Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 33


__ADS_3

Alex pun membuka amplop yang Risa berikan. Mata Alex membelalak seketika saat melihat foto hasil usg. Alex membuka kertas kecil yang ada di dalam amplop yang Risa masukkan bersama foto hasil usg itu.


Kenalin darl ini malaikat kecil kita. Maafin aku gak kasih tau kamu kalau sebenarnya sudah tiga bulan ini aku lepas IUD di rahim aku. Aku cinta kamu darl,aku sengaja ngelakuin itu karena aku pengen punya anak dari kamu,aku mau kita berdua ngejalanin semua dari awal demi anak kita. Love you Alex Johnson.


Alex meremas kertas itu,rahangnya mengeras menahan emosi,ia merasa Risa sedang menjebaknya dengan mengatakan itu anaknya. Alex yakin kalau itu bukan anaknya,karena setau Alex,Risa bukan hanya tidur dengannya. Alex berdiri dari duduknya,ia ingin keluar dari rumah sakit itu untuk mencari tau kebenarannya. Namun saat Alex baru mau melangkah,tangan Irlan menahan tangan Alex.


"Mau kemana loe?" Tanya Irlan.


Alex menghempaskan tangan Irlan.


"Minggir!!! Ada hal penting yang mau gue cari tau!!!"


"Loe gak bisa kemana-mana sebelum partner loe itu siuman!! Loe harus nemenin dia disini!!!" Perintah Irlan.


Irlan menarik tangan Nia,yang tiba-tiba mematung sejak dokter mengatakan Risa harus kehilangan janinnya. Menyadari kondisi Nia yang sedang tidak baik-baik saja Irlan pun berinisiatif membawa Nia pulang. Dan menyuruh Alex menunggui Risa.


"Gue sama Nia balik dulu!!! Awas loe kabur,gue laporin loe langsung ke polisi!!" Ancam Irlan sebelum berlalu dari hadapan Alex.


Mau tidak mau Alex menurut,karena ia tidak mau kalau sampai berurusan dengan polisi. Bukan hanya namanya yang hancur tapi nama keluarga dan perusahaan yang dibangun papanya pun dipastikan akan hancur.


Setelah selesai operasi,Risa langsung di bawa ke kamar pasien. Tak tanggung-tanggung,Nia menyediakan kamar rawat VIP untuk Risa sebelum dirinya dan Irlan pulang.


Sesuai perintah Irlan,Alex menunggui Risa. Alex duduk di sofa yang ada di ruangan itu sambil memijat-mijat pelipisnya. Memikirkan tentang siapa ayah dari anak yang di kandung Risa,sampai saat ini otaknya belum bisa menerima kalau Risa hamil anaknya.


Alex merogoh sakunya untuk mengambil hp. Dia melakukan panggilan kepada orang yang bisa ia percaya untuk mencari informasi tentang Risa.


"Halo bro..gue butuh bantuan loe nih!" Kata Alex to the point saat panggilan itu tersambung.


"Bantuan apa?!" Tanya orang yang ada di seberang sana.


"Gue mau loe cari informasi tentang seorang perempuan dan cari tau tentang apa yang ia lakukan kurang lebih enam bulan belakangan ini."

__ADS_1


"Wah...tumben-tumbenan loe minta gue cari informasi tentang kegiatan cewek? Cewek loe bro?!"


Alex menghela nafasnya.


"Bukan. Tapi cewek ini ngaku-ngaku hamil anak gue. Jadi gue minta loe cari tau kebenarannya. Soalnya cewek ini juga sering bantu gue untuk negosiasi sama klien gue. Bisa aja kan dia menjajakkan tubuhnya biar klien itu mau tanda tangan kontrak dengan perusahaan bokap gue?!"


"Oh..oke kalau gitu. Loe kirim aja profilnya dan profil klien-klien loe yang pernah negosiasi dengan cewek itu."


Panggilan pun berakhir.


Tanpa Alex sadari,Risa mendengar percakapan Alex dan orang suruhannya ditelepon. Saat panggilan telepon berakhir,Risa kembali berpura-pura tidur.


"Tega kamu Lex." Lirih Risa dalam hati. Karena masih di pengaruhi obat bius,akhirnya Risa kembali tertidur.


🍀🍀🍀🍀🍀


Keesokan paginya saat Risa terbangun,Alex sudah tak ada lagi. Mungkin Alex harus berangkat ke kantor,begitulah pikiran Risa.


"Selamat pagi bu Clara." Sapa dokter itu.


"Pagi juga dok." Balas Risa dengan nada lemah.


"Saya periksa dulu yah bekas jahitannya." Dokter pun membuka baju Risa sebatas perut,untuk memeriksa jahitan Risa.


"Dok.."


"Iya bu Clara."


"Bagaimana keadaan anak dalam kandungan saya? Dia gak pa-pa kan?!" Tanya Risa. Dia belum tau kalau anak yang ada di dalam kandungannya tidak bisa terselamatkan. Karena tidak ada juga yang memberitahukan padanya.


Dokter dan perawat saling beradu pandang. Mereka pun menghela nafas bersamaan sebelum memberitahu kebenarannya pada Risa.

__ADS_1


"Yang sabar yah bu. Kami tim medis sudah berusaha melakukan yang terbaik. Tapi tetap saja yang Maha Kuasa lah yang pegang kendali atas hidup dan mati kita makhluk ciptaan-Nya." Kata sang dokter berhati-hati.


"Ma..mak..sud dok..ter a..anak saya udah gak ada lagi disini? Gitu dok?!" Tanya Risa terbata-bata sambil memegang perutnya,suaranya sudah bergetar menahan rasa takut dan khawatir.


Dokter itu hanya menjawab dengan anggukkan.


Sontak Risa pun langsung berteriak histeris melihat anggukkan sang dokter.


"Sus,cepat ambilkan obat penenang." Kata Dokter itu sambil menahan tubuh Risa agar tidak terlalu banyak bergerak,mengingat luka operasi Risa yang belum kering.


Perawat itu berlari keluar dari kamar Risa untuk membawa suntikan obat penenang. Tak lama,sang perawat dan dua orang rekannya sesama perawat masuk ke dalam kamar rawat Risa. Dua orang perawat itu mengambil alih pegangan sang dokter untuk menahan tubuh Risa,sedangkan perawat yang satu lagi memberikan suntikan obat penenang itu pada dokter. Kemudian dokter itupun menyuntikkan obat penenang ke tubuh Risa. Tidak sampai tiga menit,Risa pun mulai melemah,perlahan ia tenang dan tertidur kembali.


Setelah Risa tertidur, dokter meminta perawat untuk mengikat tangan dan kaki Risa,takut-takut nanti Risa bangun dan kembali histeris lagi.


"Sus.."


"Iya dok."


"Coba hubungi keluarga pasien. Katakan pada keluarganya tentang kejadian hari ini." Perintah sang dokter.


"Baik dok."


Perawat itu pun pergi menuju pos perawatan kamar VIP untuk membuka data tentang Risa dan mencari tau nomor telepon yang bisa di hubungi untuk memberitahukan kondisi Risa.


Sedangkan sang dokter berjalan menuju ruangannya kembali.


Setelah mendapat data tentang Risa,sang perawat langsung menghubungi nomor darurat keluarga pasien yang tertera. Hanya ada nomor Nia disana. Dan nomor Nia tidak bisa di hubungi,karena hp Nia sudah di buang Alex waktu dalam perjalanan mereka mau ke puncak. Dan Nia belum mengaktifkan nomor itu lagi,karena Irlan keburu membelikan Nia hp dengan nomor yang baru. Sepertinya Nia tidak sadar akan hal itu selagi ia mengisi data-data tentang Risa.


Sedangkan di tempat lain,Alex yang sedang berada di ruangannya sedang harap-harap cemas menunggu kabar dari orang suruhannya untuk mencari tau tentang Risa. Dari informasi yang Alex dapatkan dari orang suruhannya,Risa tidak pernah melakukan hubungan intim dengan klien Alex. Namun Alex tak mau langsung percaya,ia menyuruh orang suruhannya untuk lebih dalam lagi mencari tau bagaimana cara Risa bernegosiasi dengan kliennya.


Karena terlalu cemas menunggu kabar dari orang suruhannya,Alex sampai tidak ingat kalau ia harus kembali menjaga Risa di rumah sakit. Alex malah ketiduran di ruang kerjanya. Dan malam ini Risa tak ada yang menjaga.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2