Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 59


__ADS_3

Namun baru saja Risa,Alex dan mama Alex memutar tubuh mereka,ada suara dari dalam rumah Ayu seperti sedang membuka kunci pintu. Sontak ketiga orang itu memutar lagi tubuh mereka menghadap pintu rumah Ayu.


Ceklek. Pintu rumah Ayu terbuka.


"Ayu.." lirih Risa saat melihat Ayu keluar dari dalam rumahnya.


"Risa." Ayu pun mendekati Risa dan memeluknya. Tiba-tiba saja Ayu langsung menangis dalam pelukan Risa.


"Kamu kenapa Yu?!" Tanya Risa sambil mengelus punggung Ayu.


"Aku....aku...huaaaaah.." Ayu malah makin menangis dalam pelukan Risa.


"Kamu bawa teman mu masuk Clara,gak enak di dengar tetangga." Suruh mama Alex.


Risa pun menuruti kata mama Alex dan membawa Ayu masuk ke dalam rumahnya.


Setelah sampai di dalam rumah,Risa mendudukkan Ayu di atas sofa. Hanya ada satu sofa panjang di dalam rumah kontrakan Ayu yang kecil itu. Mama Alex pun langsung menuju dapur untuk membuatkan teh untuk Ayu.


"Kamu kenapa Yu? Kamu sakit?!" Tanya Risa khawatir.


"Huaaaaa" Ayu kembali histeris.


"Cup cup cup. Udah Yu..udah. Jangan nangis terus. Daripada kamu nangis-nangis kayak gini,mendingan kamu cerita sama aku apa yang terjadi."


Perlahan Ayu pun menghentikan tangisnya,ia menyeka air mata yang sudah membasahi pipinya.


"Aku....aku... aku gagal nikah sama pacar aku Ris." Dengan terisak,Ayu menjelaskan penyebab ia menangis.


Alex dan Risa pun menganga mendengar kata-kata Ayu.


"Kok bisa Yu?" Tanya Risa penasaran.


"Dia hamilin perempuan lain. Padahal undangan udah di cetak. Dan pernikahan kami sebulan lagi."


Risa menghela nafasnya,ia tau bagaimana sakitnya di khianati oleh orang yang sangat di cintai. Apalagi Risa tau hubungan Ayu dan kekasihnya sudah lebih dari tiga tahun.


"Sabar yah Yu,anggap aja kamu gak berjodoh dengan pacar kamu. Tuhan udah nunjukkin sama kamu seperti apa wujud asli laki-laki yang kamu sangat percayai selama ini." Kata Risa mencoba menenangkan Ayu.


"Tapi aku malu Ris. Temen-temen di tempat golf udah tau kalau aku mau nikah. Makanya aku resign,biar gak ada yang gunjing aku."


"Lebih baik malu Yu,daripada nanti kamu tersiksa seumur hidup. Malu gagal nikah cuma sebentar kok Yu,dibanding sama malu gagal mempertahankan rumah tangga."


"Iya kamu bener Ris. Oh iya,kamu ada perlu apa kesini?!"


"Ah...itu.." Risa nampak ragu mengutarakan tujuannya mencari Ayu. Apalagi dengan kondisi Ayu yang seperti ini. Melihat Risa yang tak kunjung bicara,Alex pun membuka suaranya.


"Kita datang kesini mau minta tolong sama loe buat jadi...." kata-kata Alex langsung di potong oleh mamanya yang datang dari dapur dengan membawa teh untuk Ayu.


"Kebetulan kami lewat sini dan Clara bilang dia punya teman di daerah sini,jadi kami mampir." Kata mama Alex sambil meletakkan teh di atas meja. Mendengar kata-kata sang mama,Alex membulatkan matanya.

__ADS_1


"Di minum teh nya,biar lebih tenang." Kata mama Alex lagi pada Ayu.


"Makasih tante. Maaf jadi ngerepotin. Harusnya kan saya yang menyuguhkan minuman untuk tante,ini malah tante yang membuatkan teh untuk saya." Kata Ayu tak enak hati.


"Mah..." panggil Alex pada sang mama. Ia pun melototkan matanya pada sang mama untuk memberi kode agar mengatakan pada Ayu tujuan mereka datang kerumah Ayu.


Tau maksud dari pelototan mata putrannya,mama Alex malah melototkan matanya balik.


"Ra,mama pulang duluan yah,takutnya nanti papa nya Alex nyariin mama. Kamu temenin dulu temen kamu ini sampe lebih tenang. Urusan kita hari ini,kita tunda aja sampe besok." Pamit mama Alex pada Risa.


"Tante pulang dulu yah nak Ayu." Kini mama Alex berpamitan pada Ayu.


Mama Alex pun berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Alex.


"Anter mama yah Lex sampe mama dapet taksi." Kata mama Alex pada putranya.


Alex pun menganggukkan kepalanya dan berdiri dari duduknya untuk mengantar sang mama.


"Mama kok pulang? Udah gitu kenapa mama ngomong gitu tadi?" Protes Alex saat sudah berada di luar rumah Ayu.


"Ish...kamu tuh gak peka banget sih!! Ayu itu lagi patah hati,kalau kalian bilang niat kalian datengin dia untuk kalian jadiin saksi pernikahan kalian,apa gak makin sakit hati dia." Mama Alex memberikan alasannya.


"Itu mah urusannya dia mah.!" Jawab Alex tak mau tau.


"Hush gak boleh gitu!! Kamu udah mau jadi suami,harus belajar peka dengan sekitar mulai sekarang. Gimana kamu mau jadi suami yang baik kalau sama orang-orang sekitar kamu aja kamu gak mau peduli. Kasihan istri kamu nanti kebanyakan makan hati nikah sama kamu!!" Kata mama Alex menasehati putranya.


"Iya mah,maaf."


"Iya juga yah,si terong kan belum ngasih kabar." Gumam Alex dalam hati. Raut wajahnya pun berubah menjadi kecewa,karena niatnya ingin cepat-cepat menghalalkan Risa harus tertunda.


"Sabar Lex,kan masih ada hari esok." Kata sang mama mencoba menghibur anaknya yang sedang kecewa.


"Iya mah,Alex sabar kok." Jawab Alex. Padahal dalam hatinya,ia terus berdoa agar cukup hari ini saja tertundanya,jangan sampai tertunda berlarut-larut.


🍀🍀🍀🍀🍀


Setelah mengantar sang mama sampai naik ke dalam taksi,Alex pun kembali ke rumah Ayu. Setibanya Alex di rumah Ayu,Alex melihat Ayu sudah lebih tenang dari saat pertama mereka datang.


"Ra,si terong belum ngasih kabar?!" Tanya Alex. Ia masih berharap hari ini ia bisa mendaftarkan pernikahannya dengan Risa.


"Astaga...aku lupa. Aku dari tadi gak liat hp."


"Ya udah coba periksa,manatau si terong udah ngabarin.!"


Risa pun langsung mengambil hp nya dari dalam tas,dan benar saja ada lima panggilan tak terjawab dan satu pesan dari dokter Lucky. Risa pun langsung membuka pesan itu.


"Aku ada di rumah sakit xxx,mama aku kena serangan jantung." Begitulah isi pesan yang dokter Lucky kirimkan pada Risa.


Mata Risa membulat saat membaca pesan dari dokter Lucky.

__ADS_1


"Kenapa Ra?!" Tanya Alex dan Ayu bersamaan.


"Mamanya si terong..eh..maksudnya mamanya mas Lucky masuk rumah sakit darl,kena serangan jantung." Jawab Risa gugup. Sangking gugupnya,ia sampai ikut-ikutan memanggil dokter Lucky dengan julukan si terong.


"Wah..pasti si terong udah ngenalin terong lainnya ke orangtuanya. Makanya mamanya jadi kena serangan jantung."


"Jadi gimana ini?!" Tanya Risa panik.


"Ya mau gimana,biar aja lah Ra,kita gak usah ikut campur!!" Jawab Alex acuh.


"Darl!! Gak boleh gitu,mas Lucky kan temen kita darl!! Kita kerumah sakit yuk,liat kondisi mamanya mas Lucky." Ajak Risa.


"Akh..males lah!!" Tolak Alex.


"Darl!!!" Bentak Risa sambil memberi tatapan membunuh pada Alex.


Mendapat tatapan tajam dari Risa,Alex pun mengalah dan menyetujui ajakan Risa.


"Ya udah ayo lah." Alex pun berdiri dari duduknya.


"Kamu ikut kita yah Yu. Aku gak tenang ninggalin kamu sendiri disini dalam keadaan kamu yang kayak gini." Kini Risa juga mengajak Ayu.


"Tapi aku belum mandi Ris."


"Gak usah mandi,cuci muka sama sikat gigi aja. Sana cepetan,aku tungguin disini."


Ayu pun bangkit dari sofa,menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan bersiap-siap.


Setelah hampir dua puluh menit menunggu,akhirnya Ayu pun siap untuk ikut dengan Risa dan Alex kerumah sakit.


"Kita kerumah sakit mana Ra?" Tanya Alex. Kini mereka sudah berada di dalam mobil.


"Rumah sakit xxx darl." Jawab Risa.


Alex pun menyalakan mobilnya dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit xxx.


Setelah empat puluh lima menit dalam perjalanan,akhirnya mobil Alex tiba di rumah sakit xxx tempat mama dokter Lucky di rawat.


Dengan tergesa-gesa Risa dan Ayu masuk ke dalam rumah sakit. Ia langsung menuju kamar rawat mama dokter Lucky yang sebelumnya dokter Lucky sudah beritahu saat Risa menelpon dokter Lucky waktu mereka masih dalam perjalanan.


"Mas Lucky." Panggil Risa saat melihat dokter Lucky yang duduk di depan kamar rawat sang mama.


Dokter Lucky pun menoleh ke arah sumber suara.


"Clara." Lirih dokter Lucky,ia pun berdiri untuk menghampiri Risa yang sedang berjalan ke arahnya.


"Ra...mama aku Ra.." tangis dokter Lucky pecah seketika di dalam pelukan Risa.


Alex yang berada agak jauh di belakang Risa langsung berlari ke arah Risa dan dokter Lucky saat melihat dokter Lucky memeluk Risa.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2