
Melihat Dimas yang sudah keluar dan dirasa cukup aman,cepat-cepat Risa mengeluarkan kamera dari dalam tasnya dan meletakkan kamera itu ditempat yang ia rasa tepat untuk merekam dirinya dan Irlan nanti. Kamera sudah tersembunyi dengan baik,Risa pun kembali duduk di sofa.
Tak lama pelayan pun datang membawa minuman pesanan Risa beserta beberapa cemilan. Setelah meletakkan minuman dan beberapa cemilan di atas meja,pelayan itu pun keluar. Sambil menunggu Irlan,Risa pun mengeluarkan earphone bluetooth dari dalam tasnya dan memasangnya. Ia menyalakan musik yang saat ini mewakili isi hatinya.
Cinta Dalam Hati milik band Ungu.
Mungkin ini memang jalan takdir ku..
Mengagumi tanpa dicintai..
Tak mengapa bagiku..
Asal kau pun bahagia..
Dalam hidup mu,dalam hidupmu..
Telah lama kupendam perasaan itu..
Menunggu hati mu menyambut diriku..
Tak mengapa bagiku..
Cintai mu pun adalah..
Bahagia untuk ku,bahagia untuk ku..
Ku ingin kau tahu..
Diri ku disini menanti dirimu..
Meski kutunggu hingga ujung waktu ku..
Dan berharap rasa ini..
Kan abadi untuk selamanya..
Dan ijinkan aku..
Memeluk dirimu kali ini saja..
__ADS_1
Tuk ucapkan selamat tinggal..
Untuk slamanya..
Dan biarkan rasa ini..
Bahagia untuk sekejap saja..
Sangking asyiknya menikmati lagu,Risa sampai tidak sadar kalau orang yang ditunggunya telah datang. Merasa ada suara yang berdehem,Risa pun membuka matanya dan menoleh ke arah sumber suara. Mata Irlan dan Risa pun beradu pandang.
Risa berdiri dari tempat duduknya dan mendekat ke arah Irlan.
"Ah maaf,saya tidak sadar kalau pak Irlan sudah datang." Risa meminta maaf dengan nada suara yang dibuat semenggoda mungkin.
"Kenalkan nama saya Clara." Risa menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Irlan.
"Irlan" Irlan menyambut jabatan tangan itu.
"Silahkan duduk" Irlan meminta Risa untuk duduk di sofa di hadapannya.
Tapi Risa malah duduk tepat di samping Irlan.
Namun dengan cepat tangan Risa mencekal tangan Irlan.
"Duduk disini aja,saya gak suka bicara berhadapan dengan klien" kata Risa memberikan alasan.
Irlan menghela nafasnya. Ia sungguh malas harus berhadapan dengan wanita-wanita seperti Risa.
"Kalau gitu langsung saja." Pinta Irlan cepat.
Irlan pun memulai presentase nya,menerangkan fasilitas-fasilitas yang akan Risa dapatkan dari kafenya. Disaat Irlan menerangkan,Risa malah sengaja meliak-liukkan tubuhnya dengan erotis untuk menggoda Irlan. Membuat Irlan cepat-cepat menyelesaikan presentasenya.
"Saya rasa,anda sudah paham dengan penjelasan saya. Masalah administrasinya bisa anda bicarakan langsung dengan asisten saya. Permisi."
Saat Irlan hendak berdiri lagi-lagi Risa menahan tangannya. Dan tanpa tahu malu,Risa mengalungkan lengannya di leher Irlan.
Irlan membelalakkan matanya. Refleks ia mendorong tubuh Risa. Namun,karena Risa mengalungkan lengannya sangat kuat di leher Irlan,membuat kepala Irlan sedikit terdorong dan tanpa sengaja bibir Irlan menyentuh bibir Risa.
"Shiiiiit!!!" Umpat Irlan dalam hati. Lalu dengan kasar melepaskan tangan Risa dari lehernya.
__ADS_1
Irlan menatap tajam pada Risa.
"Cih...dasar wanita murahan!!!! Pengen banget loe gue tidurin,sampe-sampe loe pake cara murahan buat deketi gue hah...?" Bentak Irlan.
Irlan mencengkram dagu Risa.
"Denger yah,wanita sampah kayak loe jangan harap bisa dapet keuntungan dari gue!!!"
Lalu menghempaskan Risa sampai Risa jatuh tersungkur di lantai.
"Dan satu lagi,gue gak sudi kalau kafe gue di booking sama jalang kayak loe!!! Loe cari aja kafe yang lain!!"
Irlan langsung berlalu dari hadapan Risa,meninggalkan Risa yang masih dalam posisi tersungkur.
Setelah Irlan pergi,Risa langsung berdiri dan cepat-cepat mengambil kamera yang sebelumnya ia sembunyikan dan menaruhnya di dalam tas. Baru saja Risa ingin melangkahkan kakinya,Dimas dan dua orang security datang memaksa Risa keluar dari ruangan Irlan.
Begitu Risa keluar dari kafe milik Irlan,cepat-cepat Risa menyetop taksi. Risa pun mengeluarkan hp nya dan mengirimkan pesan pada Alex kalau ia sudah melaksanakan tugas yang Alex berikan.
Kini Risa sudah sampai di rumahnya,ia langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur,ia memejamkan matanya kembali teringat akan kata-kata Irlan sewaktu di kafe yang mengatai dirinya manusia sampah dan wanita murahan.
"Segitu hinanya kah aku sekarang?!" Lirih Risa,tak terasa air mata sudah mengalir di sudut matanya.
Ia berdiri dan berjalan menuju meja rias,ia melihat pantulan dirinya di cermin. Pakaian seksi yang ia kenakan saat ke kafe Irlan masih menempel ditubuhnya.
"Pantas orang menganggap ku hina,aku saja jijik melihat diri ku sendiri. Tapi...aku juga tidak pantas di sebut suci,karena memang aku bukanlah wanita suci lagi. Ayah..Bunda..maafkan Risa yang berubah menjadi seperti ini,Risa hanya ingin Alex selalu berada di sisi Risa. Hanya Alex yang bisa membuat Risa merasa sangat di cintai."
Saat Risa sedang bermonolog dengan di depan cermin,tiba-tiba hp nya berbunyi. Risa mengambil hp nya dari dalam tas,tertera nama Alex yang melakukan panggilan telepon.
"Gimana?" Tanpa basa-basi,Alex menanyakan hasil kerja Risa.
"Beres. Gue tunggu nanti malam jam delapan di hotel xxx." Jawab Risa.
Alex pun mengakhiri panggilan teleponnya dengan Risa.
Risa menghela nafasnya,rasanya ia sudah tidak tahan jika harus menjalin hubungan tidak sehat seperti ini.
"Semoga kamu cepat hadir di dalam sini." Risa berdoa agar dirinya segera hamil. Sudah sebulan Risa melepaskan iud di rahimnya tanpa sepengetahuan Alex,karena tujuannya sekarang adalah untuk hamil anak Alex dan memiliki Alex seutuhnya.
Bersambung...
__ADS_1