Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 42


__ADS_3

"Apa perlu besok aku antar kamu ke kota M?" Tanya dokter Lucky memecahkan keheningan.


Risa menggeleng.


"Gak perlu mas,aku bisa sendiri kok." Risa menolak halus tawaran dokter Lucky.


"Baiklah kalau itu mau mu,aku gak akan memaksa. Tapi besok biar aku antar kamu sampai bandara,gimana?!"


Risa pun menganggukkan kepala menyetujui tawaran dokter Lucky yang satu itu.


Setelah berbincang-bincang,dokter Lucky pun mengajak Risa ke toko ponsel sebelum Risa kembali ke kamarnya,agar dokter Lucky bisa terus berkomunikasi dengan Risa.


Dokter Lucky pun mengantar Risa kembali kehotel,ia hanya mengantar hanya sampai di lobi. Setelah Risa masuk ke dalam lift barulah dokter Lucky kembali menuju mobilnya. Karena hari ini dokter Lucky libur,jadi ia memilih untuk pulang kerumah orangtua. Dokter Lucky tidak tinggal dirumah orangtuanya,karena jarak rumah orangtuanya dengan rumah sakit yang sangat jauh,jadi dokter Lucky memutuskan untuk tinggal di mess yang disediakan oleh rumah sakit khusus untuk dokter-dokter yang belum berkeluarga seperti dokter Lucky.


⭐⭐⭐⭐⭐


Setelah satu jam berkendara,akhirnya dokter Lucky tiba dirumah orangtuanya. Setelah memarkirkan mobilnya,dokter Lucky pun turun dari dalam mobil dan melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.


"Mah..." dokter Lucky langsung memeluk sang mama yang sedang duduk santai sambil membaca majalah di halaman belakang.


"Astaga...kamu nih suka banget ngagetin mama!!! Kok tumben kamu dateng? Emangnya kamu libur?!"


"Iya mah..Lucky libur hari ini sama besok." Jawab Lucky sedikit berbohong. Karena sebenarnya ia libur hanya satu hari,tapi karena besok ia ingin mengantar Risa,jadi ia meminta izin untuk tidak masuk satu hari.


"Oh..! Kamu sudah makan?"


"Sudah mah. Oh iya,papa mana?!" Tanya dokter Lucky yang tidak melihat keberadaan papanya.

__ADS_1


"Papa mu ada seminar,kebetulan dia salah satu pembicaranya."


"Oh..."


"Kamu istirahat sana,nanti mama panggil kalau sudah jam makan malam."


"Oke. Lucky masuk kamar dulu yah mah..Muah.." Pamit dokter Lucky pada sang mama. Setelah berpamitan dengan sang mama,dokter Lucky pun melangkahkan kakinya menuju lantai dua tempat kamarnya berada.


Dokter Lucky adalah anak paling kecil dari tiga bersaudara dan dua saudara dokter Lucky semuanya laki-laki dan dua-duanya berprofesi sebagai dokter,hanya saja spesialis mereka yang berbeda-beda. Bukan hanya dokter Lucky dan kedua saudaranya yang berprofesi sebagai dokter,papa dokter Lucky pun juga seorang dokter spesialis bedah,tapi semenjak sang papa memiliki penyakit tremor,papa Lucky memilih pensiun dari dunia kedokteran. Dan memilih untuk menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi favorit dikota itu.


Malam hari pun tiba,kini dokter Lucky dan kedua orangtuanya sudah berkumpul di ruang televisi,setelah sebelumnya mereka makan malam bersama.


"Ky.." panggil sang papa pada dokter Lucky yang tengah asyik memainkan hp nya.


Dokter Lucky pun menoleh menghadap sang papa.


"Gimana sudah ada calon?!" Tanya sang papa dengan nada yang cukup serius. Ada kekhawatiran dalam diri sang papa,karena di umur sang putra yang hampir kepala empat,sang putra belum mendapatkan tambatan hati. Bahkan papa dokter Lucky pun tidak pernah mendengar sang putra memiliki hubungan khusus dengan seorang wanita.


Dokter Lucky menghela nafasnya,entah sudah berapa kali sang papa menanyakan ini padanya.


"Belum pah,belum ada yang cocok." Jawab dokter Lucky sekenanya.


"Kalau kamu nyari yang cocok,gak akan pernah nemu Ky. Sedangkan yang udah berumah tangga berpuluh-puluh tahun aja gak akan pernah cocok. Karena menikah itu bukan mencari kecocokan,melainkan menyatukan dua perbedaan."


"Iya pah,Lucky ngerti. Tapi mau gimana lagi kalau hati Lucky belum tergerak untuk memiliki pasangan."


"Ky..papa sama mama kan udah tua,mumpung kami masih ada di dunia ini,cepatlah cari pasangan hidup mu. Biar saat kami harus meninggalkan dunia ini,kami bisa tenang,karena kamu sudah ada yang mengurus." Kini mama dokter Lucky ikut buka suara.

__ADS_1


"Mama kok ngomongnya gitu sih. Gak boleh ngomong gitu akh.." jawab dokter Lucky sedikit kesal.


"Apa yang mama kamu bilang itu benar Ky,semua manusia kan pasti akan meninggalkan dunia ini,mama dan papa tinggal menunggu gilirannya saja." Timpal sang papa.


Dokter Lucky menghela nafasnya,ia tak bisa berkata apa-apa lagi.


"Iya mah..pah.. Nanti Lucky pikirin kata-kata mama dan papa. Tapi Lucky harap mama dan papa bisa bersabar sampai Lucky mendapatkan pasangan yang klik di hati Lucky." Kata dokter Lucky untuk sedikit meredakan kekhawatiran kedua orangtuanya.


"Apa kamu mau mama kenalkan sama anaknya temen mama? Mana tau aja,klik di hati kamu."


"Ma...Lucky gak mau di comblang-comblangin. Biar Lucky yang cari sendiri." Tolak Lucky tegas.


"Terus kalau kamu gak dapet yang klik di hati kamu,jadi mama sama papa sampai kapan harus menunggu kamu?!"


"Biar lah mah Lucky cari sendiri dulu. Tapi kalau dalam tiga bulan kamu tidak menemukan perempuan seperti yang kamu mau,kamu harus terima kalau mama dan papa yang akan mencarikan jodoh kamu gimana?!"


"Hah...tiga bulan pah?? Yang bener aja?!! Mana mungkin Lucky bisa mendapatkan wanita yang sesuai dengan kriteria Lucky dalam jangka waktu sesingkat itu. Tambah lagi lah pah waktunya.."


"Ky..kami sudah terlalu lama membiarkan kamu mencari wanita yang sesuai kriteria kamu,kalau kami tidak memberikan jangka waktu seperti itu,kami yakin kamu gak akan pernah serius mencari jodoh mu. Jadi tidak ada lagi yang namanya penambahan waktu." Kata sang papa tegas.


Mau tidak mau Lucky pun pasrah dengan keputusan sang papa. Kini ia harus memikirkan bagaimana caranya ia harus menemukan wanita yang bisa ia nikahi dan mau menerima segala kekurangannya.


Setelah pembahasan tentang jodoh itu selesai,dokter Lucky pun pamit kepada kedua orangtuanya untuk kembali ke dalam kamarnya.


Setibanya ia di dalam kamar,dokter Lucky langsung menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur,ia memejamkan matanya sambil memijat-mijat pelipisnya. Kata-kata kedua orangtuanya selalu terngiang-ngiang di telinganya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2