
Keesokan paginya,seperti biasa Bagas menyiapkan sarapan untuk Sheilla.
Tok tok tok
"Sheill,bangun Sheill udah jam sembilan. Jam sebelas kamu kan ada pemotretan." Kata Bagas di depan pintu kamar Sheilla.
Ceklek. Sheilla membuka pintu kamarnya.
"Kamu tuh berisik banget yah!!!" Kata Sheilla ketus.
Dia pun kembali masuk ke dalam kamarnya. Melihat Sheilla kembali masuk ke dalam kamarnya,Bagas pun berlalu dari depan pintu kamar Sheilla.
"Eh...Bagas!!! Mau kemana kamu? Beresin nih kamar!!! Sekalian siapin baju untuk aku.!!" Perintah Sheilla.
Bagas pun memutar kembali tubuhnya dan masuk ke dalam kamar Sheilla. Sedangkan Sheilla masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
"Kemana laki-laki itu?!" Lirih Bagas saat tidak melihat Erick dalam kamar Sheilla.
Ternyata Erick sudah pergi setelah puas bercinta dengan Sheilla jam lima subuh.
Tak ingin memusingkan keberadaan Erick,Bagas pun mulai bergerak membersihkan kamar Sheilla. Bagas menahan rasa jijiknya saat melihat pengaman bekas teronggok di lantai. Ada dua pengaman bekas yang Bagas temukan di kamar itu,ditambah lagi satu pengaman bekas di ruang tamu. Berarti tadi malam Sheilla dan Erick sudah tiga kali berhubungan intim.
__ADS_1
Miris sekali,Bagas yang menjadi suami sah nya saja baru tiga kali menikmati tubuh Sheilla. Itupun saat malam pengantin mereka saja. Namun begitu sampai di Paris,Sheilla enggan di sentuh olehnya dan menyuruh Bagas untuk tidur di kamar lain. Ini bukan pertama kali Bagas memergoki Sheilla membawa Erick ke apartemennya,sudah lebih dari lima kali. Namun baru malam tadi Sheilla dan Erick terang-terangan bercumbu dan berhubungan badan di depan mata Bagas.
Setelah Bagas membersihkan kamar Sheilla,Sheilla pun keluar dari dalam kamar mandi.
"Cepet juga kamu bersihin kamar aku. Kamu memang OB paling top lah." Bukannya berterimakasih,pujian sekaligus ejekan Sheilla ucapkan untuk Bagas.
"Cih...loe yang mandinya lama.!!!" Cebik Bagas dalam hati.
Bola mata Bagas mengikuti langkah kaki Sheilla ke arah ruang ganti. Tanpa sengaja Bagas melihat Sheilla yang sudah dalam keadaan polos,nampak jelas tubuh Sheilla yang di penuhi jejak kepemilikan Erick.
"Menjijikkan!!" Umpat Bagas lagi dalam hati. Tapi baru saja hatinya mengumpat,otak licik Bagas mengeluarkan ide untuk membuat Sheilla semakin hancur-sehancur-hancurnya. Bagas pun tersenyum licik,dia berjalan mendekati Sheilla yang berada di ruang ganti.
"Hey brengsek!!! Kamu mau apa?!" Teriak Sheilla saat melihat Bagas berjalan mendekatinya dengan tatapan tak biasa. Sheilla langsung mengambil bathrobe yang teronggok di lantai untuk menutupi tubuhnya yang belum ia lapisi kain apapun.
"Jangan mendekat!! Atau aku aduin kelakuan kamu sama papa!!" Ancam Sheilla.
"Cih.." Bagas berdecih. Tampaknya ia sudah tak memperdulikan ancaman-ancaman Sheilla karena dia sudah memegang kartu yang akan ia pakai untuk balik menyerang Sheilla.
"Kamu tuh lucu Sheill,kita tuh suami istri. Emang kamu ngadu apa ke papa kamu? Mau ngadu aku udah nidurin kamu? Yah..wajar kan kalau seorang suami meminta hak nya pada istrinya." Kata Bagas. Ia berjalan semakin mendekati Sheilla membuat Sheilla terhimpit diantara dinding dan tubuh Bagas.
"Kamu jangan macam-macam,aku gak akan pernah sudi tubuh ku di sentuh oleh kamu."
__ADS_1
Bagas tertawa terbahak-bahak mendengar penolakan Sheilla.
"Harusnya aku yang ngomong gitu Sheill.!!! Lihat tuh tubuh kamu udah penuh dengan kissmark selingkuhan kamu.!! Tapi kamu tenang aja,aku gak akan mempermasalahkan itu,asal kamu juga bisa kasih servis terbaik mu untuk suami yang sudah kamu telantarkan hampir setahun.!"
"Jangan mimpi kamu.!!"
"Aku bisa membuat mimpi ku itu jadi kenyataan Sheill. Ayolah,apa kamu lupa bagaimana panasnya malam pengantin kita. Aku mau mengulang malam pengantin itu lagi,kalau perlu malam yang lebih ganas lagi." Bisik Bagas di telinga Sheilla.
Sheilla pun teringat akan malam pengantin mereka. Meski Bagas bermain cukup kasar,tapi menurut Sheilla permainan Bagas malam itu masih bisa tergolong lembut jika dibandingkan permainan pacar-pacar bule Sheilla.
"Gimana? Kamu mau kan?" Bisik Bagas lagi ditelinga Sheilla.
Tak ingin terbawa suasana,cepat-cepat Sheilla mendorong tubuh Bagas dan berlalu dari hadapan Bagas. Namun dengan cepat Bagas menarik tangan Sheilla dan menggendongnya layaknya karung beras.
"Aaakkkh Bagas turunin!!! Brengsek kamu!!! Akan aku buat perhitungan sama kamu kalau kamu berani menyentuh tubuh aku!!" Teriak Sheilla sambil berontak.
Bagas tak menghiraukan teriakkan Sheilla dan terus berjalan ke ruang tidur. Bagas pun membaringkan tubuh Sheilla dan langsung menindih tubuh Sheilla agar Sheilla tak kabur. Bagas menyentakkan bathrobe yang masih Sheilla pegang erat-erat. Dengan tubuh masih menindih Sheilla,Bagas langsung meraup si kembar yang sepertinya sangat menantang Bagas.
Tak sampai lima menit,Sheilla tak lagi memberontak seperti tadi. Permainan lidah Bagas yang sangat mahir memilin salah satu ujung dada Sheilla dan jemari Bagas yang juga mahir memilin ujung dada Sheilla yang lain,mampu membuat Sheilla dengan cepat terbang ke nirwana.
"Ssshhh aaah.." bukan suara berontakan lagi yang keluar dari mulut Sheilla,melainkan suara desahan yang sangat erotis meluncur bebas dari mulutnya. Bahkan kini Sheilla sudah menekan kepala Bagas agar Bagas memperdalam permainannya di dada nya.
__ADS_1
Merasa Sheilla sudah masuk ke dalam perangkapnya,Bagas pun tak mau membuang waktu. Dengan bertumpu pada kedua lututnya,Bagas mulai membuka celananya untuk mengeluarkan benda kramat dari balik celananya.
Bersambung...