Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 70


__ADS_3

Sheilla yang sudah tidak tahan,langsung mendudukkan dirinya dan menangkup wajah Bagas dan meraup bibir Bagas secara ganas. Tak bisa di pungkiri,jiwa kelaki-lakian Bagas langsung meronta-ronta saat Sheilla berinisiatif lebih dulu. Bagas pun membalas permainan lidah Sheilla tak kalah ganas.


Saat ciuman mereka semakin dalam dan tangan keduanya juga sudah mulai menjelajah kemana-mana,tiba-tiba saja hp Sheilla berbunyi.


Sheilla langsung mengambil hp nya di atas nakas,dan terlihat nama sang manajer tertera di layar hp. Sheilla pun menggeser tombol hijau untuk menjawab panggilan dari sang manajer. Sedangkan Bagas turun dari atas dan duduk di sofa yang ada di kamar tidur itu sambil mengelus-elus benda pusakanya.


"Halo.." jawab Sheilla dengan nafas yang sudah ngos-ngosan.


"Sudah jam berapa ini,kok kamu belum datang?!" Tanya sang manajer dari seberang telepon.


Sheilla menepuk jidatnya,gara-gara permainan Bagas yang membuatnya melayang,Sheilla sampai lupa kalau hari ini dia ada pemotretan. Sheilla melihat jam yang ada dinding kamarnya sudah hampir jam sepuluh,lalu bola matanya beralih menatap Bagas yang sedang memperhatikan dirinya dari sofa.


Ia menggigit bibir bawahnya saat melihat senjata Bagas yang sudah siap tempur,rasanya Sheilla tak ingin melewatkan untuk bermain bersama senjata Bagas yang pernah memabukkan dirinya di malam pengantin mereka.


Sheilla nampak berpikir sejenak,keputusan mana yang akan ia ambil.


"Kita undur sampai jam dua. Aku ada urusan yang lebih penting yang harus aku urus." Kata Sheilla mantap dengan keputusannya.


"Tapi Sheill.." tak ingin mendengar ocehan sang manajer,Sheilla langsung mengakhiri panggilan telepon dari sang manajer.


Ia pun meletakkan kembali hp nya di atas nakas dan turun dari atas ranjang untuk menghampiri Bagas.

__ADS_1


Bagas tersenyum licik saat mendengar Sheilla lebih memilih untuk bercinta dulu dengannya dibanding pemotretan.


Sheilla berjalan dengan langkah seksi ke arah Bagas. Dia pun berjongkok di depan Bagas dan mulai membelai sanjata Bagas yang sudah sangat tegang. Perlahan tapi pasti,Sheilla yang awalnya hanya membelai,kini ia sudah memasukkan senjata Bagas ke dalam mulutnya dan mulai memainkan benda itu dengan lidahnya.


Bagas memejamkan matanya. Sheilla benar-benar seorang profesional.


"Oooh Shiiit!!!" Desah Bagas. Rasa yang baru pertama kali Bagas rasakan,karena dengan mantan-mantan Bagas sebelumnya,Bagas tidak pernah mendapat servis seperti ini.


Melihat Bagas yang sudah merem melek,Sheilla menghentikan aksinya. Ia pun berdiri dan mulai menduduki paha Bagas. Dengan tangannya,ia menuntun senjata Bagas untuk masuk ke dalam goa yang sesungguhnya. Meskipun tadi malam Erick sudah menggempurnya sebanyak tiga kali,tapi karena ia mengingat permainan Bagas saat malam pengantin mereka,Sheilla pun ingin sekali merasakan permainan Bagas lagi.


"Sheill tunggu." Tangannya menahan tangan Sheilla yang ingin memasukkan senjatanya di dalam goa Sheilla.


"Kenapa?!" Tanya Sheilla.


"Mampus kau jalang!!" Umpat Bagas sambil memakai pengaman itu ke senjatanya.


Setelah memakaikan pengaman ke senjatanya,Bagas pun keluar dari dalam kamarnya dan masuk kembali ke kamar Sheilla. Ia kembali mendudukkan dirinya di sofa. Dan Sheilla kembali menaikki paha Bagas dan menuntun senjata Bagas untuk masuk ke dalam goa nya.


"Ssshhh ahh." Desah keduanya saat senjata Bagas terbenam sempurna di dalam goa Sheilla.


Dengan lincahnya Sheilla meliak-liukkan tubuhnya di atas Bagas.

__ADS_1


"Apa kamu masih mau buat perhitungan sama aku?!" Tanya Bagas di tengah-tengah kegiatan panas mereka.


"Itu tergantung kamu. Tergantung,apa permainan kamu bisa lebih hebat daripada permainan Erick." Jawab Sheilla dengan nafas yang terengah-engah.


"Cih..dasar jalang!!! Bisa-bisanya dia bandingin suaminya sendiri dengan selingkuhannya.!!" Umpat Bagas dalam hati.


"Memangnya permainan Erick gak memuaskan?!" Tanya Bagas lagi,hanya kalimat itu yang bisa keluar dari mulut Bagas. Ia tak ingin merusak rencananya yang sudah setengah jalan kalau ia protes karena Sheilla membandingkan dirinya dengan selingkuhannya.


"Memuaskan. Tapi hanya sekedar memuaskan. Aku butuh yang lebih dari sekedar memuaskan,permainan kamu yang mampu buat bulu kuduk ku berdiri seperti saat malam pengantin kita. Aku ingin merasakan itu lagi." Akhirnya Sheilla mengakui kehebatan Bagas.


"Oke baby,aku akan berikan apa yang kamu mau." Bisik Bagas di telinga Sheilla. Dengan posisi senjata yang masih terbenam,Bagas berdiri dan menggendong Sheilla layaknya anak koala dan membaringkan Sheilla di atas ranjang. Permainan panas mereka pun di mulai.


Setelah hampir satu jam bertukar keringat dan bertukar sliva,akhirnya Bagas ambruk diatas tubuh Sheilla. Ia tak langsung mengeluarkan senjatanya dari dalam goa. Setelah senjatanya melemas dan kembali ke bentuk semula,Bagas pun mengeluarkan senjatanya dan berjalan ke kamar mandi. Dengan tujuan,agar Sheilla tak menyadari kalau pengaman yang pakai sudah berlubang.


Bagas sengaja melakukan itu,karena Bagas ingin membuat Sheilla hamil. Jika Sheilla hamil,Bagas akan meninggalkan Sheilla dan kembali ke negaranya. Bagas tidak ingin bertanggung jawab atas anak yang di kandung Sheilla dan jika orangtua Sheilla menuntut,Bagas akan memberikan bukti rekaman Sheilla yang sedang bercinta dengan laki-laki lain kepada orangtuanya.


Bagas pun keluar dari dalam kamar mandi setelah membersihkan tubuhnya dari sisa percintaan mereka.


"Sudah hampir jam dua belas,kamu gak siap-siap?!" Tanya Bagas saat melihat Sheilla yang masih berbaring di atas ranjang,tampaknya ia masih sangat lemas.


"Sebentar lagi,aku mau istirahat dulu."

__ADS_1


"Oke,nanti aku bangunin setengah jam lagi. Aku buatin makan siang dulu." Bagas pun keluar dari dalam kamar Sheilla dan berjalan menuju dapur.


Bersambung...


__ADS_2