Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 73


__ADS_3

"Kami gak tau mas,nyonya Silvia yang memperkerjakan kami disini." Jawab salah satu wanita itu.


"Apa??? Nyonya Silvia?! Nyonya Silvia siapa?!" Bentak Bagas.


"Nyonya rumah ini mas."


Mata Bagas membelalak.


"Apa kalian gila!!! Kalian kerja di rumah ini,tapi kalian gak tau siapa nyonya dirumah ini?! Nyonya di rumah ini adalah mama saya,Nyonya Rhena bukan Silvia.!!!" Bentak Bagas tak terima. Tapi tiba-tiba Bagas teringat akan nama Silvia.


"Tunggu. Silvia? Apa Silvia yang di maksud orang ini adalah Silvia si caddy golf?" Bagas bertanya-tanya dalam hati.


"Kalian bilang tadi Nyonya Silvia,Silvia siapa yang kalian maksud?!" Tanya Bagas dengan tatapan mengintimidasi.


"Silvia yang pernah jadi caddy di lapangan papa kamu." Kata mama Bagas.


Tiba-tiba saja mama Bagas datang dari arah dapur,dengan susah payah dirinya ngesot untuk sampai ke halaman belakang.


Sontak mata Bagas menoleh ke arah suara sang mama. Mata Bagas membelalak saat melihat sang mama yang sedang ngesot.


"Mama...!!" Bagas berlari menghampiri sang mama dan mengangkat tubuh mamanya kemudian mendudukkan mamanya di tempat duduk yang ada di halaman belakang.


"Maksud mama apa? Kenapa mereka manggil Silvia dengan sebutan nyonya? Apa papa dan Silvia..." Bagas tak melanjutkan kalimatnya,takut melukai hati mamanya.


"Papa kamu selingkuh dengan wanita itu,dan wanita itu juga sudah memecat Tika,asisten kita yang lama dan menggantinya dengan mereka berdua. Bahkan mama juga di ungsikan di kamar tamu,supaya papa kamu dan wanita bisa bercinta di dalam kamar mama dan papa." Akhirnya mama Bagas mengungkapkan semua rahasia yang sudah ia pendam hampir enam bulan.


"Apaaa!!!!" Teriak Bagas tak percaya kalau papanya setega itu pada sang mama.


"Mama gak bohong kan?!"


"Mama serius Gas. Papa kamu dan wanita itu sudah berselingkuh selama enam bulan. Bahkan tiga bulan ini,Silvia sudah tinggal di rumah ini." Kata mama Bagas sambil berderai air mata.


"Jadi mereka berdua orangnya Silvia?!" Tanya Bagas pada sang mama sambil menunjuk dua asisten rumah tangga itu.


Mama Bagas mengangguk.


PLAAK PLAAK. Bagas menampar dua wanita itu.


"Sekalipun kalian orangnya Silvia,harusnya kalian pake otak dan hati nurani kalian sama mama saya.!!! Sudah tau mama saya gak bisa jalan,bukannya kalian bantu mama saya kalau mama saya butuh sesuatu,eh..kalian malah ketawa-ketiwi disini!!! Kalian manusia apa binatang!!!" Bentak Bagas.


"Maaf mas,nyonya Silvia yang menyuruh kami untuk tidak mengurus ibu itu." Kata salah satu wanita itu.


Bagas menggeram dengan sebutan wanita itu padanya 'ibu itu',seolah-olah mamanya lah yang menumpang di rumah ini.


Bagas mendekati wanita itu dan mencengkram dagu wanita itu.


"Kamu panggil mama saya apa?! Ibu itu?! Kalau kamu manusia dan punya otak,kamu pasti bisa mikir kan kalau derajat tertinggi dirumah ini masih di pegang oleh mama saya yang masih jadi istri sah dari pak Cakra,bukan Silvia si wanita jalang!!!! Sekarang kamu panggil mama saya yang sopan!!!" Bentak Bagas,kemudian ia melepaskan cengkraman tangannya dari dagu wanita itu.

__ADS_1


"Maafkan saya nyonya Rhena." Kata wanita itu sambil berlutut.


"Iya nyonya maafkan kami." Timpal wanita yang satu lagi dan ikut berlutut di hadapan mama Bagas


"Sekarang kalian ambil kursi roda mama saya.!!" Perintah Bagas pada dua wanita itu.


"Mama gak punya kursi roda Gas,Silvia udah buang kursi roda mama." Malah mama Bagas yang menjawab.


Mata Bagas membelalak. Rahangnya mengeras membayangkan kalau selama ini mama nya harus ngesot untuk mengambil sesuatu.


"Dasar jalang!!! Berani-beraninya loe buat gitu sama orang yang udah ngelahirin gue!!!" Geram Bagas dalam hati sambil mengepalkan tangannya.


"Sekarang kalian urus mama saya dengan baik. Saya akan buat perhitungan dengan jalang itu.!!" Geram Bagas.


"Ma,Bagas keluar sebentar. Nanti Bagas balik lagi. Cup." Bagas berpamitan pada sang mama sambil mengecup kening mamanya sebelum ia melangkah keluar rumah.


"Bagas,kamu mau apa nak?" Tanya mama Bagas berteriak.


"Bagas mau bikin perhitungan sama mereka berdua." Jawab Bagas tanpa melihat sang mama dan terus melangkah menuju pintu depan.


"Gue rela ngikutin apa mau papa,tapi kenapa papa memperlakukan mama seperti ini?! Gue akan buat kalian semua hancur!!!" Geram Bagas dalam hati.


🍀🍀🍀🍀🍀


Kini Bagas sudah tiba di lapangan golf milik papanya. Dengan nafas memburu,Bagas berjalan menuju ruang kerja sang papa.


Matanya membelalak saat membuka pintu ruang kerja papa nya. Karena saat ini Silvia sudah dalam keadaan setengah polos,pakaian atas Silvia sudah teronggok di atas lantai dan posisi papanya sudah menindih Silvia di atas sofa.


"PAPAAAAA!!!" teriak Bagas geram.


Melihat kehadiran Bagas,pak Cakra kaget bukan main. Apalagi Bagas melihat dirinya sedang berbuat tak senonoh dengan wanita lain.


Cepat-cepat pak Cakra turun dari atas tubuh Silvia dan Silvia pun cepat-cepat memungut kembali bajunya dan memakainya.


Bugh Bugh Bugh. Bagas langsung meninju papanya membabi buta.


Melihat sugar daddynya di pukuli oleh anak kandungnya,Silvia pun berusaha melerai kedua orang itu.


"Bagas stop!! Berhenti Gas,ini bokap loe!!" Teriak Silvia agar Bagas menghentikan aksinya.


Bagas pun menghentikan aksinya memukuli sang papa,tapi kini tatapan membunuh ia layangkan pada Silvia.


"Dasar jalang!!!" Teriak Bagas.


PLAAAAAK!!! Bagas menampar wajah Silvia hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah.


"Berani-beraninya loe ngegoda bokap gue!!!" Bentak Bagas.

__ADS_1


Melihat sudut bibirnya berdarah,Silvia menggeram. Apalagi Bagas menghinanya dengan sebutan jalang.


"Bukan gue yang ngegoda bokap loe!!! Bokap loe yang dateng ke gue!!!" Teriak Silvia.


"Cuiiih.." Bagas meludahi wajah Silvia.


"Gue tau siapa loe!!! Asal loe tau aja kenapa gue dulu jijik sama loe!! Karena gue tau loe suka godain member yang berduit biar bisa jadiin loe sugar baby nya!!! Gue gak nyangka,kalau loe juga ngincer bokap gue!!" Kata Bagas merendahkan Silvia.


Kini mata Bagas mengarah pada sang papa yang masih tersungkur di atas lantai.


"Asal papa tau,gundik papa ini dulu pernah telanjang di depan Bagas dan memohon sama Bagas agar Bagas nidurin dia!! Tapi Bagas masih punya otak dan selera Bagas tinggi pah,Bagas gak suka sama perempuan murahan yang rela mengobral tubuhnya kesana-kemari. Bagas gak nyangka kalau selera papa sangat rendah sampai mau nerima barang yang sudah gak tau lagi ada berapa orang yang pake!!!"


Perlahan pak Cakra pun berdiri,ia tak terima dengan penghinaan yang di lontarkan Bagas padanya.


"Jaga ucapan kamu Bagas,saya ini papa kamu!!!" Bentak papa Bagas.


"Apa?? Papa?!" Kata Bagas meremehkan.


"Papa mana yang menjual anaknya hanya karena ingin menjadi orang terpandang? Bahkan hampir setahun Bagas di Paris,gak pernah sekalipun papa menanyakan keadaan Bagas.!!!"


"Buat apa papa tanya kabar kamu,papa yakin hidup kamu sudah sangat enak disana!! Harusnya kamu berterimakasih sama papa karena papa menikahkan kamu dengan Sheilla!! Kalau tidak papa yakin hidup mu akan sengsara dengan wanita simpanan kamu itu." Pak Cakra balas meremehkan Bagas.


"Risa bukan simpanan Bagas pah,Risa kekasih Bagas. Perempuan yang Bagas cintai. Bagas bertunangan dengan Sheilla terpaksa karena papa yang selalu menuntut Bagas!!! Dan kalau waktu bisa di putar kembali,Bagas gak akan pernah mau bertunangan apalagi sampai menikah dengan wanita ular itu!!!"


"Tutup mulut kamu Bagas!!! Jangan sembarangan kamu mengatai Sheilla. Kalau pak Anderson tau kamu mengatai putri tunggalnya,bisa habis kita semua Bagas.!!"


"Cih.." Bagas berdecih mendengar perkataan papanya yang sepertinya takut kehancuran menghampiri dirinya.


"Papa kira,Bagas bisa ada di negara ini karena apa?" Tanya Bagas sambil berjalan mendekati sang papa.


Papa Bagas mengernyitkan keningnya mencari tau alasan anaknya berada di negara ini.


"Karena Bagas udah bikin Sheilla hancur disana. Hahahaha!" Kata Bagas di akhiri tawa yang sangat menggelegar.


Mata papa Bagas pun membelalak mendengar perkataan Bagas.


"Ma..maksud ka..mu ngehancurin Sheilla apa?!"


"Kita lihat aja nanti." Jawab Bagas tak ingin memberitahu secara detail.


"Jangan macam-macam kamu Bagas!! Kalau pak Anderson tau,bisa habis kita semua!! Ingat Bagas,mama kamu lagi sakit dan kita butuh banyak biaya untuk pengobatan mama kamu!!" Kata papa Bagas mengingatkan.


"Apa papa bilang? Pengobatan mama?! Bukannya papa takut kalau papa gak bisa ngebiayain jalang papa ini!" Bagas menunjuk Silvia.


"Bagas mau lihat,apa jalang papa ini masih mau sama papa kalau papa jatuh miskin!!!" Kata Bagas lagi sambil menatap sinis Silvia.


Sedangkan yang di tatap sinis,tak bisa berkata apa-apa,ia hanya menelan slivanya susah payah. Otaknya sekarang jadi kepikiran jika pak Cakra betul jatuh miskin.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2