
Bibir Bagas tak mau diam begitu saja. Ia kembali mencium leher Risa dengan penuh nafsu.
"Mas,STOOP.!" Risa kembali mendorong tubuh Bagas.
Bagas terlihat kesal saat Risa selalu menolaknya,padahal hasratnya sedang tinggi-tingginya.
"Kamu kenapa sih gak pernah mau aku sentuh. Kamu gak percaya sama aku? Atau selama ini kamu gak cinta sama aku?" Tanya Bagas kesal.
"Bukan gitu mas. Kita kan belum nikah,aku hanya mau melakukan itu dengan suami aku nanti."
"Berarti kamu gak percaya sama aku kan,iya kan?" Nada suara Bagas mulai meninggi.
"Bukan gitu mas." Risa menarik tangan Bagas.
"Ah sudah lah. Kalau memang dalam setahun hubungan kita kamu hanya anggap hubungan kita main-main,lebih baik kita akhiri saja hubungan kita sampai disini!!" Bagas menghempaskan tangan Risa dan mulai melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.
"Mas...tunggu..!!!" Risa menarik tangan Bagas.
"Masa gara-gara masalah sepele gini aja kamu mau mengakhiri hubungan kita sih.!!" Risa tak kalah emosi saat Bagas ingin mengakhiri hubungan mereka.
"Apa kamu bilang?? Masalah sepele??! Menurut kamu kalau pasangan kita gak percaya sama kita,itu masalah sepele? Terus kalau cinta aku ke kamu bertepuk sebelah tangan itu juga masalah sepele buat kamu? Aku serius ngejalanin hubungan ini dengan kamu,tapi kayaknya kamu cuma main-main aja dengan hubungan kita,atau jangan-jangan kamu cuma mau manfaatin aku aja?"
"Kok kamu jadi mikir gitu sih mas. Aku gak ada niat untuk manfaatin kamu. Aku juga sayang sama kamu,aku juga cinta dan aku juga serius ngejalanin hubungan ini sama kamu..."
"BUKTIKAN.!!!" bentak Bagas memotong ucapan Risa.
Risa terdiam mendapat bentakan dari Bagas. Ini pertama kalinya Bagas membentak dirinya.
"Kenapa,kok diem??! Kamu gak bisa buktiin kata-kata kamu kan? Iya kan,hah!!!"
"Aku harus buktiin gimana mas?" Lirih Risa,iya tidak yakin dengan apa yang terlintas di pikirannya. Apa Bagas meminta Risa membuktikan cinta nya dengan cara menyerahkan mahkota yang selama ini ia jaga. Atau Bagas ingin Risa membuktikan dengan cara lain.
Risa berdoa semoga Bagas meminta Risa membuktikan cintanya pada Bagas dengan cara lain.
__ADS_1
"Bercinta dengan ku. Aku ingin memiliki hati dan tubuh mu seutuhnya.!"
Mata Risa membelalak. Ternyata dugaan pertamanya benar. Bagas meminta mahkotanya.
"Bagaimana?? Kamu bisa membuktikan cinta mu dengan cara itu?"
"Apa gak ada cara lain mas? Aku bisa melakukan apapun asal jangan dengan cara itu." Tolak Risa halus. Ia menunduk tak sanggup menatap mata Bagas.
"Ah sudah lah. Kalau memang kamu tidak mau,berarti kesimpulannya kamu memang tidak menganggap hubungan ini serius. Hanya aku yang mempunyai mimpi masa depan bersama mu,ternyata selama ini cinta ku bertepuk sebelah tangan. Kita akhiri hubungan kita sampai disini." Bagas pun kembali melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.
"Mas..jangan gini mas,aku mohon. Aku cinta sama mu mas." Risa langsung memeluk Bagas dari belakang.
"Aku mau mas,lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan terhadap ku mas. Hati dan tubuh ku,ku percayakan pada mu mas." Mendengar ucapan Risa,Bagas pun membalikkan tubuhnya menghadap Risa.
Ia mengangkat dagu Risa dan menatap wajah Risa.
"Kamu serius?"
"Apa kamu siap kalau aku memintanya sekarang?"
Risa menelan slivanya susah payah. Kemudian ia mengangguk.
"Kamu yakin? Aku gak akan pernah berhenti kalau aku sudah memulainya Ris."
"Aku yakin mas. Aku tidak ingin kamu meragukan cintaku pada mu lagi."
Tak mau mengulur waktu lebih lama lagi,bibir Bagas langsung melakukan tugasnya. Sentuhan demi sentuhan Bagas berikan untuk memanaskan tubuh Risa. Bagas menggendong tubuh Risa seperti anak koala menuju kamar yang akan menjadi saksi bisu pembuktian cinta Risa pada Bagas.
Dan malam itu,mahkota yang sudah Risa jaga selama ini berhasil di dapatkan Bagas.
Bagas puas luar biasa,karena ini pertama kalinya ia memerawani kekasihnya. Bagas pernah berpacaran tiga kali dengan seorang wanita sejak ia duduk di bangku SMU,namun tiga-tiganya tidak ada yang perawan. Meski sudah merasakan nikmat dunia sejak SMU,tapi ia tidak suka melakukan one night stand dengan seorang wanita. Hubungan Bagas dengan ketiga mantannya pun berakhir karena wanita-wanita itu yang meninggalkan Bagas.
Risa terus meracau,mendesah saat Bagas tak henti-hentinya memompa. Gerakan yang tadinya pelan dan lembut,lama kelamaan semakin cepat dan kasar.
__ADS_1
"Sshh...Mas..."
"Panggil nama ku sayang.."
"Sshh...Mas Bagas.."
"Yes baby.."
"Sshhh...Aku...aaahhh"
"Sama-sama sayang..sshh..,aku juga udah mau sampai..aahh..." Bagas tau Risa sudah mau sampai pada puncak gelombang.
Bagas pun makin mempercepat lajunya,disaat dirinya sudah hampir sampai,ia mengeluarkan miliknya dan menumpahkan benihnya di perut Risa. Setelah benih semua keluar,Bagas menarik box tissue dari atas nakas dan membersihkan sisa percintaan mereka.
Hampir satu jam mereka mencari keringat. Bagas pun membaringkan tubuhnya di samping Risa dan menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya.
Untuk sesaat Risa memilih memejamkan matanya dan meyakinkan dirinya kalau Bagas adalah laki-laki masa depannya,dan membenarkan perbuatan yang baru saja mereka lakukan.
"Mas Bagas pasti tanggung jawab. Kami melakukan ini atas nama cinta,bukan nafsu. Mas Bagas cinta sama aku,dia pasti tanggung jawab. Kamu harus ikhlas Risa,karena mas Bagas juga yang akan jadi suami kamu. Jadi gak ada salahnya melakukan ini sekarang atau nanti." Risa terus menyemangati dirinya sendiri dalam hati.
Ia membuka matanya untuk melihat Bagas. Risa menoleh ke sebelah kanan tubuhnya tempat Bagas berbaring. Ada sedikit rasa kecewa,karena Bagas malah memunggungi dirinya. Padahal yang Risa inginkan,Bagas memeluk dirinya,dan mengucapkan kata terimakasih karena sudah mempercayakan mahkota nya pada Bagas. Tapi kenyataannya,Bagas malah memunggungi dirinya,bahkan jarak mereka pun lumayan jauh.
"Mas.." panggil Risa.
"Hemh..."
"Kamu kenapa?"
"Gak pa-pa. Istirahat lah,sebelum aku menginginkannya lagi." Jawab Bagas yang masih memunggungi Risa.
Risa menghela nafasnya kecewa. Namun ia tidak mau banyak protes dengan sikap Bagas. Mungkin saja Bagas seperti itu karena memang dirinya lelah,apalagi permainan tadi,Bagas lah yang bekerja keras. Begitulah pemikiran Risa. Risa pun memilih memejamkan matanya kembali.
Bersambung...
__ADS_1