
Alex mengetuk pintu kamar hotel yang di dalamnya sudah ada Risa yang menunggu dirinya. Seperti biasanya,jika Risa sudah menyelesaikan tugasnya,Alex akan mendatangi Risa untuk berterimakasih dengan cara memanjakan Risa di atas ranjang.
Ceklek. Pintu kamar hotel itupun terbuka.
Nampak lah Risa sudah menggunakan lingerie yang sangat seksi. Membuat tubuh putih nan mukus itu terekspos.
Tak bisa Alex pungkiri,tubuh Risa benar-benar sudah menjadi candu untuknya. Tapi sayang Alex hanya menganggapnya partner di atas ranjang sekaligus partner untuk mendapatkan tanda tangan investor.
Alex masuk ke dalam kamar itu dan melangkahkan kakinya menuju sofa dan mendudukkan dirinya di atas sofa.
Risa mengikuti Alex dari belakang,dan mendudukkan dirinya di paha Alex.
"Gimana darl,mereka sudah tanda tangan kan?" Tanya Risa sambil tangannya melepaskan dasi yang masih melingkar di leher Alex.
Tangan Alex tak mau kalah dengan tangan Risa,dia mengusap punggung Risa dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya sedang bermain di paha mulus Risa.
"Kalau belum beres,gak mungkin gue disini sekarang Ra.." kini bibirnya sudah menjelajahi leher jenjang Risa.
Risa mendesah saat Alex memberi kissmark di lehernya. Permainan pun semakin memanas.
Saat tangan Alex sedang bermain-main dengan squishy kembar Risa,tangan Risa dengan lincahnya membuka ikat pinggang kemudian resleting celana Alex. Kini Alex sudah polos di bagian bawah.
Alex juga tak mau kalah lincah. Hanya dengan satu tarikan lingerie itu kini sudah teronggok di atas lantai. Kini di tubuh Risa hanya menempel pembungkus area inti saja saja,karena memang sebelumnya Risa tidak memakai penutup squishy kembarnya.
Tangan mereka pun saling menggapai ke titik yang bisa membuat mereka semakin terhanyut. Hasrat mereka sudah sama-sama meninggi,Alex membuka penutup terakhir yang menempel di bagian bawah Risa. Sedangkan Risa membuka satu persatu kancing kemeja Alex dengan cepat. Karena sudah sama-sama diburu gelombang yang sudah di ubun-ubun. Alex langsung membetulkan posisi duduk Risa. Dan menuntun pusakanya untuk masuk ke dalam lembah milik Risa.
Mereka pun sama-sama mendayung untuk mencapai pada pusat gelombang.
__ADS_1
"Punya loe enak banget Ra.." kata Alex di sela-sela pacuan mereka.
Alex menggendong Risa seperti bayi koala dan memindahkannya ke tempat tidur. Mereka melanjutkan dayungan mereka di atas tempat tidur.
Kini Alex yang memegang kendali,mendayung dengan sangat cepat ketika dirinya sudah memasuki area pusat gelombang.
"Ahhh darl aku..." kata Risa saat dirinya sudah hampir sampai pada pusat gelombang untuk yang ke tiga kalinya.
"Sama-sama Ra.." Alex membalas kata-kata Risa. Dan erangan panjang pun keluar dari mulut keduanya.
Alex menumpahkan benihnya di ladang Risa. Setelah milik Alex melemas,baru lah Alex mengeluarkannya dari dalam sana. Berbaring di samping Risa dan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya.
Risa merubah posisinya dengan memiringkan tubuhnya menghadap Alex.
Cup. Satu kecupan di pipi Alex mendarat mulus dari Risa.
Lalu Risa menaruh kepalanya di dada bidang Alex.
"I love you Lex." Kata Risa dalam hatinya.
"Gimana perkembangan hubungan mu dengan wanita itu?" Risa menahan rasa sakit di hatinya saat memberikan pertanyaan itu.
"Buruk. Semua gak berjalan sesuai kemauan gue." Jawab Alex,sambil matanya mengarah ke langit-langit kamar.
"Terus apa yang kamu rencanakan sekarang?" Risa penasaran rencana apa yang sedang Alex susun.
"Gue akan jebak dia,dan akan jadiin dia milik gue dengan paksa." Alex menyeringai licik.
__ADS_1
Risa mengepalkan tangannya. Otaknya pun berpikir cara yang harus ia lakukan untuk menggagalkan rencana Alex.
Alex dan Risa kembali melakukan pergumulan panas itu lagi dan lagi hingga subuh. Membuat tubuh keduanya kelelahan. Entah kenapa Alex sangat bernafsu malam itu,padahal biasanya Alex hanya melakukan dua atau tiga kali paling banyak. Tapi malam itu,Alex sangat ingin berlama-lama menikmati tubuh Risa bahkan tak ada rasa bosan dan lelah. Alex berhenti ketika melihat Risa yang sudah hampir pingsan meladeni Alex.
Mereka pun tertidur disaat waktu sudah menunjukkan pukul lima subuh.
Baru dua jam Alex tertidur,hp Alex berbunyi. Alex mengambil hp nya dari atas nakas.
"Halo." Jawab Alex dengan suara serak dan beratnya.
"Gimana boss,apa kita udah bisa beraksi?" Tanya orang suruhan Alex diseberang telpon.
Mendengar pertanyaan orang suruhannya,membuat Alex terduduk dan berpikir sejenak kapan waktu yang pas untuk melancarkan aksinya.
"Nanti siang aja. Loe siap-siap aja di Dirgantara Group." Jawab Alex setelah menemukan waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya.
"Siap boss."
Alex pun mengakhiri panggilan tersebut. Ia melihat jam yang tertera di hp nya. Sudah jam tujuh. Ia melihat ke arah Risa yang terlihat masih tertidur pulas. Ia mendekati wajah Risa dan menyelipkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah Risa di telinga Risa.
Cup. Alex mencium pipi kemudian kening Risa.
Lalu menurunkan kakinya ke atas lantai dan memunguti boxernya yang teronggok di lantai. Alex melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum berangkat bekerja.
Setelah Alex masuk ke dalam kamar mandi Risa langsung membuka matanya. Ia sudah bangun ketika Alex menerima telpon dari orang suruhan Alex.
"Nanti siang,Dirgantara Group? Apa sebenarnya rencana loe Lex??!!" Tanya Risa dalam hati,dia sangat penasaran dengan rencana Alex.
__ADS_1
"Gue akan ngikutin loe. Gak akan gue biarkan loe ninggalin gue,setelah apa yang udah gue kasih ke loe selama ini. Loe gak akan bisa milikin Nia dengan cara apapun!!!" Risa mengepalkan tangannya.
Bersambung...