Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 11


__ADS_3

Hampir satu jam Bagas melampiaskan nafsunya pada Risa di dalam kamar mandi,kini mereka berdua sudah dalam keadaan rapih dan duduk di sofa ruang tamu.


"Mas.."


"Hemh.." jawab Bagas sambil memandang layar hp nya.


Risa menghela nafasnya,entah apa yang membuat Bagas bersikap dingin pada Risa,padahal keinginan Bagas agar Risa membuktikan cintanya dengan menyerahkan mahkotanya sudah Risa penuhi. Risa benar-benar heran,padahal sebelum Risa memberikan mahkotanya pada Bagas,Bagas adalah pria yang hangat bahkan Bagas selalu memanggil Risa dengan kata 'sayang'. Ingin sekali Risa menanyakan hal tersebut,namun Risa takut membuat Bagas tersinggung.


"Tadi aku telpon ke hp kamu kok gak aktif?" Pada kenyataannya,pertanyaan yang tidak penting itu lah keluar dari mulut Risa.


"Sengaja,karena aku lagi nganter mama berobat."


"Oooh..terus gimana keadaan mamanya mas Bagas?"


"Semuanya baik-baik saja."


Pada kenyataannya mama Bagas memang dalam keadaan baik-baik saja. Bagas memang mengantarkan sang mama ke rumah sakit,tapi bukan untuk memeriksakan penyakit komplikasi yang selalu Bagas katakan pada Risa namun hanya untuk medical check up bulanan.


"Syukur lah."


"Oh iya mas,ada yang mau aku tanyakan sama mas." Tiba-tiba Risa teringat akan perkataan Silvia yang mengatakan kalau Bagas memiliki tunangan yang berada di luar negri.


"Apa?"


"Apa benar mas Bagas memiliki tunangan?"


Deg..


Jantung Bagas kaget mendengar pertanyaan Risa,namun sebisa mungkin ia bersikap biasa saja agar Risa tak menaruh curiga padanya.


"Gosip dari mana itu?!" Dengan santainya Bagas malah bertanya balik pada Risa.


"Tadi aku bertengkar dengan Silvia,dan Silvia mengatakan kalau mas Bagas mempunyai tunangan." Kata Risa menerangkan.


"Apaaaa!!! Kamu bertengkar dengan Silvia?? Dimana?? Jangan bilang kamu bertengkar dengan Silvia di lingkungan tempat kerja??!" Tanya Bagas,ada rasa khawatir dalam diri Bagas,bukan karena pertunangannya Sheilla di ketahui Risa,melainkan karena hubungan Bagas dan Risa belum di ketahui oleh kedua orangtua Bagas. Walaupun semua karyawan di lapangan golf tau tentang hubungan Bagas dan Risa,namun dengan pintarnya Bagas menutupi hubungannya dengan Risa di depan orangtuanya,ditambah bantuan dari Adit yang membantu Bagas menutupi hubungannya dengan Risa.

__ADS_1


Walaupun papa Bagas adalah pemilik lapangan golf tempat Risa bekerja,namun papa Bagas tidak pernah sama sekali menginjakkan kaki di lapangan golf itu semenjak Bagas pulang dari Jerman tiga tahun yang lalu. Jika papa Bagas sampai mendengar keributan yang terjadi antara Risa dan Silvia,bisa-bisa hubungan diam-diam Risa dan Bagas akan terendus oleh papa Bagas.


Mendengar serentetan pertanyaan Bagas yang Risa nilai kalau Bagas mengkhawatirkan dirinya,dengan mantap Risa mengangguk. Karena Risa yakin,setelah ini pasti Silvia akan di pecat oleh Bagas.


Ternyata penilaian Risa salah,bukannya membela Risa,Bagas malah membentak dan memarahi Risa.


"Kamu tuh yah,kenapa sih harus bikin keributan di tempat kerja!!!! Kamu gak bisa apa jaga nama baik aku.!!! Seluruh karyawan kan tau hubungan kita,kalau sikap kamu seenaknya begini,itu sama aja kamu mencoreng nama baik aku,nama baik keluarga aku!!!!" Bentak Bagas,ia sampai berdiri dari sofa yang ia duduki dan menunjuk-nunjuk ke arah Risa sangking emosinya.


Tak terima dirinya di bentak-bentak oleh Bagas,Risa pun berdiri dari duduknya dan balik membentak Bagas.


"Kok kamu jadi salahin aku sih mas!!! Dia yang cari gara-gara duluan sama aku mas.!!!"


"Jelas aku salahin kamu,karena kamu malah terpancing sama kata-kata Silvia. Kamu udah tau Silvia orangnya kayak apa,tapi malah kamu ladenin.!!! Sekarang kalau udah kayak begini,aku juga yang malu kan!!"


Hati Risa benar-benar sakit karena Bagas sama sekali tak membelanya di tambah lagi kata-kata Bagas yang mengatakan kalau Bagas malu akibat ulahnya.


"Kamu jahat mas,harusnya kamu bela aku,aku kan pacar kamu!!!!" Kata Risa sambil bercucuran air mata.


"Akh udah lah.!!!! Aku mau pulang.!!! Aku udah gak niat berangkat kerja!!" Bagas berjalan menuju pintu tanpa menghiraukan Risa sama sekali.


Melihat kepergian Bagas yang sama sekali tak menghiraukan dirinya,tangis Risa semakin pecah.


🍀🍀🍀🍀🍀


Bagas mengendarai mobilnya menuju rumah orangtuanya. Ia sengaja tidak pergi ke lapangan golf,karena ingin memastikan apakah kabar perkelahian Risa dan Silvia sudah sampai ke telinga orangtuanya.


Mobil Bagas sudah sampai di halaman rumah orang tua Bagas. Papa Cakra dan Mama Rhena.


Bagas turun dari dalam mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah.


"Mama sama papa mana mbak?" Tanya Bagas pada Tika,asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman orangtuanya.


"Ada di halaman belakang den." Jawab Tika.


Bagas pun melangkahkan kakinya menuju halaman belakang tempat orangtuanya berada.

__ADS_1


"Loh kamu kok udah pulang Gas?" Tanya mama Rhena heran melihat putra semata wayangnya sudah pulang disaat waktu masih menunjukkan pukul tiga sore.


"Kangen mama." Kata Bagas sambil memeluk manja tubuh mamanya.


"Gimana di lapangan?" Tanya papa Cakra ditengah kemesraan anak dan istrinya itu.


"Aman pah." Jawab Bagas santai,ia berusaha menyamarkan kekhawatiran di hatinya.


Papa Cakra berdiri dari tempat duduknya.


"Ikut papa ke ruang kerja,ada yang mau papa bicarakan dengan mu."


Bagas mengernyitkan keningnya,ia takut kalau papa nya sudah mengetahui hubungannya dengan Risa.


"Tentang apa pah?"


"Tentang pernikahan mu dengan Sheilla." Bukan papa Cakra yang menjawab,malah mama Rhena lah yang menjawab rasa penasaran Bagas.


Bagas menghela nafasnya lega. Bagas pikir papa nya sudah mendengar kabar perkelahian Risa dan Silvia,kalau papanya sudah mendengar kabar itu otomatis papanya juga akan tau kalau dirinya dan Risa sedang menjalin hubungan.


Bagas pun mengikuti langkah papa nya menuju ruang kerja sang papa.


Mereka pun duduk berhadapan di sofa yang ada di ruang kerja papa Cakra.


Baru saja Bagas mendudukkan bokongnya di sofa itu,papa Cakra langsung melempar amplop cokelat ke hadapan Bagas.


"Ini apa pah?"


"Buka aja."


Bagas pun membuka amplop cokelat itu. Mata Bagas membulat sempurna melihat foto-fotonya dengan Risa.


"Papa tau kamu menjalin hubungan dengan caddy golf itu selama setahun ini."


"Ba...Bagas bisa jelasin pah." Kata Bagas terbata-bata,ia tak menyangka kalau ternyata selama ini bukan dirinya yang pintar menutupi hubungannya dengan Risa,namun ternyata papa nya lah yang pintar menyembunyikan informasi yang papa nya dapatkan.

__ADS_1


"Papa gak butuh penjelasan.!" Papa Cakra sejenak menarik nafasnya sebelum melanjutkan kata-katanya.


Bersambung...


__ADS_2