
Mendengar kata-kata Adit,membuat Bagas sedikit emosi. Apa Adit tidak mengerti kalau sekarang Bagas sedang berusaha mendekati Risa.
"Kamu sama Risa kan beda arah. Kalau saya sama Risa kan searah." Padahal Bagas juga tidak tahu dimana alamat tempat tinggal Risa.
Adit mengernyitkan keningnya,melihat tindak-tanduk sepupunya yang sangat ngotot ingin mengantar Risa pulang,Adit pun menyimpulkan kalau sekarang Bagas sedang berusaha mendekati Risa.
Adit menghela nafasnya.
"Ya udah Ris,terima saja tawaran pak Bagas. Dia udah jinak kok." Adit membisik ditelinga Risa,mencoba meyakinkan Risa agar mau pulang dengan Bagas.
"Tapi...."
"Udah sana.." Adit mendorong Risa agar berdekatan dengan Bagas.
"Saya pulang dulu pak. Ris,aku balik dulu yah." Adit pun berjalan menuju pintu keluar tempat latihan. Kemudian ia mengeluarkan hp nya dan mengirim pesan pada Bagas.
Adit : Gue udah bantu loe,tambahin bonus gue!!!
Pesan pun terkirim. Tak lama Bagas membalas pesan dari Adit.
Bagas : gampang!!
Setelah membalas pesan dari Adit,Bagas kembali memasukkan hp nya ke kantong celananya.
"Kita pulang yuk." Ajak Bagas. Mereka pun berjalan beriringan keluar dari tempat latihan.
Risa nampak malu-malu saat berjalan beriringan dengan Bagas,apalagi banyak mata karyawan yang memandang ke arah mereka. Tapi tidak dengan Bagas,dengan tangan kiri yang ia masukkan ke dalam kantong celananya,ia berjalan sangat cool melewati karyawan-karyawan yang akan pulang kerja.
Kini Bagas dan Risa sudah berada di dalam mobil Bagas.
"Kamu disini ngekos atau ngontrak atau tinggal sama saudara?" Tanya Bagas membuka percakapan.
"Rencananya sih mau cari kos pak." Jawab Risa masih malu-malu.
"Kok panggilnya pak sih,kalau di luar pekerjaan panggil aja Bagas." Bagas seolah risih dengan panggilan pak yang Risa sematkan.
"Saya gak berani pak,kan pak Bagas atasan saya."
"Iya,itu kan kalau di tempat kerja. Kalau di luar,aku kan bukan atasan kamu. Jadi kalau di luar tempat kerja panggil nama aja yah."
Risa menggeleng.
"Tapi kan usia pak Bagas lebih tua dari saya,gak sopan kalau saya panggil nama."
__ADS_1
"Terserah mau panggil apa,yang penting jangan panggil pak kalau di luar pekerjaan."
Risa mengangguk.
"Iya mas." Risa malu-malu saat menyebutkan kata mas untuk Bagas.
Melihat Risa yang malu-malu seperti ini membuat Bagas ingin sekali mencubit pipi Risa sangking gemasnya.
"Jadi aku harus ngantar kamu kemana ini?" Hampir saja Bagas lupa kemana tujuan mereka.
"Ke hotel xxx mas."
"Kamu tinggal di hotel?" Tanya Bagas heran.
Risa mengangguk.
"Iya,aku baru tiba di kota ini kemaren. Terus gak sengaja ketemu Ayu. Dan Ayu menawarkan aku pekerjaan menjadi caddy golf di tempat mas Bagas. Jadi aku belum sempat untuk mencari kos atau kontrakan."
Bagas mengangguk-anggukkan kepala mengerti.
"Kalau begitu kamu langsung check-out aja. Kebetulan aku punya apartemen dekat tempat kerja kita. Kamu bisa tinggal disitu selama yang kamu mau." Sepertinya Bagas mulai mengeluarkan jurus jitu pedekate.
"Jangan mas. Kalau saya tinggal disitu terus nanti mas tinggal dimana?" Risa merasa tak enak hati dengan penawaran Bagas.
"Aku tinggal di rumah orangtua ku. Semenjak mama ku sakit-sakitan,aku jadi kembali tinggal dirumah orangtua ku. Sudah jangan nolak rejeki. Hitung-hitung aku gak usah bayar orang untuk membersihkan apartemen ku,kan udah ada kamu yang pastinya akan merawat apartemen ku."
⭐⭐⭐⭐⭐
Setahun sudah Risa menjalin kasih dengan Bagas. Setelah masa pendekatan tiga bulan akhirnya meraka resmi berpacaran.
Hari ini adalah anniversary mereka yang pertama.
"Ris.." Bagas memanggil Risa yang baru saja keluar dari kamar ganti karyawan wanita.
"Udah lama disitu?" Tanya Risa.
"Baru aja. Udah selesai?"
Risa mengangguk.
Mereka pun berjalan beriringan menuju parkiran. Tak seperti saat pertama kali Risa yang malu saat jalan berdampingan dengan Bagas. Kini Risa nampak lebih percaya diri.
Hubungan Risa dan Bagas juga sudah di ketahui para karyawan di tempat mereka bekerja. Ada yang sirik namun ada juga yang mendukung. Tapi Risa tak peduli dengan kata-kata hujatan yang keluar dari mulut orang-orang yang tidak suka Risa menjalin hubungan dengan manajer sekaligus anak dari pemilik lapangan golf itu. Walaupun begitu,Risa tetap bersikap profesional di tempat kerja.
__ADS_1
Banyak sekali perubahan dalam diri Risa setelah setahun tinggal di kota. Mulai dari gaya berpakaian,gaya bicara,pergaulan dan sebagainya. Bahkan sudah enam bulan ini Risa tak pernah lagi pulang ke kota M. Menghubungi mbak Nunik dan mbak Iin pun hanya Risa lakukan sebulan sekali atau dua kali.
"Mau makan dimana?" Tanya Bagas sambil mengendarai mobilnya.
"Terserah mas aja. Aku sih ngikut."
Bagas pun mengendarai mobilnya ke salah satu restoran jepang di dekat apartemen Risa.
Setelah mengisi perut mereka di restoran jepang. Bagas kembali mengendarai mobilnya menuju apartemen Bagas yang Risa tempati.
Bip bip bip. Risa menekan kode pass pintu unit apartemennya.
Ceklek. Pintu terbuka.
Risa dan Bagas masuk kedalam apartemen.
"Mau minum apa mas?" Tanya Risa saat mereka sudah ada di ruang televisi.
"Kalau aku minta susu boleh?" Bagas mendekati Risa dan mendempetkan tubuhnya dengan tubuh Risa.
"Apaan sih mas.." Risa mendorong tubuh Bagas. Ia pun melangkah menjauhi Bagas.
"Aku bikinin teh hijau aja yah." Kata Risa sambil melangkah ke arah dapur.
Namun tangan Bagas menarik tangan Risa. Bagas langsung mendaratkan bibirnya di bibir Risa. Bahkan lidah Bagas sudah menerobos masuk ke dalam mulut Risa.
Hubungan Bagas dan Risa hanya sebatas ciuman. Risa tak mengizinkan Bagas untuk menyentuh bagian-bagian sensitive nya dan Risa pun tidak mau menyentuh area sensitive Bagas. Walaupun Bagas berulang-ulang kali memohon pada Risa untuk melakukan oral. Namun Risa masih tetap pada pendiriannya.
Risa mendorong tubuh Bagas karena membutuhkan asupan oksigen.
Bibir Bagas tak mau diam begitu saja. Ia kembali mencium leher Risa dengan penuh nafsu.
"Mas,STOOP.!" Risa kembali mendorong tubuh Bagas.
Bagas terlihat kesal saat Risa selalu menolaknya,padahal hasratnya sedang tinggi-tingginya.
Bersambung...
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏