Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 68


__ADS_3

Bagas pun mendekati Sheilla dan merampas hp yang sedang di pegang Sheilla.


"Oke,aku minta maaf. Aku akan melakukan apa saja asal kamu jangan mengadu yang tidak-tidak sama papa kamu." Kata Bagas terpaksa menyesali perbuatannya.


"Cih..pecundang!!! Penjilat!! Gak bapaknya,gak anaknya sama aja tukang jilat!!!" Sheilla berdecih menatap Bagas.


"Aku mau hangout sama temen-temen aku,kamu beresin semua ini. Dan kamu bersihin apartemen aku ini sampe mengkilap.!!" Perintah Sheilla sambil menunjuk kamarnya yang sudah seperti kapal pecah.


Sontak mata Bagas membelalak mendengar perintah dari Sheilla,baru saja dirinya ingin protes,tapi Sheilla lebih dulu mengancamnya.


"Apa melotot-melotot? Gak terima? Mau protes!!! Hei jongos,sadar dari kamu!! Harusnya kamu bersyukur,aku udah mau nampung kamu disini,bisa makan dan tidur gratis lagi!! Atau kamu mau aku buat keluarga kamu jadi gembel hari ini juga?!"


Bagas menggelengkan kepalanya.


"Iya Sheil,akan aku bersihkan semuanya." Jawab Bagas pasrah dengan wajah tertunduk. Harga dirinya sebagai seorang suami dan laki-laki benar-benar sudah terinjak-injak oleh sikap dan ancaman Sheilla.


"Good boy.!! Kalau gitu aku pergi dulu." Kata Sheilla sambil mengambil tasnya.


"Bye..bye my servant..!!" Sheilla melambaikan tangannya pada Bagas dan keluar dari dalam kamarnya meninggalkan Bagas.


"Shiiit.!!!! Brengsek!!!" Umpat Bagas setelah Sheilla keluar dari dalam unit apartemennya. Ia pun mulai membereskan kamar Sheilla yang sangat berantakan itu.


⭐⭐⭐⭐⭐


Waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari waktu Paris,tapi Sheilla juga belum kembali. Bagas pun tak bisa tidur,bukan karena mengkhawatirkan Sheilla,melainkan tiba-tiba ia kembali teringat akan Risa. Sejak tadi Bagas mencoba menghubungi nomor Risa,namun nomor Risa yang pernah Bagas berikan tak aktif-aktif. Bagas pun membuka akun sosial media milik Risa,namun sepertinya Risa tidak pernah menggunakan akun itu karena sudah hampir setahun Risa tidak memposting apa-apa disana. Bagas pun mencoba mengirimkan pesan melalui akun sosial media Risa,berharap suatu saat Risa membaca pesannya.


"Gue kangen sama loe Ris." Lirih Bagas sambil memandangi foto Risa yang ada di dalam hp nya.


"Kalau gue tau hidup gue akan tersiksa begini,gue gak akan pernah mau nurutin bokap gue untuk nikahin Sheilla." Lanjut Bagas lagi.


Saat Bagas sedang tenggelam dalam penyesalan,tiba-tiba saja pintu apartemen berbunyi,dan bisa Bagas pastikan kalau yang datang itu pasti Sheilla.


Tadinya Bagas malas keluar kamar untuk menyambut Sheilla,tapi karena Bagas mendengar ada suara laki-laki yang datang bersama Sheilla,Bagas pun keluar dari dalam kamar karena penasaran. Apalagi samar-samar Bagas mendengar suara decapan seperti orang sedang berciuman ganas.

__ADS_1


Mata Bagas membelalak saat melihat Sheilla dan laki-laki itu sedang bercumbu dengan ganas. Pakaian atas Sheilla yang sudah terlepas,dan si laki-laki sedang menikmati pabrik susu milik Sheilla dengan ganas,dengan posisi Sheilla yang berada di pangkuan laki-laki itu.


"Sheilla!!!!" Teriak Bagas.


Sontak Sheilla dan laki-laki menoleh ke arah sumber suara.


"Siapa dia honey?!" Tanya laki-laki itu pada Sheilla. (Ceritanya tuh laki-laki ngomong dalam bahasa inggris,tapi othor langsung terjemahin deh dalam bahasa indonesia.)


"Bukan siapa-siapa honey." Jawab Sheilla. Ia tak memperdulikan kehadiran Bagas. Sheilla kembali menaruh mulut si laki-laki ke pabrik susunya. Mereka pun kembali melanjutkan percumbuan mereka.


Melihat Sheilla yang seolah tak menganggapnya,rahang Bagas mengeras,tangannya terkepal,ia langsung menghampiri Sheilla dan laki-laki itu.


"Sheilla.!!!! Sini kamu!!" Teriak Bagas sangat marah sambil menarik tangan Sheilla agar turun dari pangkuan laki-laki itu.


Sheilla langsung menepis tangan Bagas,ia pun turun dari pangkuan laki-laki itu dan menutup dadanya dengan bantal sofa.


"Hei..bro!!! Kamu siapa berani kasar dengan Sheilla." Tanya laki-laki itu,sepertinya ia sudah tersulut emosi saat Bagas mengganggu kesenangannya.


"Dia itu is...."


Plaaaak.


"Sheill.." lirih Bagas saat Sheilla mendaratkan tamparannya dengan mulus di pipinya.


"Denger yah,Erick ini kekasih aku. Jangan pernah coba-coba kamu kasih tau status hubungan kita pada Erick atau pada orang lain sekalipun!!! Ingat dengan perjanjian yang sudah kita buat!!!" Bentak Sheilla. Sheilla sengaja memakai bahasa negaranya saat bicara dengan Bagas agar Erick tidak tau apa yang sedang mereka bicarakan.


"Apa?? Kekasih?! Tapi aku suami kamu Sheil. Dan kamu bercumbu dengan laki-laki itu di hadapan aku. Di rumah kita."


Mendengar kata-kata Bagas,Sheilla tertawa terbahak-bahak sambil memberi tatapan remeh pada Bagas.


"Apa kamu bilang tadi? Rumah kita?!" Tanya Sheilla sambil mendekati Bagas.


"Heiiiy penjilat!!! Sadar diri kamu,ini apartemen aku,kamu disini gak lebih dari benalu!!! Dan satu lagi,aku sama sekali gak pernah menganggap kamu suami aku.!!!" Kata Sheilla merendahkan Bagas.

__ADS_1


Mendengar kata-kata Sheilla,Bagas menggertakan giginya mencoba untuk menahan emosi yang sudah di ubun-ubun.


"Kenapa gak suka? Ajuin perceraian aja kalau kamu gak suka sama kata-kata aku!!" Tantang Sheilla.


"Honey..apa sih yang kalian bicarakan?!" Tanya Erick penasaran.


Sheilla pun membalikkan tubuhnya menghadap Erick yang masih duduk di atas sofa.


"Bukan apa-apa kok honey." Jawab Sheilla sambil tersenyum manis pada Erick.


"Kalau dia kurang ajar kayak begitu,kenapa kamu gak pecat dia saja honey?"


"Sudah berkali-kali aku mecat dia honey,tapi dia yang mohon-mohon sama aku supaya tetap bekerja disini. Lagi pula,papa aku yang kirim dia buat jadi asisten aku. Aku bisa apa honey." Jawab Sheilla manja. Kini ia sudah kembali duduk di pangkuan Erick dan kembali membuka dadanya yang ia tutup dengan bantal sofa. Agar Erick bisa kembali bermain-main dengan dadanya.


Bagas menutup matanya saat istrinya dengan laki-laki lain secara terang-terangan bercumbu di depan matanya. Mau marah? Jelas Bagas tidak bisa,keselamatan keluarganya ada di tangan Sheilla. Harga diri Bagas sebagai seorang suami,benar-benar sudah terinjak-injak.


"Ngapain kamu masih disini? Mau nontonin kami bercinta?!" Tanya Sheilla sinis.


Bagas pun langsung masuk kembali kedalam kamarnya. Ia menutup pintu kamar dengan sangat kasar. Ia mengepalkan tangannya. Tiba-tiba saja ide cemerlang terlintas di otak Bagas.


Ia mengambil hp nya untuk merekam aksi tak terpuji Sheilla dengan laki-laki itu. Jika Bagas menyebar video itu,habislah karir Sheilla,pasalnya Sheilla terkenal sebagai model yang sopan santun,ramah dan sangat religius. Ia juga sering ikut dalam kegiatan amal.


Pelan-pelan Bagas membuka pintu kamarnya,ia mengendap-endap untuk mencari tempat persembunyian yang tepat untuk mengambil video,agar wajah Sheilla dan laki-laki itu sama-sama kelihatan.


Kini Sheilla dan Erick sudah sama-sama polos,dengan lincahnya Sheilla bergerak di atas Erick. Bunyi decapan,desahan dan erangan terdengar jelas di telinga Bagas. Gila memang,sebagai seorang suami Bagas hanya bisa pasrah saat melihat istrinya bercinta dengan laki-laki lain.


Bagas kembali teringat akan malam pengantinnya dengan Sheilla. Bagas pikir,Sheilla adalah wanita baik. Sampai tiba mereka melakukan hubungan intim,Bagas mendapati Sheilla yang sudah tidak perawan. Ingin rasanya Bagas marah karena mendapati Sheilla yang tidak suci lagi. Tapi ia cukup tau diri,karena dia juga bukanlah orang yang suci.


Setelah adegan panas itu berakhir,cepat-cepat Bagas masuk kembali ke dalam kamarnya meninggalkan sepasang manusia tak berakhlak yang sedang lemas karena percintaan panas mereka.


Ia menghempaskan tubuhnya di atas ranjang. Ia melihat hasil rekamannya.


"Kalau gue hancur,loe juga harus hancur.!!" Geram Bagas sambil meremas hp nya.

__ADS_1


Bagas pun menyimpan hp nya kembali ke tempat yang aman,karena Sheilla sama sekali tidak mengijinkan Bagas untuk memakai hp.


Bersambung...


__ADS_2