Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 102


__ADS_3

Delapan bulan kemudian.


Kini Risa sudah berada di rumah sakit,karena keesokan harinya Risa akan menjalankan operasi ceasar. Sebenarnya Risa ingin sekali melahirkan secara normal,namun karena bobot kedua bayi yang ada dalam kandungan Risa terbilang bongsor namun tulang panggul Risa tidak sesuai dengan bobot bayi,jadi dokter kandungan yang menangani Risa sejak Risa pengobatan menyarankan untuk tindakan operasi.


Alex yang tidak mau mengambil resiko pun memaksa Risa untuk melahirkan secara caesar. Mau tidak mau Risa menuruti kemauan Alex.


Alex juga sudah mendatangkan mbak Nunik dan mbak Iin dari kota M untuk membantu menjaga bayi kembar mereka setelah lahir,karena hanya pada mbak Nunik dan mbak Iin saja lah Alex dan Risa mempercayakan si kembar.


Cup. Alex mengecup kening Risa.


"Aku ketemu klien bentar yah sayang." Pamit Alex.


Sebenarnya Alex sudah meminta pak Eka untuk mengosongkan jadwalnya seminggu sebelum Risa melahirkan dan dua minggu setelah Risa melahirkan,namun karena klien yang ingin bertemu hari ini adalah klien lemparan Dirgantara Group,mau tidak mau Alex harus menemui mereka.


"Kamu mau nitip apa?" Tanya Alex.


"Em...apa aja deh darl. Apapun yang kamu bawa aku seneng kok."


"Jadi kalau aku bawa calon istri ke dua,kamu seneng dong?!" Goda Alex.


"Seneng kok,asal habis kamu bawa calon istri kedua itu,kamu juga harus senang hati tanda tangan surat cerai kita." Jawab Risa dengan nada mengancam.


Mendengar jawaban Risa Alex malah tertawa terbahak-bahak.


"Becanda sayang. Gak mungkin lah aku kayak gitu. Kamu itu pembawa rejeki buat hidup aku. Kalau sampe aku gantiin kamu dengan wanita lain,belum tentu rejeki yang aku dapatkan sama seperti saat bersama kamu. Atau malah nanti hidup aku jadi hancur kalau aku gantiin kamu dengan wanita lain."


"Cih.." decih Risa mendengar gombalan Alex.


"Ya udah,aku pergi yah."


Risa menganggukkan kepalanya.


"Hati-hati yah darl."


"Iya sayang."


"Mbak Nunik,mbak Iin,aku titip Risa bentar yah." Kata Alex pada mbak Nunik dan mbak Iin yang sejak tadi ada dalam kamar rawat Risa dan menonton kemesraan calon orangtua baru itu.


"Iya mas,hati-hati." Jawab mbak Nunik dan mbak Iin bersamaan.


Setelah tiga jam meninggalkan Risa bersama mbak Nunik dan mbak Iin,kini Alex sudah berada lagi di rumah sakit.


Ceklek. Alex membuka pintu kamar rawat Risa.


"Clara mana mbak?" Tanya Alex pada mbak Iin karena tak melihat istrinya di dalam kamar itu.


"Ada di kamar mandi mas."


"Kalau mbak Nunik?" Tanya Alex.


"Mbak Nunik pulang kerumah mas,karena non Risa minta di masakin udang asam manis katanya."


"Ooo"


Tiba-tiba saja Alex teringat akan perkataan klien Alex saat mereka selesai meeting tadi.


"Biasanya nih yah pak,kalau istri kita melahirkan secara operasi,mereka pasti minta kita puasa dua bulan. Malahan saya pernah puasa tiga bulan setelah istri saya melahirkan anak ke dua pasca operasi. Kayaknya istri saya trauma gitu habis melahirkan. Tapi untung saja tidak kena baby blues. Yah...tapi itu semua tergantung istri bapak sih,kalau istri bapak siap melakukan tugasnya sebagai seorang istri setelah empat puluh hari atau tidak."


Kata-kata itu jadi terngiang-ngiang di otak Alex sekarang.


"Mbak."


"Iya mas."

__ADS_1


"Kayaknya saya pengen makan nasi goreng kambing yang di jalan xxx deh."


"Oh..mas Alex belum makan?"


Alex mengangguk.


"Makan sih tadi sedikit. Mbak Iin mau gak beliin nasi goreng kambing di jalan xxx itu?"


"Ya mau lah mas,masa gak mau sih."


Alex pun mengeluarkan uang tiga lembar uang seratus ribu dari dalam dompetnya.


"Ini mbak,tolong beliin yah mbak." Kata Alex sambil menyerahkan uang itu pada mbak Iin.


Mbak Iin pun mengambil uang itu dan keluar dari dalam kamar rawat Risa. Setelah mbak Iin pergi,Alex pun berjalan ke arah kamar mandi dan membuka pintu kamar mandi yang sengaja tidak di kunci Risa.


Ceklek.


Sontak Risa langsung menoleh ke arah pintu.


"Kamu ngapain Ra?" Tanya Alex saat melihat Risa yang nampak kesulitan membabat rumput di halaman goa.


"Gak ngapa-ngapain." Kata Risa sambil menyembunyikan alat pembabat rumput ke belakangnya.


Alex yang curiga langsung berjalan mendekati Risa yang saat ini sedang duduk di closet dan mengambil alat pembabat rumput yang Risa sembunyikan.


"Kamu mau nyukur?"


Malu-malu Risa menganggukkan kepalanya.


"Tapi susah darl,kehalangan perut." Kata Risa sambil memanyunkan bibir nya.


"Yah gak usah di cukur kalau gitu."


"Oo."


Tak lama otak Alex langsung langsung mengajak traveling.


"Ya udah sini aku biar aku yang nyukur." Kata Alex sambil melepaskan kemejanya.


Alex pun berjongkok di hadapan Risa kemudian ia membuka lebar kaki Risa dan meletakkan kedua kaki Risa di atas pundaknya. Alex pun mulai membabat rumput yang ada di depan goa.


"Ra..."


"Iya darl."


"Nanti habis operasi,kamu mau nyuruh aku puasa berapa lama?" Tanya Alex sambil tangannya masih membabat rumput yang tinggal sedikit lagi.


"Kalau bisa sampai anak kita selesai ASI." Canda Risa.


Alex menganga mendengar candaan Risa,ia pikir Risa sungguh-sungguh dengan perkataannya itu.


"Selesai ASI itu sampai kapan Ra? Enam bulan? Sembilan bulan? Apa setahun?" Tanya Alex dengan raut wajah panik.


Melihat wajah panik sang suami,bukannya kasihan,Risa malah tambah bersemangat mengerjai suaminya.


"Em...kapan yah?! Kalau gak salah dua tahun deh."


"HAAAAAH!!!" Teriak Alex.


"Yang bener aja kamu Ra,masa aku kamu suruh puasa selama itu? Nanti kalau aku gak kuat,aku bisa jajan di luar loh?!" Ancam Alex.


Mendengar ancaman Alex,bukannya takut Risa malah tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Kok kamu malah ketawa? Aku serius ini. Aku gak tahan kalau harus puasa dua tahun!! Aku gak mau tau,pokoknya aku puasa cukup empat puluh satu hari. Udah aku bonus sehari dari jadwal puasa yang di anjurkan dokter. Kurang baik apalagi coba aku!"


"Cih..ngasih bonus cuma sehari aja bangga!!" Risa memutar bola matanya malas.


"Gak mungkin lah darl aku suruh kamu puasa selama itu. Tapi jangan empat puluh satu hari juga yah. Gimana kalau dua bulan?"


Alex nampak memikirkan tawaran Risa.


"Masih mending lah dari pada gue harus puasa tiga bulan apalagi sampe dua tahun!!" Gumam Alex dalam hati.


"Oke lah,gak pa-pa. Tapi..." Alex menggantung kalimatnya sambil memicingkan matanya.


"Tapi apa?" Tanya Risa.


"Kasih aku bekal sebelum puasa dua bulan." Kata Alex sambil menaik-turunkan alisnya.


"Yang bener aja darl,ini rumah sakit!!"


"Aku gak peduli!!" Alex pun berdiri dan langsung berjalan ke arah pintu dan mengunci pintu kamar mandi.


Setelah pintu terkunci,Alex langsung melepaskan semua kain yang menempel di tubuhnya kemudian berjalan mendekati Risa yang masih duduk di closet.


"Jangan aneh-aneh kamu darl!!! Di luar ada mbak Iin,mbak Nunik juga sebentar lagi datang!!" Risa mencoba mencegah Alex mendapatkan bekalnya.


"Tenang aja mbak Iin aku suruh beli nasi goreng di jalan xxx sayang." Kata Alex sambil mengelus pipi Risa.


Ia pun membantu Risa berdiri.


"Tapi darl.."


"Jangan nolak terus Ra,makin banyak kata penolakan yang keluar dari mulut kamu,makin banyak waktu kita yang terbuang!" Alex langsung meraup bibir Risa.


Risa yang tadinya menolak,akhirnya pasrah juga saat Alex memberikan sengatan-sengatan halus ke titik kelemahannya.


Dinding kamar mandi dan segala isi kamar mandi menjadi saksi bagaimana Alex mendapatkan bekalnya.


🍀🍀🍀🍀🍀


Setelah hampir dua jam berada dalam kamar mandi,akhirnya Alex dan Risa keluar juga.


Risa memanyunkan bibirnya sambil berjalan mendekati ranjang.


"Jangan manyun-manyun gitu dong Ra. Kesannya kamu gak ikhlas tau gak ngasih aku bekal."


Risa tak menjawab dan malah memutar bola matanya malas.


"Bukannya gak ikhlas,kamu bilang cuma sebentar,tapi lihat tuh jam. Udah hampir dua jam kita di kamar mandi tadi." Jawab Risa ketus.


Bagaimana ia tidak ketus dan kesal,setelah mencapai pelepasannya yang pertama,Alex tidak mengizinkan Risa membersihkan sisa percintaan mereka,Alex hanya membiarkan Risa mengatur nafas selama lima belas menit dan kembali meminta bekalnya. Alex benar-benar seperti orang kesurupan saat meminta bekalnya. Walaupun sedikit kasar tapi tetap saja racauan penuh cinta Alex ucapkan pada Risa saat sang suami sedang mendayung perahu mereka sampai perahu yang mereka dayung sampai di puncak kenikmatan.


"Maklumin aja lah sayang,namanya juga menjelang puasa. Ini aja sebenarnya aku belum puas,pengen nambah lagi." Alex mengerlingkan matanya genit.


"Gak!! Aku capek!!" Risa langsung memberi ultimatum pada Alex agar tidak minta tambah.


"Hahahaha...becanda sayang" kata Alex sambil mengecup singkat bibir Risa.


"Darl,bungkusan apa itu?" Tanya Risa saat melihat bungkusan di meja depan sofa.


Mata Alex langsung mengikuti arah pandang Risa.


"Perasaan tadi pas gue masuk gak ada bungkusan itu." Kata Alex dalam hati.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2