Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 75


__ADS_3

Paris.


Sheilla mendatangi Erick di apartemennya,karena dari kemaren Erick tidak bisa di hubungi.


Ting tong ting tong ting tong. Sheilla memencet bel dengan tidak sabaran.


Sheilla kesal karena Erick mengganti kode pintu apartemennya.


Lama Sheilla menunggu,akhirnya Erick membuka pintu unit apartemennya juga.


"Kok lama banget sih buka pintu nya?!" Kesal Sheilla,ia pun berjalan menerobos Erick yang sedang berdiri di depan pintu.


Namun tangan Erick langsung mencekal Sheilla agar tidak masuk ke dalam apartemennya.


"Aku gak boleh masuk?" Tanya Sheilla lagi,ia bertambah kesal dan merasa ada yang sedang di sembunyikan kekasihnya itu.


"Mau apa kamu kesini?" Erick malah balik bertanya.


"Ada yang ingin aku bicarakan!!" Jawab Sheilla sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"Tunggu sini,kita bicara di kafe bawah." Kata Erick,ia pun mencoba menutup pintu apartemennya. Namun cepat-cepat Sheilla menahan pintu itu dan menerobos masuk.


"Apa-apaan kamu ini,keluar!!" Bentak Erick,ia pun menarik tangan Sheilla agar keluar dari apartemennya.


"Lepas!!" Sheilla menghempaskan tangan Erick.


"Apa yang sedang kamu sembunyikan dari aku,cepat jawab!!" Teriak Sheilla.


Baru saja Erick ingin menjawab,tiba-tiba saja pintu kamar Erick terbuka dan keluarlah seorang wanita cantik bertubuh tinggi dan memakai lingeri keluar dari dalam kamar Erick. Sepertinya mereka baru selesai bercinta,nampak dari rambut Hanna yang berantakan serta banyaknya jejak kepemilikan yang Erick tinggalkan di leher Hanna.


"Hanna." Lirih Sheilla.

__ADS_1


Ya..wanita itu adalah Hanna,model papan atas sekaligus kekasih sah Erick. Sebelum menjalin hubungan dengan Erick,Sheilla tau kalau Erick sedang menjalin hubungan dengan Hanna,namun saat Erick mendekatinya,Erick mengatakan kalau dirinya sudah tak memiliki hubungan dengan Hanna.


"Ada apa ini honey? Dan siapa dia?!" Tanya Hanna saat melihat keberadaan Sheilla di apartemen Erick.


"Ah..ini,dia Sheilla. Model yang sangat ingin menjadi partner ku di produk pakaian dalam dewasa." Jawan Erick santai sambil berjalan mendekati Hanna.


Hanna pun memperhatikan wajah Sheilla.


"Bukannya kamu model dari agensi xxx?" Tanya Hanna saat mengingat wajah Sheilla.


Sheilla memalingkan wajahnya sambil mengepalkan tangannya,karena dari pertanyaan Hannya seperti sedang meremehkan dirinya.


"Apa niat mu ingin menjadi partner Erick itu murni hanya sebatas pekerjaan,atau kamu ingin menjadi partner Erick di luar pekerjaan?" Tanya Hanna semakin merendahkan Sheilla.


Sheilla tak menjawab pertanyaan Hanna,karena ia merasa tak memiliki urusan dengan Hanna.


"Erick,aku ingin kita bicara berdua." Kata Sheilla dengan tatapan tajam ke arah Erick.


Sedangkan Erick,ia menarik Hanna masuk ke dalam kamarnya.


"Kamu tunggu disini yah,biar aku selesaikan urusan ku dengan wanita itu." Izin Erick setelah mereka berdua berada di dalam kamar.


"Baiklah. Jangan lama-lama!!"


Mendapat lampu hijau dari Hanna,Erick pun memakai bajunya dan mencium bibir Hanna dengan rakus untuk beberapa saat sebelum ia keluar menemui Sheilla.


"Ayo kita kebawah." Erick menarik tangan Sheilla untuk keluar dari unit apartemennya. Namun Sheilla langsung menghempaskan tangan Erick.


Erick pun berjalan lebih dulu menuju pintu,sedangkan Sheilla mengekori dari belakang. Sebelum ia keluar dari pintu,Sheilla melihat sekilas Hanna yang sedang berdiri di depan pintu kamar Erick dengan sangat angkuhnya.


"Lihat saja perempuan angkuh,Erick akan menjadi milik ku selamanya!!" Geram Sheilla dalam hati saat melihat penampakan Hanna.

__ADS_1


Kini Erick dan Sheilla sudah berada di kafe yang berada di lantai bawah apartemennya.


"Ada apa kamu mencari ku?!" Tanya Erick sambil menyesap minuman yang baru saja datang.


"Aku hamil.!" Jawab Sheilla to the point.


Erick mengernyitkan keningnya dan menatap tajam kedua bola mata Sheilla untuk menyelidik. Tak lama ia tersenyum sinis pada Sheilla. Seingatnya ia selalu memakai pengaman.


"Terus apa hubungannya dengan ku.?!" Tanya Erick remeh.


"Ya kamu harus tanggung jawab lah!!" Sheilla menggeram.


"Cih..kenapa harus aku? Memang aku ayah dari bayi itu?!"


"Erick!!!! Apa maksud mu bicara seperti itu!! Ya tentu saja kamu ayah dari bayi yang ku kandung.!!"


"Aku tidak merasa!! Aku selalu memakai pengaman,jadi tidak mungkin anak itu anak ku.!! Coba kamu ingat-ingat lagi siapa ayah dari bayi itu yang sebenarnya,bisa saja kan waktu kamu mabuk di club,kamu one night stand dengan laki-laki lain!!" Kata Erick santai.


Emosi Sheilla naik ke ubun-ubun saat Erick menuduhnya seperti itu. Ia pun berdiri dari duduknya dan menggebrak meja.


"Aku bukan wanita seperti itu Erick!!! Kamu harus tanggung jawab!!" Teriak Sheilla.


"Sheilla!!! Jangan gila kamu,ini tempat umum!! Kalau ada yang melihat kamu seperti ini,apa kamu tidak takut citra baik mu rusak!! Cepat duduk,atau aku tinggal!!" Ancam Erick.


Sheilla pun melihat ke arah sekitar,untung saja tidak terlalu banyak orang yang ada di kafe dan penampilan Erick dan Sheilla yang memakai masker dan topi,jadi tidak ada yang menyadari kalau itu adalah Erick si model yang sedang naik daun dan Sheilla model yang tak terlalu terkenal namun memiliki citra baik. Sheilla menghela nafasnya dan kembali duduk. Kemudian ia mengeluarkan kertas hasil pemeriksaan dari rumah sakit.


"Ini buktinya kalau aku memang hamil." Sheilla menyodorkan selembar kertas itu pada Erick.


Erick mengambil kertas itu dan membaca isi yang tertulis. Mata Erick membelalak saat melihat bahwa kehamilan Sheilla sudah masuk bulan ketiga.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2