
"Udah akh malas ngomong sama kamu. Mending aku tidur!!!" Kata Risa,ia pun berdiri dari sofa tempat mereka duduk menuju kopernya dan mengambil baju tidur dari dalam koper.
"Siapin baju aku juga dong Ra." Kata Alex saat melihat Risa hendak masuk kedalam kamar mandi tanpa menyiapkan baju ganti Alex.
"Oh iya lupa. Sori belum biasa." Risa kembali memutar tubuhnya dan berjalan menuju koper Alex yang ia bawa saat ke kota M.
Saat membuka koper Alex,tiba-tiba saja emosi Risa langsung memuncak.
Pasalnya Alex mencampur pakaian bersih dengan pakaian kotor.
"Astaga...darl!!!! Ini kok pakaian kotor kamu campur sih sama pakaian bersih!!!" Teriak Risa kesal.
"Kok nyalahin aku sih?! Siapa suruh kamu gak beresin koper aku sebelum kita pergi!" Jawab Alex tak mau disalahkan.
"Ish kamu tuh bener-bener yah!!!" Geram Risa sambil menunjukkan kepalan tangan ke arah Alex.
Mau tidak mau Risa harus memisahkan pakaian bersih dan pakaian kotor Alex terlebih dahulu baru ia menyiapkan pakaian ganti Alex.
Setelah menaruh pakaian ganti Alex di atas tempat tidur,Risa pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sedangkan Alex,ia mengontrol tiga bengkelnya melalui email yang di kirim orang kepercayaannya untuk mengurus bengkel.
Malam ini sesuai janji Alex yang tidak akan menyentuh Risa sebelum mereka sah menjadi suami istri,dalam ranjang yang sama Alex dan Risa hanya tidur sambil berpelukan.
⭐⭐⭐⭐⭐
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Alex dan Risa sudah bersiap untuk pergi ke kantor catatan sipil.
Baru saja mereka sampai di lobi hotel,tiba-tiba saja ada seorang wanita memanggil nama Alex.
"Alex.." panggil wanita itu.
Alex dan Risa pun memutar tubuh nya untuk melihat siapa yang telah memanggil Alex.
"Mama.." lirih Alex.
Ya,wanita itu adalah mama Alex. Kemaren saat Alex pulang ke rumah orangtuanya setelah pulang kerja dan sebelum menjemput Risa di hotel, Alex memang sempat mengatakan pada sang mama kalau Risa tinggal di hotel xxx.
Alex dan Risa pun berjalan mendekati sang mama. Begitu pun sang mama yang berjalan mendekati Alex dan Risa.
"Mama ngapain disini? Kalau papa tau pasti mama kena marah sama papa."
"Mama kesini mau ketemu sama calon mantu mama. Kan semalem mama belum sempat kenalan sama calon mantu mama." Jawab mama Alex sambil melirik Risa.
"Kenalin saya mama nya Alex." Mama Alex menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Risa.
Risa pun menyambut baik tangan calon mama mertuanya.
"Clarisa tante." Kata Risa memperkenalkan dirinya.
"Jangan manggil tante dong,panggil mama aja,kan kamu calon istrinya Alex."
__ADS_1
"Iya mah." Kata Risa malu-malu.
Mama Alex tersenyum sambil mengelus rambut Risa.
"Kamu anak baik,mama yakin kamu bisa memberikan kebahagiaan untuk Alex." Kata mama Alex lagi.
"Kamu juga harus bahagiain wanita baik ini Lex. Jangan sakiti hatinya. Jangan jadi laki-laki yang mau menang sendiri. Jangan jadi seperti papa kamu,kamu kan sudah merasakan sendiri bagaimana tersiksanya batin mu saat papa kamu menguasai hidup mu." Kini mama Alex memberi nasehat untuk anaknya.
"Iya mah,itu pasti. Alex akan membahagiakan istri dan anak-anak Alex,Alex gak akan menjadi seperti papa yang arogan dan mau menang sendiri."
"Bagus. Oh..iya,kalian mau kemana?!"
"Kita mau ke catatan sipil mah,mau mendaftarkan pernikahan kita." Jawab Alex.
Bukannya marah atau terkejut,mama Alex malah tersenyum.
"Kalau gitu mama ikut,kalau mau mendaftarkan pernikahan kalian kan harus ada wali dan saksi. Masa kalian mau mendaftarkan pernikahan kalian hanya berdua saja."
"Astaga" Alex menepuk jidatnya,sangking tidak sabarannya menghalalkan Risa,ia sampai tidak kepikiran ke arah sana.
"Ya udah ayo mah." Ajak Alex.
"Tunggu.!" Risa menghentikan langkah Alex dan mamanya.
"Kenapa?!" Tanya Alex bingung.
"Terus dari pihak aku siapa?!"
"Gimana kalau si terong sama temen kamu yang kerja jadi caddy golf itu. Siapa namanya temen kamu itu?!"
"Ayu?!"
Alex mengangguk.
"Tapi aku gak punya kontak Ayu darl."
Mendengar Risa memanggil Alex dengan panggilan darl,mama Alex tersenyum tipis.
"Mama kenapa senyum-senyum?!"
"Mama cuma lucu aja Clara manggil kamu darl. Dadar gulung?!" Mama Alex cekikikan sendiri di akhir kalimatnya.
"Mama.." rengek Alex.
"Iya mah,aku juga geli manggil begitu,tapi Alexnya aja yang maksa manggil aku begitu." Sungut Risa pada calon mama mertua.
"Udah udah kok jadi bahas panggilan sayang Clara ke aku sih.!! Kita lagi bahas masalah wali dan saksi ini." Protes Alex agar obrolan mereka kembali ke topik.
"Kamu bilang gak punya kontak Ayu kan,gimana kalau kita datengin langsung ke tempat kerjanya?!" Usul Alex.
__ADS_1
Risa nampak ragu-ragu dengan usul Alex,pasalnya ia tidak ingin lagi menginjakkan kaki ke tempat itu apalagi kalau disana ia malah bertemu Bagas atau papa nya.
"Tapi nanti kamu yang turun cari Ayu yah,aku gak ikut."
"Iya sayang. Kamu nanti tunggu di dalam mobil aja sama mama." Kata Alex sambil mengusap rambut Risa.
"Ya sudah ayo,nanti keburu siang." Ajak mama Alex.
Mereka bertiga pun keluar dari dalam lobi hotel dan naik ke dalam mobil yang sudah Alex carter untuk satu hari ini. Mama Alex datang ke hotel dengan menggunakan taksi online,karena jika mama Alex di antar supir,pasti papa Alex akan tau kalau istrinya mendatangi anaknya.
"Ra,kamu hubungin si terong Ra,suruh dia siap-siap dateng ke catatan sipil." Pinta Alex sambil menyalakan mobilnya.
"Mas Lucky kan dokter darl,apa dia punya waktu hari ini?!" Jawab Risa ragu.
"Coba aja dulu." Kata Alex lagi.
Risa pun mengangguk. Ia pun mengeluarkan hp nya dari dalam tas untuk melakukan panggilan ke nomor dokter Lucky,namun sudah tiga kali Risa melakukan panggilan dokter Lucky tak menjawab. Risa pun memutuskan untuk mengirimkan pesan saja,dengan harapan dokter Lucky akan menghubunginya balik setelah membaca pesan dari Risa.
⭐⭐⭐⭐⭐
Kini mobil Alex sudah terparkir mulus di parkiran tempat kerja Risa yang lama.
"Kamu sama mama tunggu disini yah,biar aku ke dalam cari temen kamu itu."
Risa pun menganggukkan kepalanya. Setelah mendapat anggukkan dari Risa,Alex pun turun dari dalam mobil.
Sepuluh menit kemudian,Alex datang kembali. Namun ia datang tidak bersama Ayu.
"Ayu nya mana darl?!" Tanya Risa saat Alex sudah masuk dan duduk di kursi kemudi.
"Dia gak kerja lagi katanya,udah tiga hari dia resign." Jawab Alex dengan nada sedikit kecewa.
"Kamu gak tau dia tinggal dimana?!" Kini Alex bertanya pada Risa.
"Tau sih,tapi itu pun kalau dia belum pindah."
"Ya udah,kita coba aja datang kesana. Mudah-mudahan aja dia belum pindah." Kata Alex. Kemudian ia menyalakan mobilnya dan memasang gps untuk menunjukkan jalan menuju alamat tempat tinggal Ayu.
Setengah jam perjalanan mereka menuju rumah kontrakan Ayu. Kini mereka sudah sampai di depan pintu rumah.
Tok tok tok tok. Risa mengetuk pintu rumah Ayu.
Lama mereka mengetuk namun tak ada jawaban dari dalam.
"Mungkin teman kalian gak ada di rumah. Atau mungkin sudah pindah." Kata mama Alex menduga-duga.
"Mungkin aja. Ya udah kita cari alternatif lain aja." Alex sepakat dengan dugaan sang mama dan mengajak Risa untuk pergi dari rumah Ayu.
Namun baru saja Risa,Alex dan mama Alex memutar tubuh mereka,ada suara dari dalam rumah Ayu seperti sedang membuka kunci pintu. Sontak ketiga orang itu memutar lagi tubuh mereka menghadap pintu rumah Ayu.
__ADS_1
Ceklek. Pintu rumah Ayu terbuka.
Bersambung...