Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 20


__ADS_3

Alex pun keluar dari dalam ruang kerja sang papa. Melangkahkan kakinya menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya dari sisa percintaannya dengan Risa sebelum ia pergi ke kantor walaupun jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.


Alex melihat pantulan tubuhnya dari cermin,terlihat banyak bekas cakaran di dada dan punggungnya akibat malam panasnya dengan Risa. Ia kembali mengingat percintaannya dengan Risa,ada gelenyar aneh seakan menggelitik dadanya saat mengingat senyum indah Risa. Entah kenapa hati kecil Alex mengatakan Risa adalah bukan wanita jalang seperti yang ia pikirkan.


"Loe cantik Ra. Tapi sayang,gue cuma bisa anggap loe sebatas partner ranjang. Karena sekarang ada wanita yang sedang gue tunggu. Dan hanya wanita itu lah satu-satunya jalan agar bokap gue bisa ngehargain dan bangga sama gue." Alex bermonolog di depan cermin.


Alex pun melanjutkan membersihkan tubuhnya di bawah guyuran shower.


Tak jauh berbeda dengan Risa yang kini tengah menatap pantulan dirinya dari cermin setibanya ia berada dirumah. Sama dengan Alex yang merasakan gelenyar aneh di dalam dadanya,Risa merasa dirinya sudah menyukai Alex.


"Apa benar aku udah menyukai Alex,atau perasaan ini hanya sekedar perasaan semu karena kehangatan yang Alex berikan setelah hati ku terluka." Risa bertanya-tanya dalam dirinya sendiri.


"Tapi jujur,aku sangat nyaman bersamanya. Biarlah Alex menganggap ku wanita jalang,yang penting aku bisa merasakan kenyamanan seperti ini lagi." Sepertinya nasib buruk yang menimpa Risa bertubi-tubi membuat Risa haus akan kasih sayang.


Risa pun memutuskan untuk terus berada di dekat Alex menjadi partner kerja Alex.


Risa mengambil hp nya dan membuka kembali chat yang di kirimkan Alex mengenai profil investor yang akan Risa temui untuk bernegosiasi.


Tak ingin menunggu lama,Risa mengganti bajunya dengan pakaian yang sedikit formal untuk bertemu dengan investor itu di kantornya.

__ADS_1


Risa menemui klien pertama yang bernama pak Wijaya,laki-laki yang berumur kurang lebih lima puluh tahunan. Tak seperti yang Risa pikirkan,ternyata bernegosiasi mengenai bisnis sangat lah susah. Tapi Risa tak menyerah,ia terus memohon pada pak Wijaya untuk mau melanjutkan kerjasamanya dengan AB Properti milik papa Alex.


"Baik lah kalau kamu mau saya menandatangani kontrak dengan AB Properti,kamu harus bisa memuaskan saya di atas ranjang. Gimana,apa kamu bersedia?" Tanya pak Wijaya sambil merapatkan duduknya dengan Risa dan merangkul bahu Risa.


Risa menarik nafasnya dalam-dalam untuk menahan emosi yang sudah di ubun-ubun mendengar kata-kata si tua bangka itu. Sekalipun ia pernah menjadi caddy golf dan sering manemani tamu VIP yang rata-rata berumur empat puluh tahun ke atas, tapi tak ada satu pun tamu-tamu nya yang berani berbuat kurang ajar padanya dengan kata-kata maupun perlakuan yang merendahkan dirinya.


Tak mau langsung mengiyakan ajakan si tua bangka,Risa memutar otaknya untuk memikirkan cara licik agar si tua bangka itu menandatangani kontrak tanpa harus Risa menyerahkan tubuhnya pada si tua bangka itu. Risa tersenyum penuh arti saat sudah menemukan cara itu.


"Oke,aku setuju. Aku tunggu om di hotel xxx nanti malam jam delapan. Om bisa hubungin aku ke nomor ini kalau om udah sampai,biar aku kasih tau nomor kamarnya." Kata Risa dengan genitnya,sambil tangannya mengelus paha si tua bangka.


"Kenapa harus nanti malam? Bagaimana kalau kita langsung ke hotel sekarang.?" Pak Wijaya membalas mengelus paha Risa. Untung saja tadi Risa memakai celana panjang,jadi tangan laknat si tua bangka tidak langsung menyentuh kulit pahanya.


Akhirnya si tua bangka itu pun menuruti kata-kata Risa untuk bertemu di hotel nanti malam. Risa pun berdiri dari tempat duduknya dan keluar dari dalam ruangan pak wijaya. Sebelum keluar dari ruangan si tua bangka itu,Risa tak lupa memberikan nomor hp nya pada pak Wijaya.


Risa bernafas lega sambil memegang jantungnya yang berdegup sangat kencang saat dirinya sudah berada di dalam taksi. Ia tak menyangka kalau dirinya harus sampai sejauh itu memainkan drama demi membantu Alex mandapatkan tanda tangan kontrak. Tapi ia sudah terlanjur berjanji pada Alex untuk membantu,jadi mau tidak mau ia harus maju terus dan pantang mundur,meski dirinya harus menggunakan cara licik sekalipun.


⭐⭐⭐⭐⭐


Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam,kini Risa sudah berada dalam kamar hotel tempat ia dan pak Wijaya janji bertemu. Risa sengaja datang lebih awal untuk menyeting kamera tersembunyi yang akan ia gunakan untuk merekam gerak-gerik pak Wijaya. Nanti Risa akan membuat pak Wijaya seolah-olah memperkosanya,dan akan menjadikan rekaman itu sebagai alat untuk memaksa pak Wijaya menandatangani kontrak kerjasama dengan AB Properti.

__ADS_1


Baru saja Risa selesai menyetting letak kamera,hp Risa berbunyi. Risa pun mengambil hp nya yang ada di dalam tasnya. Ada panggilan dari nomor tidak dikenal,Risa yakin kalau itu adalah nomor pak Wijaya. Risa pun menggeser tombol hijau di layar hp nya.


"Halo.." sapa Risa dengan nada yang seksi.


"Ini saya Wijaya,saya sudah di lobi."


"Oh..om Wijaya. Aku ada di kamar nomor xxx om."


"Oke. Saya segera kesana." Pak Wijaya pun langsung mengakhiri panggilannya dan bergegas naik ke lantai atas di mana unit kamar Risa berada.


"It's show time." Kata Risa sambil tersenyum penuh arti setelah panggilan itu berakhir.


Risa sengaja memakai pakaian formal,jadi jika nanti pak Wijaya berkilah bahwa Risa yang duluan menjebak. Risa akan mengatakan bahwa pak Wijaya lah yang meminta Risa datang ke hotel itu untuk membicarakan pekerjaan. Apalagi Risa mereservasi kamar hotel atas nama pak Wijaya.


Tok tok tok. Bunyi ketukan pintu kamar Risa.


Risa menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya kasar.


"Ayo Risa,kamu bisa.!!! Bukan demi Alex,tapi ini juga demi memberi pelajaran pada laki-laki hidung belang sejenis pak Wijaya.!!" Kata Risa sambil mengepalkan kedua tangannya untuk menyemangati dirinya sendiri.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2