Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 48


__ADS_3

"Apa ini toko kue milik Clara?!" Alex malah menanyakan kepemilikan toko kue itu.


Jelas karyawan itu menggeleng,karena setaunya nama pemilik toko kue itu Clarisa atau biasa di panggil Risa.


"Apa jangan-jangan orang suruhan gue salah kasih alamat yah?!" Kata Alex bertanya-tanya dalam hati.


"Kalau boleh tau nama pemilik tempat ini siapa yah?!" Tanya Alex yang masih penasaran.


"Akh itu dia pemilik toko kue ini pak." Karyawan itu menunjuk ke arah luar dimana Risa dan dokter Lucky sedang berjalan menuju toko kue.


Mata Alex membulat sempurna saat melihat sosok dokter Lucky yang berjalan tepat di sebelah Risa.


"Ada hubungan apa Clara sama laki-laki itu?!" Alex bertanya-tanya dalam hati.


Kini gantian,mata Risa yang membulat sempurna saat melihat Alex berada dalam toko kue miliknya.


"Alex.." lirih Risa pelan namun masih bisa di dengar dokter Lucky.


Dokter Lucky yang melihat keberadaan Alex mengkerutkan keningnya,sepertinya ia pernah beberapa kali bertemu dengan Alex. Ia mencoba mengingat-ingat dimana ia pernah bertemu dengan Alex. Dokter Lucky tidak terlalu memperhatikan wajah Alex sewaktu di ruang tunggu bandara dan di dalam pesawat bahkan saat ia menabrak Alex pun ia tidak terlalu memperhatikan wajah Alex. Hanya Alex saja yang memperhatikan wajah dokter Lucky.


"Akh iya..sepertinya dia laki-laki yang aku tabrak waktu di hotel tadi." Gumam dokter Lucky dalam hati.


"Dia yang namanya Alex,Ra?!" Tanya dokter Lucky.


Risa hanya menjawab dengan anggukkan,karena ia masih tidak percaya kalau Alex dapat menemukan dirinya.


Alex pun jalan mendekati Risa dan dokter Lucky yang masih diam mematung di depan pintu masuk toko kue.


"Akhirnya gue nemuin loe disini." Kata Alex sambil mendekap tubuh Risa.


Melihat Risa yang tiba-tiba saja di peluk,dokter Lucky pun langsung menjauhkan tubuh Alex dari tubuh Risa.


"Jangan peluk-pelukan disini,banyak orang lihat.!!" Dokter Lucky memberi peringatan pada Alex karena saat itu,toko kue dalam keadaan ramai pengunjung.


"Cih..!!" Alex mencebik saat dokter Lucky memberi peringatan. Sedangkan Risa,masih diam menganga melihat sosok Alex,apalagi mendengar Alex yang nampak bahagia bisa menemukannya.

__ADS_1


"Lucky." Dokter Lucky mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Alex. Namun Alex enggan berjabat tangan dengan dokter Lucky.


Tak mendapat respon dari Alex,dokter Lucky pun menurunkan tangannya. Ia pun menggandeng tangan Risa untuk duduk di salah satu meja agar mereka bisa saling mengobrol.


"Kita duduk dulu,habis itu kita obrolin yang perlu di obrolin." Kata dokter Lucky sambil menatap Alex dan berlalu dari hadapan Alex sambil menggandeng tangan Risa.


Alex pun menyetujui usulan dokter Lucky dan mengikuti langkah dokter Lucky dan Risa dari belakang.


"Sekarang katakan apa tujuan kamu datang kesini?" Kata dokter Lucky pada Alex. Ia mewakili Risa yang masih diam seribu bahasa.


Alex melirik dokter Lucky sejenak,lalu matanya menatap wajah Risa yang sedang membuang pandangannya dari Alex. Sepertinya Risa mencoba terlihat baik-baik saja.


"Loe kenapa ngilang Ra?" Tanya Alex pada Risa,ia tak menggubris pertanyaan dokter Lucky.


"Gue gak ngilang,gue hanya kembali ketempat dimana seharusnya gue berada.!" Jawab Risa dengan dingin.


"Tempat loe berada disisi gue Ra.!!" Kata Alex lagi dengan nada yang sedikit meninggi.


"Pelanin suara kamu.!" Kata dokter Lucky memberi peringatan pada Alex.


"Yang sopan loe ngomong sama mas Lucky,Lex.!!" Bentak Risa dengan nada tak kalah meninggi.


"Cih..ngapain gue harus sopan sama dia? Emangnya dia siapa?!" Mata Alex menatap rendah dokter Lucky.


"Dia calon suami gue!!" Bentak Risa yang tidak suka kalau Alex merendahkan dokter Lucky.


Mata Alex membelalak mendengar kata-kata Risa,bukan hanya Alex,dokter Lucky pun tak kalah terkejutnya mendapat pengakuan seperti itu dari Risa. Pasalnya selama satu bulan ini,tak ada sekalipun Risa membahas bagaimana kelanjutan hubungan mereka.


"Gak mungkin laki-laki ini calon suami Clara,orang jelas-jelas tadi gue liat dia video call an sama.." gumam Alex dalam hati.


Kini mata Alex sudah memberikan tatapan tajam pada dokter Lucky.


"Sekarang loe pergi dan jangan pernah ganggu hidup gue lagi.!" Risa mengusir Alex.


Alex yang tak terima di usir Risa langsung menarik tangan Risa agar ikut keluar bersamanya.

__ADS_1


"Ikut gue.!!" Kata Alex sambil menarik tangan Risa menuju mobilnya.


"Lepas!! Apa-apaan sih loe!!" Risa mencoba menghentakkan tangannya agar bisa lepas dari genggaman tangan Alex,namun genggaman tangan Alex terlalu kuat.


Alex tetap saja menarik tangan Risa sampai ke mobilnya dan memaksa Risa untuk masuk ke dalam mobil Alex. Begitu Risa masuk dan Alex memasangkan seatbelt untuk Risa,cepat-cepat Alex memutar langkahnya menuju pintu mobil sebelahnya dan menyalakan mobilnya. Alex pun mengendarai mobilnya pergi dari toko kue milik Risa menuju hotel tempat Alex menginap.


"Kita mau kemana Lex?!" Tanya Risa panik,takut-takut Alex membawanya ke hotel.


"Bisa gak loe manggil gue kayak dulu?! Sakit kuping gue denger loe manggil gue Lex Lex Lex!!" Pinta Alex.


Risa mengacuhkan permintaan Alex dan memalingkan wajahnya ketika mata mereka berdua saling bertemu.


"Berhenti!! Berhenti gak!!" Teriak Risa.


"Kalau loe gak berhenti,gue lompat nih!!" Ancam Risa.


"Lompat aja kalau bisa!!" Bukannya takut dengan ancaman Risa,Alex malah mengancam balik Risa.


Risa pun mencoba membuka kunci mobil,ternyata semua pintu sudah terkunci otomatis dan hanya bisa terbuka dengan kendali Alex.


"Brengsek loe Lex!!" Umpat Risa sambil memukul pintu mobil.


"Mau ngapain lagi sih loe?! Gue udah gak punya urusan apa-apa lagi sama loe!!"


"Apa loe bilang? Loe gak punya urusan apa-apa lagi sama gue? Loe masih punya hutang penjelasan sama gue Ra!!"


"Penjelasan apa?!"


"Tentang...." Alex melirik wajah Risa sesaat,kemudian ia menghela nafasnya sejenak.


"Nanti aja kita omongin,kalau udah nyampe tujuan!" Lanjut Alex. Ia tak ingin membahas masalah kehamilan Risa saat dalam perjalanan. Karena hati Alex juga teriris kala mengingat penyebab kematian anaknya yang di kandung Risa.


Bersambung...


¤¤¤ Maaf yah,buat para readers yang gak tau kenapa othor tiga hari belum up,itu karena othor lagi sakit sayang (cacar air,bukan koronses yah.!). Sebenarnya tangan othor masih gemetaran ini buat ngetik,tapi othor bela-belain up hanya untuk kalian. ¤¤¤

__ADS_1


__ADS_2