Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 26


__ADS_3

"Nia..." panggil Alex.


Nia yang sedang duduk di halte sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya,langsung mendongak ke arah sumber suara.


"Kak Alex.." lirih Nia.


Alex pun turun dari dalam mobil. Dia menghampiri Nia.


"Kamu kenapa,kamu nangis?" Tanya Alex pura-pura tidak tahu. Padahal ini lah yang Alex harapkan. Membuat Nia kembali patah hati pada Irlan.


Bukannya menjawab Nia malah memeluk Alex tiba-tiba dan menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Alex.


Alex menepuk-nepuk punggung Nia.


"Berhenti dulu nangisnya,malu di liatin orang. Orang kira aku ngapa-ngapain kamu." Kata Alex karena sekarang,banyak mata sudah memandang ke arah Nia dan Alex yang sedang berpelukan.


Nia melepaskan pelukannya dari Alex,dia melihat sekelilingnya,ternyata mereka kini tengah menjadi pusat perhatian.


Alex menarik tangan Nia untuk masuk ke mobil. Setelah Nia masuk ke dalam mobil. Alex berlari kecil memutar dan masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi.


Alex menghentikan mobilnya saat mobil sudah sampai di taman.


Kini mereka tengah duduk di kursi panjang yang ada disudut taman.


"Kamu kenapa,kok nangis dipinggir jalan gitu?"


Nia tidak menjawab,dia masih menatap kosong ke arah depan.


"Apa ini gara-gara mantan suami kamu lagi?"


Nia langsung menoleh ke arah Alex.


"Kok kakak tau?"


"Cih..ya tau lah. Kerena cuma dia yang selalu bikin kamu nangis kayak gini. Dan sialnya,aku yang selalu ngasih pelukan aku untuk nampung air mata sama ingus kamu." Sindir Alex.


"Maaf." Lirih Nia sangat pelan tapi masih bisa Alex dengar.


Alex membawa Nia ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Udah,cowok kayak gitu gak pantes buat kamu tangisin. Apalagi buat milikin hati kamu." Alex menepuk-nepuk punggung Nia.


"Coba mulai sekarang kamu buka hati kamu buat aku. Empat tahun aku udah sabar nunggu kamu,sekarang aku mau kamu fokus untuk melihat aku."


Nia menjauhkan tubuhnya dari pelukan Alex.


"Maaf kak,tapi..."


"Plis Nia,jangan buat aku menunggu terlalu lama. Tolong buka hati mu buat aku, aku kasih kamu kesempatan seminggu untuk mikirin kata-kata aku. Oke.." kata Alex yang tidak ingin lama-lama lagi menunggu.


Setelah mengantarkan Nia pulang ke rumahnya,Alex menghubungi Risa dan meminta untuk bertemu. Hari ini Alex merasa sangat senang,ia sangat yakin kalau tujuannya mendapatkan Nia hanya tinggal selangkah lagi. Dan malam ini ia ingin melampiaskan kebahagiaannya dengan Risa di atas ranjang. Sejak mengenal Risa,Alex tidak pernah lagi bermain jalang,karena bagi Alex tubuh Risa sudah sangat candu baginya.


Dan malam itu,Alex dan Risa habiskan dengan penuh gairah. Tiga kali Alex menumpahkan benihnya di rahim Risa,tanpa Alex ketahui kalau Risa sudah melepaskan alat kontrasepsi di rahimnya. Risa juga sengaja tidak memberitahu Alex,karena tujuannya memang untuk membuatnya hamil anak Alex.


🍀🍀🍀🍀🍀


Alex duduk di kursi kebesarannya di dalam ruangannya di kantor papa nya.


Entah sudah berapa kertas ia remas-remas dan robek-robek,karena beberapa calon investor tidak jadi menanamkan modalnya diperusahaan papanya.


Membuat papa Alex kembali mengamuk pada anaknya.


Lalu mengambil hp nya dan menghubungi Risa.


"Loe dimana?" Tanya Alex saat Risa sudah menerima panggilannya.


"Di apartemen darl." Jawab Risa dengan nada dibuat menggoda. Risa berbohong mengenai tempat tinggalnya.


"Gue butuh bantuan loe"


"Bantuan apa lagi sekarang darl? Kalau menyangkut mantan suami cewek loe,gue ogah. Dia nyeremin darl.." tolak Risa,karena ia tidak mau berhadapan lagi dengan Irlan.


"Bukan. Tugas seperti biasa. Ngerayu calon investor."


"Oh..oke darl. Kirimin aja profilnya. Tapi seperti biasa juga yah,sebelum gue...."


"Iya-iya gue tau. Kita ketemuan di hotel biasa jam delapan."


Alex langsung mengakhiri sambungan telponnya dengan Risa.

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan pukul setengah delapan,cepat-cepat Alex membereskan meja kerjanya untuk menemui Risa yang sudah lebih dulu tiba di hotel.


Kini Alex sudah sampai di hotel xxx,ia langsung melangkahkan kakinya menuju lift yang akan membawanya ke unit kamar Risa berada.


Tok...tok...tok.. Alex mengetuk pintu.


Ceklek. Pintu terbuka. Melihat tubuh Risa yang hanya di balut lingerie,tanpa basa-basi Alex langsung mengangkat tubuh Risa menuju tempat tidur dan langsung menyerang Risa. Serangan yang awalnya sangat lembut,perlahan menjadi sangat cepat dan kasar,menggiring keduanya untuk mencapai puncak gelombang kenikmatan.


"Darl..aku udah mau sampai..." desah Risa saat Alex mempercepat lajunya.


"Sesuai permintaan.." Alex makin memacu kecepatannya agar mereka sampai puncak bersama-sama.


"Aaaaarrrgghhh..." teriakan panjang keluar dari mulut keduanya,Alex menumpahkan semua benihnya di ladang milik Risa.


Setelah benih tertabur semua,dan milik Alex melemas,Alex menarik miliknya dari dalam milik Risa. Menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua.


Risa memeluk tubuh Alex,dan menaruh kepalanya di atas dada Alex. Nafas Alex yang masih ngos-ngosan terdengar jelas di telinga Risa.


"Darl..apa ada yang bikin kamu kesal? Kenapa permainan mu sedikit kasar hari ini..?"


"Biasalah,bokap gue ngamuk lagi karena dua investor membatalkan menanamkan modal diperusahaan."


"Tenang darl..aku bisa urus soal itu."


"Ya..gue percaya sama loe. Dan gue harap dalam dua atau tiga hari mereka balik menanamkan modal ke perusahaan."


"Apa kamu yakin cuma itu? Bagaimana dengan wanita itu?"


"Nia maksud loe? Gue udah nembak dia,dan gue kasih dia waktu seminggu untuk ngasih jawaban ke gue"


"Gimana kalau dia nolak? Dan memilih untuk maafin mantan suaminya?"


"Kalau dengan cara baik-baik gue gak bisa dapetin dia,gue akan dapetin dia dengan cara kasar." Mata Alex memancarkan aura kelicikan.


Mendengar Alex begitu terobsesi dengan Nia,hati Risa begitu panas.


Nada dering di hp Alex membuyarkan pemikiran mereka masing-masing.


Alex mengambil hp nya dan melihat nama papa nya yang melakukan panggilan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2