
Setelah selesai membersihkan dirinya dari sisa percintaannya dengan Alex,Risa pun keluar dari dalam kamar sang bunda dengan menggunakan bathrobe dan handuk kecil yang melilit di kepalanya.
"Loh,kok belum mandi darl?!" Tanya Risa pada Alex di ruang tamu.
"Nanti aja di hotel. Mandi kalau gak ganti baju kan sama juga boong." Jawab Alex sambil mengutak-atik hpnya.
"Kamu lagi ngapain sih?" Tanya Risa penasaran karena mata Alex tak henti menatap layar hp.
"Aku lagi pesen tiket buat besok Ra." Jawab Alex. Setelah tiket berhasil ia pesan,baru lah ia menaruh hp nya di atas meja dan menatap Risa.
"Kok masih disini?! Sana pake baju,sama siapin barang-barang penting yang mau di bawa. Gak usah banyak-banyak.!"
"Iya." Jawab Risa malas,ia pun melangkahkan kalinya masuk ke dalam kamar untuk bersiap-siap.
Setelah satu setengah jam,kini Risa sudah siap berangkat ke hotel tempat Alex menginap. Sebelum berangkat Risa berpamitan pada mbak Nunik dan mbak Iin,ia menitipkan kembali toko kue pada mbak Nunik dan mbak Iin. Kali ini Risa memberikan alasan pada mbak Nunik dan mbak Iin pergi ke kota,karena ada urusan mendadak yang harus segera di selesaikan. Setelah melalui sedikit drama,akhirnya mbak Nunik dan mbak Iin mau melepaskan Risa pergi ke kota besar.
Kini Alex dan Risa sudah sampai di hotel,namun sebelum ke hotel mereka singgah untuk mengisi perut mereka di pinggir jalan.
Begitu mereka tiba di dalam kamar,tanpa basa-basi Alex kembali menggarap Risa. Risa yang berulangkali menolak Alex,akhirnya harus pasrah saat Alex terus menyerangnya dan memberikan sengatan di titik sensitif nya. Dan pertempuran ranjang dua anak manusia itu,pun terjadi sampai subuh. Alex benar-benar merealisasikan kata-katanya untuk terus menggarap Risa sebelum hari berganti.
🍀🍀🍀🍀🍀
Kini Alex dan Risa sudah tiba di kota besar. Dengan menggunakan taksi bandara,Alex dan Risa pergi ke hotel tempat mereka dulu biasa memadu kasih. Sebenarnya Alex ingin langsung membawa Risa ke rumahnya,tapi Risa menolak. Ia ingin mempersiapkan mental terlebih dulu sebelum bertemu papa Alex. Karena feeling Risa mengatakan pasti akan ada ketegangan saat Alex memperkenalkan dirinya pada papa Alex.
__ADS_1
"Kamu siap-siap yah,nanti malam jam tujuh aku jemput." Kata Alex saat mereka sudah tiba di unit kamar hotel.
Risa mengangguk.
"Ya udah aku tinggal yah. Aku kerja dulu. Jangan macem-macem selama aku tinggal!! Jangan berani-berani kamu ketemuan sama si terong!!"
"Iya bawel!!"
Satu kecupan di kening dan bibir Risa pun mendarat sebelum Alex keluar dari unit kamar Risa.
Sebenarnya hari ini Alex masih cuti,tapi karena ingin memperkenalkan Risa pada kedua orangtuanya,jadi Alex harus kekantor untuk memberitahu papanya agar meluangkan waktu nanti malam untuk bertemu Risa. Alex juga harus menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk untuk mengambil hati sang papa.
Waktu yang di nanti pun tiba,kini Risa dan Alex sudah berada di dalam ruang tamu rumah papa Alex.
"Gak usah gugup. Ada aku." Ucap Alex sambil menggenggam tangan Risa. Alex tau saat ini Risa pasti sangat gugup. Karena bukan hanya Risa yang gugup,tapi Alex juga tak kalah gugup padahal yang ia hadapi papanya sendiri. Namun karena hubungan ayah dan anak yang kurang baik,membuat Alex merasa papanya seperti orang lain.
"Ekhm.." papa Alex berdehem agar Alex dan Risa menyadari kehadirannya. Karena saat papa Alex tiba di ruang tamu,Alex dan Risa sedang asik berpandang-pandangan.
Alex dan Risa pun berdiri saat menyadari kedatangan pak Abram.
"Pah kenalin ini Clara. Calon istri Alex yang Alex ceritakan tadi di kantor." Kata Alex memperkenalkan Risa.
"Clara om." Risa pun menjulurkan tangannya untuk menyalam papa Alex,namun papa Alex sepertinya enggan menyambut uluran tangan Risa.
__ADS_1
Menyadari keengganan sang papa,Alex buru-buru mengambil tangan Risa dan membawa Risa untuk kembali duduk di sofa.
"Jadi ini perempuan yang akan kamu jadikan istri?!" Tanya papa Alex sinis,ia menatap rendah Risa.
"Iya pah." Jawab Alex mantap.
"Kamu sudah tau asal-usulnya?! Jangan sampai kamu menikahi wanita yang tak jelas asal-usulnya. Ingat Alex,kamu satu-satunya anak laki-laki di keluarga ini. Bibit bobot bebet istri mu sangat berpengaruh pada kualitas penerus mu."
Mendengar kata-kata papa Alex,hati Risa sangat sakit sekali. Tapi untungnya ia sudah mempersiapkan mental untuk hal-hal semacam ini,sehingga ia tidak perlu meneteskan air mata di hadapan papa Alex. Dengan wajah yang di buat tenang,Risa terus mendengarkan kata-kata papa Alex yang seperti sedang merendahkan dirinya.
"Alex tau pah." Jawab Alex tak gentar.
"Papa dengar kalian berdua bertemu di klub malam,apa kamu sudah menidurinya makanya kamu tiba-tiba ingin menikahi perempuan ini?!" Pertanyaan papa Alex makin merendahkan Risa.
Setelah Alex memberitahu akan menikahi Risa,pak Abram pun tak tinggal diam. Ia langsung menyuruh orang untuk mencari tahu tentang wanita yang akan di nikahi Alex. Dan dari orang suruhannya lah,pak Abram tau kalau Risa dan Alex bertemu di klub malam. Dan orang suruhannya juga mengatakan kalau Alex dan Risa sudah sering tidur bersama. Tapi hanya sekedar informasi itu yang diberikan. Tidak ada informasi tentang Risa yang membantu Alex bernegosiasi dengan klien AB Properti ataupun informasi tentang kejadian di puncak.
"Memang benar Alex dan Clara bertemu di klub malam,tapi Alex ingin menikahi Clara bukan karena Alex sudah menidurinya melainkan karena Alex cinta Clara pah."
"Cih..cinta!!! Apa karena dia sudah memberikan kamu kepuasan di ranjang terus kamu bilang itu cinta?! Kalau begitu itu bukan cinta,tapi nafsu!!" Kata pak Abram dengan nada sedikit meninggi.
"Alex sudah dewasa pah,Alex bisa membedakan mana cinta dan mana nafsu. Dan yang Alex rasakan pada Clara adalah cinta bukan nafsu. Dan satu lagi,Clara bukan wanita seperti yang papa pikirkan,meskipun kami bertemu di klub dan kami pernah tidur bersama,tapi Alex adalah laki-laki pertama yang menyentuh Clara." Jawab Alex dengan dibumbui sedikit kebohongan dengan tujuan agar papanya tak merendahkan Risa. Ia tak menyanggah kata-kata sang papa kalau dirinya dan Risa pernah tidur bersama.
"Kamu terlalu naif Lex!!! Bisa aja kan perempuan ini menjebak kamu,dengan membuat bercak darah saat kalian berhubungan. Supaya kamu yakin kalau kamu lah yang pertama.!! Mana ada sih perempuan baik-baik main ke klub malam."
__ADS_1
Alex menggeram,rahangnya sudah mengeras dan tangan pun sudah terkepal. Ingin sekali ia meninju sang papa karena terus merendahkan Risa.
Bersambung...