Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 17


__ADS_3

Tanpa berkenalan atau sekedar berbasa-basi. Alex langsung membawa Risa keluar dari dalam club malam.


Risa yang sudah dalam keadaan mabuk,menurut saja saat Alex membawanya keluar dari dalam club.


Alex memasukkan Risa kedalam mobilnya,setelah memasangkan seatbelt untuk Risa,Alex memutar langkahnya dan membuka pintu sebelah kanan mobilnya. Ia pun mengendarai mobilnya menuju hotel terdekat. Tak butuh waktu lama untuk tiba di hotel terdekat,karena malam yang sudah larut membuat jalanan yang di laluinya bebas kemacetan.


Alex pun langsung memesan kamar. Setelah kunci kamar sudah tangan Alex. Alex menggendong Risa yang sudah tak sadarkan diri itu ala bridal style.


Setelah sampai di dalam kamar,Alex langsung menerkam tubuh Risa layaknya seekor singa yang kelaparan. Merasa ada yang menyedot pabrik susunya,pelan-pelan Risa membuka matanya,namun ia belum sadar betul dengan kejadian yang ia alami sekarang,di bawah alam sadarnya Bagas lah yang sedang melakukan hal itu padanya. Ia pun menikmati bahkan mendesah saat merasakan lidah yang sedang bermain-main di puncak dadanya.


Mendengar suara desahan Risa,Alex mengangkat wajahnya dari sumber susu milik Risa. Ia melihat Risa sudah membuka matanya. Risa pun melihat Alex. Mata mereka bertemu. Ada perasaan aneh di antara keduanya saat mata mereka bertemu. Risa yang belum sadar seutuhnya pun bisa merasakan kalau pancaran mata itu bukan milik Bagas. Alex langsung menerkam bibir Risa dan **********,bahkan lidah Alex sudah merangsek masuk kedalam rongga mulut Risa. Permainan Alex yang sangat lembut membuat Risa terbuai,ia tambah yakin kalau laki-laki yang ada di atas tubuhnya bukan Bagas karena permainan Bagas tak pernah selembut ini padanya. Risa kembali memejamkan matanya untuk menikmati kelembutan-kelembutan yang Alex berikan di setiap sentuhannya pada tubuh Risa.

__ADS_1


Setelah tubuh mereka sudah sama-sama panas,Alex pun menggiring Risa untuk masuk ke dalam permainan yang sesungguhnya,Alex memasukkan miliknya ke dalam milik Risa,tak perlu susah payah untuk Alex karena milik Risa sudah tak berpenghalang lagi. Mereka pun melakukan pergulatan itu,mulai dari gerakan yang awalnya lembut,hingga gerakan yang semakin cepat dan kasar ketika keduanya sudah mencapai pelepasannya. Tanpa sadari Alex mencium kening dan bibir Risa saat ia sudah menumpahkan benihnya di dalam. Bukan karena sengaja ia membuang benihnya di dalam,melainkan karena kelepasan,tubuh Risa yang begitu nikmat membuat ia lupa mengontrol waktu keluar benihnya. Dan malam itu bukan hanya sekali mereka bergulat,melainkan berkali-kali hingga pagi menjelang dengan berganti-ganti kepemimpinan.


Pagi harinya Risa yang terbangun lebih dulu. Ia mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina matanya. Ia merasakan ada tangan yang memeluk tubuhnya erat. Dari bentuk tangannya sudah di pastikan itu bukan Bagas. Risa pun menengok ke sebelah kanannya. Mata Risa membelalak melihat laki-laki yang tidak ia kenal ada diranjang yang sama dengannya dan yang parahnya lagi,kini mereka sama-sama dalam keadaan polos. Risa memejamkan matanya untuk mengingat kejadian yang terjadi tadi malam.


Ada rasa marah,kesal,sesal saat ia sudah mengingat kejadian tadi malam,ia merasa sudah menjadi wanita murahan karena melakukan itu pada laki-laki yang tidak ia kenal. Namun di lain sisi ada rasa haru dan hangat saat ia mengingat bagaimana kelembutan yang Alex berikan padanya di setiap permainannya,ia pun terharu saat Alex mencium kening dan bibirnya saat Alex sampai pada puncaknya. Dan yang membuat hati Risa menghangat,saat Alex mengucapkan terimakasih dan memeluk erat tubuhnya saat setelah Alex melepaskan miliknya dari milik Risa.


Pelan-pelan Risa memindahkan tangan Alex dari tubuhnya,Risa pun turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sesampainya di dalam kamar mandi,ia melihat penampakan tubuhnya dari pantulan cermin. Tak terasa airmatanya mengalir membasahi pipinya.


"Apa sebenarnya yang telah terjadi padaku,kenapa tubuhku malah menikmati kelembutan dan kehangatan dari laki-laki itu,laki-laki yang namanya saja aku tidak tau. Harusnya aku marah sudah di perlakukan seperti itu,tapi...tapi kenapa tubuhku malah merasa bahagia dengan perlakuannya pada ku?!!" Risa bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


"Sudah lah Ris,anggap saja kamu one night stand dengannya. Tidak perlu baper karena perlakuannya yang lembut tak seperti Bagas memperlakukan mu,dan tidak perlu marah karena kamu juga bukan lagi wanita suci." Sisi lain Risa menjawab semua pertanyaan dalam diri Risa.

__ADS_1


Setelah lama berpikir di depan cermin,akhirnya Risa memutuskan untuk melupakan kejadian ini. Ia pun mengguyur tubuhnya di bawah shower.


Sedangkan di atas tempat tidur,Alex terbangun karena merasakan sisi kiri tempat tidurnya yang kosong.


"Kemana dia,apa dia sudah pulang??!!" Alex bertanya-tanya dalam hatinya.


Ada perasaan tidak enak jika wanita itu pulang sebelum Alex membayar jasa si wanita,karena Alex pikir wanita itu adalah wanita yang biasa di ajak ons.


Tapi saat Alex mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi,Alex merasa lega.


Alex mengingat kembali malam panasnya dengan si wanita itu. Ia merasa aneh dengan respon tubuhnya yang begitu menikmati percintaannya dengan wanita itu. Tidak seperti saat ia bercinta dengan wanita ons lainnya yang hanya mengandalkan nafsu saja. Dengan wanita itu,Alex seperti mencurahkan seluruh cintanya untuk wanita itu. Tidak biasanya ia mencium kening wanita ons nya jika ia sudah sampai pelepasannya. Dan yang anehnya lagi,kenapa tubuhnya sangat menikmati permainannya dengan wanita ons nya kali ini,bahkan sangking nikmatnya ia sampai lupa untuk menggunakan pengaman terlebih dahulu bahkan sampai menumpahkan benihnya di dalam ladang si wanita.

__ADS_1


Alex bukan lah laki-laki yang tergolong casanova. Dia pergi ke club dan tidur dengan wanita ons yang ia dapatkan dari dalam club hanya untuk pelampiasan menghilangkan stressnya akibat tekanan-tekanan yang selalu ayahnya berikan padanya.


Bersambung...


__ADS_2