
Setibanya ia di dalam kamar,dokter Lucky langsung menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur,ia memejamkan matanya sambil memijat-mijat pelipisnya. Kata-kata kedua orangtuanya selalu terngiang-ngiang di telinganya.
Tiba-tiba saja ia langsung teringat akan Risa. Dokter Lucky langsung membuka matanya dan mengambil hp dari dalam saku celana. Ia pun mencari nomor Risa dan melakukan panggilan video dengan Risa.
"Hai Ra...udah tidur?!" Sapa dokter Lucky sambil menatap layar hp nya.
"Baru mau mas. Ada apa video call malam-malam mas?!"
"Cuma mau tanya,udah beli tiket untuk besok?!"
"Udah mas."
"Oh..keberangkatan jam berapa?"
"Jam empat sore mas."
"Oh..kalau gitu besok aku kesana jam sebelas yah,sebelum berangkat aku mau cek luka operasi kamu dulu."
Risa pun mengangguk.
"Ya udah sekarang kamu istirahat,oke."
Risa pun menjawab dengan anggukan.
Dokter Lucky pun mengakhiri panggilan videonya dengan Risa.
"Arrrrghh...sial!!! Kenapa aku malah ngomong begitu ke Clara!!!" Kata dokter Lucky sambil memukul-mukul bantal guling. Karena sebenarnya tujuan dokter Lucky menelpon Risa karena ingin meminta Risa tetap tinggal di kota itu dan juga meminta Risa untuk menjadi pendamping hidupnya.
"Huuuuh...besok aku harus bisa mengutarakan niat ku pada Clara." Kata dokter Lucky lagi.
Setelah memantapkan tujuannya,dokter Lucky kembali melakukan panggilan video dengan seseorang yang ada di Singapore.
⭐⭐⭐⭐⭐
Sedangkan di tempat lain,Alex yang masih belum bisa menemukan keberadaan Risa,menjadi sangat frustasi. Apalagi satu hari ini ia tidak bisa sama sekali keluar dari kantor,karena pekerjaan yang membludak yang di berikan papanya. Setelah pekerjaan selesai,Alex baru bisa menghubungi orang suruhannya untuk mengetahui perkembangan pencarian Risa.
Alex mengambil hp nya dan melakukan panggilan telepon ke nomor orang suruhannya.
"Gimana udah tau dimana keberadaan perempuan itu?!" Tanya Alex pada orang suruhannya.
"Belum. Tapi dari informasi yang gue dapat,katanya dia pernah kerja jadi caddy golf di lapangan xxx."
__ADS_1
"Loe yakin dia pernah kerja disana?"
"Iya gue yakin banget. Apa perlu gue cari informasi kesana?"
Alex berpikir sejenak.
"Gak usah,biar gue aja yang cari informasi kesana. Loe cari aja informasi yang lain."
"Ok."
Panggilan pun berakhir.
Karena jam yang sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam,tidak mungkin lagi Alex mendatangi tempat kerja lama Risa. Apalagi tubuhnya juga sudah sangat lelah,Alex pun memilih untuk pulang dan beristirahat.
Keesokan harinya,Alex sengaja berangkat lebih pagi,agar tidak bisa bertemu dengan papanya. Karena kalau ia bertemu dengan papanya,pasti sang papa akan memberikan banyak pekerjaan lagi padanya,dan itu sangat menghambat pencariannya dalam menemukan Risa.
Alex melajukan mobilnya menuju lapangan xxx tempat kerja lama Risa. Setelah satu jam berkendara,kini mobil Alex sudah terparkir mulus di parkiran lapangan xxx. Alex melihat jam di pergelangan tangannya,waktu yang masih menunjukkan pukul tujuh pagi membuat tempat itu masih sepi,belum ada karyawan yang berdatangan. Dia pun memilih untuk menunggu di dalam mobil sampai ada karyawan yang datang barulah ia akan mencari informasi tentang Risa melalui salah satu karyawan di tempat itu.
Setengah jam berlalu,akhirnya ada juga karyawan yang datang. Cepat-cepat Alex turun dari dalam mobil dan menghampiri karyawan wanita tersebut.
"Mbak...mbak...." panggil Alex sambil setengah berlari menghampiri karyawan wanita itu.
"Iya mas,ada apa?!" Tanya si wanita.
"Mbak kerja disini yah?!" Tanya Alex.
Si wanita pun mengangguk.
"Mbak kenal sama perempuan yang pernah kerja disini,namanya Clara."
"Clara?? Clarisa maksudnya mas?"
Alex mengernyitkan keningnya. Ia bingung,apa nama Clara itu hanya Clara saja atau Clarisa.
"Memangnya berapa orang yang namanya Clara yang pernah bekerja di tempat ini?!"
"Kalau Clara yang saya tau,namanya aslinya Clarisa,kalau saya manggilnya Risa tapi temen-temen yang lain manggilnya Clara." Jawab si wanita itu. Iya,wanita itu adalah Ayu,teman Risa yang memasukkan Risa bekerja di tempat itu.
"Yang ini bukan mas orangnya?!" Tanya Ayu sambil menyodorkan hp nya ke arah Alex dan memperlihatkan foto kebersamaannya dengan Risa.
Alex pun mengambil hp dari tangan Ayu dan menatap intens foto itu.
__ADS_1
"Iya bener dia orangnya. Jadi namanya Clarisa?!" Tanya Alex sekali lagi.
Ayu pun mengangguk.
"Emang ada perlu apa mas cari Risa? Apa mas penagih hutang?!" Tanya Ayu dengan tatapan menyelidik.
"Memangnya tampang saya kayak penagih hutang?!" Cebik Alex tak terima dengan tuduhan Ayu.
"Lagi pula kenapa kamu pikir saya mencari Clara untuk menagih hutang? Apa Clara punya banyak hutang makanya dia resign dari tempat ini.?!" Kini Alex yang bertanya dengan tatapan menyelidik.
Ayu melirik ke kanan dan ke kiri.
"Ceritanya panjang mas."
"Panjang?? Apa bisa kamu ceritain sama saya?!" Tanya Alex makin penasaran.
"Memangnya mas siapa? Kenapa mas sangat ingin tau tentang Risa sih?!"
"Saya kekasih Clara,tapi karena keegoisan saya,kini Clara menghilang. Sekarang saya menyesal karena telah menyia-nyiakan Clara,saya ingin menemuinya dan meminta maaf sama dia serta melamarnya." Kata Alex.
"Apa...Risa menghilang???!!!" Teriak Ayu kaget.
Alex mengangguk.
"Makanya saya datang kesini untuk mencari tau dimana keberadaan Clara,mungkin aja teman-teman Clara disini ada yang tau rumah orang tua atau sanak saudara Clara disini."
"Risa gak punya keluarga disini. Dia pun kerja di tempat ini,karena saya yang masukkin dia kesini. Kebetulan rumah saya dan rumah orangtua Risa di kota M berdekatan."
"Di kota M?!"
Ayu mengangguk.
"Memangnya Risa tidak pernah cerita kalau dia perantau di kota ini?!"
Alex menggeleng.
"Jadi selama menjalin hubungan dengan Risa,apa yang sudah Risa ceritakan tentang dirinya?"
"Gak ada." Jawab Alex jujur. Karena selama menjadi partner Alex, Risa tidak pernah menceritakan tentang kehidupannya pada Alex dan Alex pun tidak pernah bertanya tentang kehidupan Risa. Yang Alex mau tau hanya keberhasilan Risa dalam bernegosiasi dengan kliennya.
Bersambung...
__ADS_1