuk mengistirahatkan tubuhnya sejenak sambil menunggu Risa.


"Mbak Nunik,mbak Iin,Risa balik duluan yah ke toko."


"Loh kenapa non? Di toko ada masalah?" Tanya mbak Nunik khawatir.


Risa menggeleng.


"Bukan mbak,Alex ada di toko,dia nyuruh aku balik ke toko sekarang."


"Oh..ya udah non balik aja. Manatau aja ada yang penting non."


"Kayak nya sih gitu mbak. Mbak Nunik sama mbak Iin gak marah kan sama Risa?" Tanya Risa merasa tak enak hati.


"Ya gak lah non,masa mau marah. Udah non Risa cepetan balik ke toko,nanti mas Alex ngamuk loh kalau kelamaan nunggu."


"Ya udah Risa balik ke toko yah mbak."


"Iya non,hati-hati."


Risa pun keluar dari supermarket dan pulang menggunakan taksi. Karena saat mereka bertiga ke supermarket,mereka di antar oleh supir yang bekerja di toko kue yang bertugas mengantar pesanan pelanggan.


"Bu Risa,ada pak Alex di atas." Kata pegawai toko saat Risa masuk ke dalam toko.


"Iya mbak tau. Makasih yah." Risa pun menapaki anak tangga untuk menghampiri Alex di lantai atas.


"Darl..." panggil Risa saat ia hampir saja sampai di anak tangga teratas.


Namun Alex tak menjawab.


Alex yang mendengar suara Risa memanggilnya,langsung bangkit dari atas tempat tidur dan bersembunyi di balik pintu.


Risa yang tak melihat Alex di ruang tamu,ia langsung mencari Alex di kamarnya.


Ceklek. Risa membuka pintu.


"Kemana dia." Risa bertanya-tanya dalam hati karena tak juga melihat Alex di dalam kamar.


Tiba-tiba saja Alex dari belakang pintu langsung menutup pintu dan mengangkat tubuh Risa menuju tempat tidur.


"Kamu tuh bikin kaget aja tau gak sih darl!!!" Kata Risa sambil memukul dada Alex pelan.

__ADS_1


"Lebay.!" Ejek Alex.


"Cih..kamu sebenarnya ngapain sih nyuruh aku cepet-cepet kesini?"


"Kan aku udah bilang tadi kalau aku kangen." Jawab Alex sambil memainkan jari jemarinya di wajah Risa.


"Kangen!! Kamu tuh yang lebay,masa iya kita baru pisah beberapa jam kamu udah kangen." Cebik Risa.


Alex tak menjawab. Ia merasa ragu untuk meminta ijin pada sang istri untuk ke kota besar. Alex ragu kalau ia pergi meninggalkan Risa,ia tak bisa menahan rindunya saat ia tiba di kota besar nanti.


Krik krik krik krik. Tiba-tiba suasana menghening seketika.


"Kok diem? Kamu ada masalah?!" Tanya Risa yang merasa aneh dengan diam nya sang suami.


Alex menggeleng.


"Bukan aku yang bermasalah,tapi ini." Alex menunjuk dadanya.


"Kamu sakit?"


Alex menggeleng lagi.


"Bukan sakit Ra,tapi sangat sakit,bahkan terasa sesak banget."


Sontak Risa panik,ia langsung terduduk dan melihat wajah Alex secara intens.


"Kita kerumah sakit yah." Ajak Risa dengan wajah yang sudah sangat panik.


Alex menggeleng.


"Aku sesak karena...." Alex menggantung kata-katanya.


"Karena apa?"


"Karena....."


"Karena apa darl?? Kamu punya penyakit serius? Bilang dong..!!" Desak Risa sambil mengguncang tubuh Alex karena sangking paniknya.


"Karena separuh nafas ku ada di kamu Ra.." jawab Alex dengan wajah yang di buat seserius mungkin padahal ia sudah tak tahan menahan tawanya karena melihat ekspresi Risa yang sangat mengkhawatirkan dirinya.


Mendengar kata-kata Alex,Risa sadar kalau sekarang sang suami sedang mengerjainya.


"Ish...ngeselin!!! Aku udah panik banget tau gak!!!" Kesal Risa sambil melempar bantal ke wajah Alex.


Karena kesal dengan ulah suaminya,Risa pun beranjak dari tempat tidur,namun cepat-cepat tangan Alex menarik tangan Risa yang baru saja ingin melangkah dari tempat tidur.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2