Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 78


__ADS_3

Satu bulan berlalu.


Saham dua puluh lima persen yang Bagas mau dari negosiasi dengan tuan Anderson sudah di dapat namun tidak dengan surat cerai karena tuan Anderson tidak bisa menghubungi Sheilla dan itu menjadi kendala dalam gugatan cerai,jadi tuan Anderson meminta waktu pada Bagas agar tuan Anderson mencari keberadaan Sheilla terlebih dahulu di Paris. Bagas pun menyetujui keinginan tuan Anderson dan memberikan waktu satu bulan lagi untuk tuan Anderson mencari putrinya.


Bagas juga sudah memindahkan sang mama di sebuah rumah yang ia kontrak agar sang mama bisa hidup layak. Bagas juga sudah membawa sang mama melakukan pemeriksaan untuk kakinya. Dan dari hasil pemeriksaan di ketahuilah bahwa ternyata kelumpuhan sang mama karena di racun. Tapi untungnya masih bisa di obati dan therapy,walaupun membutuhkan waktu yang sangat lama untuk sang mama sembuh total.


Bagas yang kesal karena tau sang mama di racun dan yakin kalau itu perbuatan Silvia,mulai merencanakan aksi balas dendam dengan cara menjual lapangan golf secara diam-diam,karena lapangan golf itu masih atas nama sang mama.


Dan dalam waktu tiga hari lapangan golf itu pun sudah berpindah tangan. Tidak begitu susah untuk mendapatkan pembeli,karena memang sudah sejak lama lapangan golf itu banyak di minati para pengusaha properti yang ingin membangun apartemen.


Bangkrut,itu lah yang di alami papa Bagas sekarang,hanya rumah yang ia tempati dan tiga unit mobil itu lah satu-satunya harta yang ia miliki. Lalu bagaimana dengan Silvia? Bagas sudah memenjarakan Silvia atas tuduhan perencanaan pembunuhan atas sang mama. Silvia tidak bisa mengelak,karena racun yang Silvia gunakan untuk membuat mama Bagas lumpuh di temukan di kos-kosannya.


Sedangkan di tempat lain,orang suruhan tuan Anderson yang sudah menemukan keberadaan Sheilla langsung membawa Sheilla pulang ke negaranya. Karena ternyata selama sebulan ini,Sheilla bersembunyi di sebuah pedesaan di salah satu kota terpencil di Paris. Bukan tanpa sebab ia bersembunyi,itu semua karena Sheilla mendapat teror dari fans fanatik Erick,setelah Sheilla membuat konferensi pers yang menyatakan kalau dirinya tengah hamil anak Erick. Bukannya mendapat simpati,Sheilla malah mendapat banyak kecaman dan ancaman. Ancaman yang bukan datang dari fans Erick tapi ancaman yang di berikan keluarga Erick. Akibat ulahnya yang tidak ia pikirkan dengan matang itu,Sheilla pun di keluarkan dari agensinya.


Sheilla yang sudah tidak tahan dengan opini publik tentang dirinya pun memilih untuk bersembunyi di pedesaan di kota terpencil di kota itu daripada harus ia kembali ke negaranya dalam keadaan berbadan dua. Karena terakhir Sheilla berkomunikasi dengan papanya,papanya sangat marah karena papanya tau ulah Sheilla yang berselingkuh dengan Erick. Dan itu membuat Sheilla takut untuk pulang.


🍀🍀🍀🍀🍀


Sudah hampir enam bulan Alex dan Risa berumah tangga,tapi Risa belum juga menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Meski begitu rumah tangga mereka tetap harmonis. Alex tidak pernah menuntut pada Risa tentang keturunan,begitupun mama Alex yang tidak pernah menyinggung tentang anak pada Risa saat mereka berteleponan.


Tapi tidak dengan pak Abram,papa Alex. Risa yang belum juga hamil,membuat pak Abram makin menyudutkan Risa. Bahkan pernah pak Abram datang jauh-jauh dari kota besar ke kota M menemui Alex hanya untuk memprovokasi Alex meninggalkan Risa karena belum juga hamil dan menjanjikan akan menjadikan Alex sebagai presdir di AB Properti jika meninggalkan Risa. Tapi sayangnya,Alex sama sekali tidak terprovokasi oleh kata-kata papanya dan tidak termakan bujuk rayu sang papa. Buat Alex kehidupannya yang sekarang dengan Risa sudah sangat membahagiakan.


Risa yang mempunyai toko kue dan Alex yang membuka bengkel di kota M,ditambah lagi tiga bengkel yang Alex punya di kota besar,pendapatan dari empat bengkel yang Alex punya sudah lebih dari cukup untuk membiayai kehidupannya dengan Risa. Apalagi Risa bukan lah tipe perempuan yang boros dan suka berbelanja barang-barang branded.


Penolakan dari Alex itu membuat pak Abram semakin naik pitam. Ia terus mencari cara dan celah untuk memisahkan Alex dan Risa. Pak Abram pun menyuruh orang untuk mengorek masa lalu Risa sebelum bertemu dengan Alex. Dan dari orang suruhannya pun pak Abram mengetahui kalau Risa pernah menjalin hubungan dengan Bagas.


"Cari orang yang bernama Bagas ini. Dan bawa dia ke hadapan saya." perintah pak Abram pada orang suruhannya.


Setelah memberi perintah,pak Abram pun mengakhiri panggilannya.


Ia mengambil foto Bagas yang tertempel pada satu lembar kertas yang berisi informasi yang didapatkan oleh orang suruhan pak Abram.


"Bagaskara Pradipta. Ternyata mantan kekasih jalang itu adalah mantan menantu dari tuan Anderson." Gumam pak Abram. Dari informasi yang di berikan oleh orang suruhannya,pak Abram tau nya Bagas telah bercerai dari Sheilla padahal sebenarnya mereka belum bercerai. Yang pak Abram tau,kalau Bagas adalah mantan Risa yang telah meninggalkan Risa karena Bagas menikah dengan putri tunggal tuan Anderson,dan pak Abram akan memanfaatkan Bagas untuk merusak rumah tangga Alex dan Risa.

__ADS_1


Setelah mendapat perintah dari pak Abram,orang suruhan pak Abram yang sudah seminggu memata-matai Bagas langsung menyusul Bagas ke rumah sakit,tempat dimana mama Bagas sedang melakukan pengobatan.


Bagas yang sedang menemani sang mama therapi,tiba-tiba di datangi dua orang bertubuh tegap.


"Pak Bagas."


Bagas yang sedang duduk di kursi tunggu sambil menatap layar hp nya langsung mendongakkan wajahnya menatap kedua orang tersebut.


"Iya. Kalian siapa?" Tanya Bagas karena tak mengenal kedua orang tersebut.


"Bisa ikut kami sebentar?!" Tanya salah satu orang itu.


"Kalian siapa,dan kenapa saya harus ikut bersama kalian?"


"Tidak penting siapa kami,tapi orang yang menyuruh kami sangat ingin bertemu dengan anda."


Bagas mengernyitkan keningnya,ia menatap dua orang itu secara intens.


"Gak mungkin ini orang suruhan tuan Anderson. Orang suruhan tuan Anderson gak begini modelnya." Pikir Bagas dalam hati.


"Tuan Abram Johnson."


"Tuan Abram Johnson? Siapa dia? Ada perlu apa dia ingin bertemu dengan saya?"


"Nanti anda juga tau siapa tuan Abram Johnson. Tuan Abram meminta kami membawa anda ke hadapannya karena berkaitan dengan nona Clarisa." Kata salah satu orang itu dengan sengaja menyebut nama Risa untuk pancingan agar Bagas mau ikut bersama mereka.


Mata Bagas membelalak mendengar nama Risa. Wanita yang sangat ia rindukan dan sangat ingin ia temui. Hanya karena ia terlalu sibuk mengurus sang mama,jadi ia selalu menunda untuk mencari keberadaan Risa.


"Bagaimana pak Bagas,apa anda mau ikut dengan kami?" Tanya salah satu orang itu lagi karena Bagas tak kunjung menjawab.


Bagas menghela nafasnya,ia pun melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Suruh tuan Abram menemui saya di restoran xxx jam delapan malam. Karena saya harus mengurus mama saya dulu." Jawab Bagas.

__ADS_1


Dua orang itu pun mengangguk kemudian pergi meninggalkan Bagas tanpa berpamitan.


"Ada apa dengan Risa,kenapa tuan Abram ingin membicarakan Risa dengan ku?" Bagas bertanya-tanya dalam hatinya.


Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam,kini Bagas sudah berada di restoran xxx. Begitu sampai di restoran xxx,Bagas langsung di sambut oleh dua orang yang tadi menemui Bagas di rumah sakit. Bagas pun di giring oleh kedua orang itu untuk masuk ke dalam private room.


"Silahkan masuk pak Bagas,tuan Abram sudah menunggu di dalam." Kata salah satu dari mereka.


Bagas menganggukkan kepalanya dan memutar handle pintu.


"Selamat malam Bagas. Mari duduk." Sambut tuan Abram saat melihat Bagas di depan pintu.


Bagas pun berjalan mendekat ke meja dan duduk di kursi yang berhadapan dengan tuan Abram.


"Mau pesan apa?" Tanya tuan Abram basa-basi.


"Gak usah. Terimakasih." Tolak Bagas halus.


"Sekarang langsung saja,ada perlu apa anda ingin bertemu dengan saya?" Tanya Bagas to the point.


"Santai saja Bagas. Apa karena ini menyangkut tentang Clarisa makanya kamu sangat bersemangat?"


"Kalau anda bertele-tele,lebih baik saya pulang!!" Bagas kesal karena tuan Abram nampak menyepelekan dirinya. Ia pun hendak bangkit dari tempat duduknya.


"Oke oke. Baiklah,kita langsung ke pokok pembicaraan." Kata pak Abram. Raut wajahnya pun berubah menjadi lebih serius.


"Apa kamu tidak ingin kembali pada Clarisa?" Tanya pak Abram tanpa basa-basi lagi.


"Maksud anda?" Bagas mengernyitkan keningnya mendengar pertanyaan tuan Abram.


"Saya bisa membantu kamu,kalau kamu mau kembali pada Clarisa."


"Cih.." cebik Bagas.

__ADS_1


"Saya serius. Clarisa telah menikah dengan anak saya tapi saya tidak merestui hubungan mereka. Kalau kamu mau mendapatkan Clarisa lagi,kamu hanya perlu mendekati Clarisa biar anak saya jadi bagian saya."


Bersambung...


__ADS_2