Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 55


__ADS_3

Namun,baru saja benda pusakanya sampai di depan pintu lembah,tiba-tiba saja pintu kamar Risa terketuk.


"Non..non Risa. Non Risa di dalem?!" Panggil mbak Iin.


Baru saja Risa ingin menjawab,dengan cepat Alex menutup mulut Risa dengan tangannya.


"Sst!! Gak usah di jawab.!" Bisik Alex di telinga Risa.


Cukup lama mbak Iin mengetuk-ngetuk pintu kamar Risa,karena tidak ada jawaban mbak Iin pun kembali turun kebawah. Mbak Iin pikir,mungkin Risa sedang keluar dengan Alex.


"Huft.." desah Alex saat mendengar langkah kaki mbak Iin yang memakai sendal jepit menuruni tangga.


"Loe gimana sih!! Kalau mbak Iin curiga gimana?!" Kesal Risa sambil memukul pundak Alex.


"Biar aja." Jawab Alex tanpa rasa bersalah.


"Udah akh..gue udah gak mood!!" Risa berusaha mendorong tubuh Alex yang masih menindihnya.


"Gue bisa balikin mood loe lagi kok.!!" Kata Alex sambil kembali memberikan sengatan-sengatan di titik sensitif Risa.


Dan benar saja,hanya dalam hitungan menit,mood Risa yang sempat terjun bebas kembali terbang tinggi. Alex pun kembali dalam posisi kuda-kuda sebelum memasukkan benda pusakanya ke dalam lembah.


Dan...


"Aaaakkkh..." desah keduanya saat benda pusaka Alex masuk sempurna di dalam lembah.


Alex pun memulai permainannya dengan bergerak pelan dan lembut,membuat Risa benar-benar terbuai. Namun Risa tidak boleh terlalu terbuai,karena ia harus tetap dalam keadaan setengah sadar agar bisa menahan suara laknat tidak keluar bebas dari mulutnya.


"Akh...darl.." akhirnya suara laknat itu lolos juga dari mulut Risa disaat ia merasakan pelepasan pertamanya.


"Pelanin suara loe Ra.!!" Kata Alex mengingatkan Risa sambil tetap bergerak. Sekarang gerakan Alex sudah lebih cepat dan kasar. Karena Alex juga sudah hampir sampai pada puncak gelombang.


Setelah empat puluh menit mendayung perahu cinta,akhirnya Alex sampai pada pelepasan pertamanya. Sedangkan Risa sudah yang kedua.


Setelah menumpahkan semua benihnya di dalam rahim Risa,Alex pun ambruk di atas tubuh Risa. Lima menit Alex berada diatas tubuh Risa untuk mengistirahatkan tubuhnya. Ia pun mengangkat wajahnya dan menatap wajah Risa yang terlihat lelah.


Alex pun mengecup kening,kedua mata,pipi dan bibir Risa.

__ADS_1


"Makasih yah Ra." Kata Alex dan di akhiri kecupan singkat di bibir Risa lagi. Ia pun menarik benda pusakanya untuk keluar dari dalam lembah. Dan berbaring di samping Risa.


"Loe gak pake pengaman Lex?!" Tanya Risa karena tidak melihat Alex melepas pengaman.


Alex hanya menggeleng.


"Iikh...!! Kok gak pake pengaman sih!! Kalau gue hamil gimana?!" Tanya Risa sambil memukul dada Alex.


"Ya bagus dong,berarti kita mau punya anak!" Jawab Alex santai.


"Kita kan belum nikah Lex!!"


Alex menatap lekat wajah Risa. Ia pun merangkum wajah Risa dengan kedua tangannya.


"Gue akan nikahin loe dalam minggu ini Ra."


Mata Risa membulat mendengar kata-kata Alex. Apa semudah itu menikah? Bukannya menikah membutuhkan persiapan yang banyak. Apalagi restu orangtua Alex pun belum di tangan.


"Kalau orangtua loe gak setuju loe nikah sama gue gimana?"


"Loe udah yakin sama pilihan loe?!"


Alex mengangguk mantap.


"Kalau loe yakin,gue juga yakin ngejalanin hidup dari nol sama loe." Kata Risa sambil memeluk Alex.


Alex pun membalas pelukan Risa sambil mengusap perut Risa.


"Mudah-mudahan dia cepet ada disini yah Ra. Gue pengen ngebayar dosa-dosa gue karena udah ngebunuh anak gue yang pertama dengan kehadiran anak kita yang kedua,ketiga,keempat,kelima,ke..." Alex tak melanjutkan kata-katanya karena Risa langsung memotong.


"Stoop!!! Kok banyak banget?! Cukup dua!!" Protes Risa.


"Lagian kejadian kemaren kan gak di sengaja,jadi kita gak usah bahas lagi masalah itu." Kata Risa lagi.


"Iya...iya...iya! Terserah ibunda ratu aja lah. Tapi tetep,aku mau punya banyak anak sama kamu. Lima anak,Oke.!! No debat!!"


"Lex..!!" Rengek Risa.

__ADS_1


"Loe mau gue garap lagi? Udah di bilang jangan panggil nama!"


"Loe aja manggil gue nama,masa gue gak boleh manggil nama loe!!"


"Ya udah,loe garap aja gue kalau gue manggil nama loe.!!"


"Itu mah enak di loe!! Pokoknya mulai sekarang,kita berdua sama-sama gak boleh manggil nama. Dan gak boleh bilang loe-gue lagi. Gimana deal?!"


"Ummm.." Alex berpikir sejenak.


"Oke. Tapi malam ini loe ikut gue ke hotel,biar besok pagi kita pulang ke kota besar. Gimana?!"


"Kok gitu?!"


"Hari ini kan belum berakhir sayang,jadi gue masih boleh minta jatah." Bisik Alex dengan nada menggoda.


Mata Risa membulat saat mendengar kata-kata Alex.


"Gila loe!!" Ucap Risa dengan wajah jutek.


"Jadi loe gak mau ikut gue ke hotel? Ya udah,gue garap disini aja lagi." Ancam Alex sambil ancang-ancang menindih tubuh Risa.


"Eeeh..jangan-jangan!! Oke gue ikut loe ke hotel,tapi gak ada acara garap-garapan yah!!" Risa pun mengalah.


"Em..."


"Ya udah awas,gue mau mandi,mau siap-siap.!" Risa memindahkan tangan Alex yang masih melingkar di perutnya.


Risa pun turun dari atas tempat tidur,dan memunguti pakaiannya dan pakaian Alex di lantai kemudian memberikan pada Alex. Risa pun berjalan menuju pintu kamarnya,namun baru saja ia melangkah,ia teringat kalau kunci pintu kamarnya ada pada Alex. Risa kembali memutar tubuhnya dan berjalan mendekati Alex yang sedang memakai pakaiannya.


"Mana kuncinya?!"


Alex pun mengeluarkan kunci pintu kamar Risa dari dalam kantong celananya. Setelah kunci di tangan Risa, Risa pun berlalu dari hadapan Alex dan kembali berjalan ke arah pintu.


Risa membuka pintu itu dengan sangat pelan,ia menyembulkan kepalanya dan menengok keadaan sekeliling luar kamar,sebelum keluar dari dalam kamar. Dirasa aman,cepat-cepat Risa keluar dari dalam kamarnya menuju kamar almarhum bunda Shania,yang sama sekali belum pernah di tiduri sang bunda,untuk memakai kamar mandinya. Karena hanya kamar sang bunda lah terdapat kamar mandi di dalamnya, Risa pun membersihkan diri di kamar mandi itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2