
Karena kesal dengan ulah suaminya,Risa pun beranjak dari tempat tidur,namun cepat-cepat tangan Alex menarik tangan Risa yang baru saja ingin melangkah dari tempat tidur.
"Minggir akh!! Aku lagi kesel!!" Risa mendorong tubuh Alex yang sedang menindihnya.
"Ada yah orang kesel bilang-bilang?!" Bukannya meminta maaf,Alex malah makin menggoda Risa.
"Adalah!! Aku buktinya.!!" Jawab Risa ketus.
"Jangan jutek gitu akh sama suami. Nanti ada yang kasih manis-manis ke suami kamu,baru tau rasa kamu.!"
Risa memutar bola matanya malas.
"Kamu tuh mau apa sih sebenarnya darl?!"
"Aku mau minta bekal Ra."
"Bekal? Bekal apa?"
"Masa gak ngerti sih!!"
Risa menggeleng.
"Ini." Alex menggesek-gesekkan benda kramatnya di bagian bawah Risa.
"Astaga darl,ini masih siang!! Nanti malam aja!!" Tolak Risa.
"Nanti malam gak bisa Ra."
Risa mengernyitkan keningnya.
"Kenapa?"
"Aku mau ke kota besar nanti sore,makanya aku datang ke sini mau minta ijin sama kamu sekalian minta bekal. Mungkin aku disana semingguan lah."
Deg.
__ADS_1
"Kota besar? Seminggu?!" Jantung Risa berdetak sangat cepat begitu mendengar Alex akan pergi ke kota besar. Karena untuk pertama kalinya setelah mereka menikah,Alex pergi meninggalkannya dan tujuannya adalah kota besar.
Otak Risa langsung menyambungkan kepergian Alex dengan kepergian Bagas dulu. Risa takut,diam-diam dibelakang Risa,Alex menerima tawaran papanya untuk menikah dengan perempuan pilihan sang papa dan menceraikan Risa.
"Untuk apa kamu kesana? Apa ada hubungannya sama papa?" Tanya Risa khawatir,wajahnya pun juga sudah memucat.
Alex yang melihat perubahan wajah Risa,ia tau pasti saat ini Risa sedang berpikiran negatif tentangnya. Ya,walaupun sebenarnya kepergiannya kesana memang ada hubungannya dengan sang papa,tapi Alex kesana bukan untuk mengikuti kemauan sang papa,melainkan untuk menghancurkan sang papa dengan tangannya sendiri.
"Bukan Ra. Aku kesana mau ngecek tiga bengkel yang disana. Kan udah setengah tahun aku gak ngecek." Jawab Alex berbohong. Ia tak mau Risa tau apa tujuan sebenarnya ia pergi ke kota besar.
"Serius?!" Tanya Risa menyelidik.
Alex mengangguk.
"Suer aku gak bohong." Kata Alex sambil mengacungkan jari manis dan jari telunjuknya ke udara. Karena memang ia kesana juga sekalian ingin mengecek bengkelnya,kalau urusannya dengan sang papa selesai.
"Aku ikut." Risa yang masih trauma ditinggal dengan alasan pekerjaan,memilih untuk ikut dengan sang suami.
"Gak. Kamu disini aja.! Nanti kamu disana ketemuan lagi sama mantan kamu atau sama si terong.!!" Untung saja ia cepat mendapat alasan untuk menolak keikutsertaan Risa.
"Gak ada tapi-tapian Ra. Kalau kamu pikir aku akan ninggalin kamu dan nurutin apa maunya papa,pikiran kamu salah besar!! Aku gak akan pernah ngelakuin itu,kamu percaya sama aku kan?!"
Risa terdiam,ia pun mulai terisak.
"Jangan nangis dong Ra. Kamu harus percaya sama aku,aku udah melangkah sejauh ini sama kamu,aku juga udah nyaman banget hidup sama kamu,jadi gak ada alasan buat aku untuk kembali sama papa aku."
"Tapi aku gak bisa jauh dari kamu darl." Tangis Risa pun pecah dalam pelukan Alex.
"Kamu pikir kamu aja yang begitu? Aku juga gitu Ra. Makanya tadi aku ragu bilang sama kamu,tapi kalau aku nunda-nunda terus untuk ngecek bengkel,nanti bengkel aku diem-diem di jual lagi sama orang yang aku percaya ngawas bengkel. Kita kan gak tau Ra isi hati dan pikiran manusia."
"Perginya gak bisa sehari aja darl? Seminggu tuh berasa seabad buat aku darl."
"Jangankan sehari darl,kalau dalam satu jam tim audit aku beres,aku langsung balik kesini. Seminggu itu kan cuma perkiraan aku darl. Aku boleh pergi yah?" Tanya Alex sekali lagi.
Dengan berat hati Risa pun menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Tapi nanti kalau kamu pulang,kita jalan-jalan yah darl ketaman bermain."
"Iya sayang iya. Jangan kan ke taman bermain,keliling kota M tiga hari tiga malam pun aku oke kok sayang."
"Bener yah?!"
Alex mengangguk.
"Jadi udah bisa kan kasih bekal buat aku?!"
Risa pun mengangguk malu-malu.
Dan siang itu,Alex dan Risa memanfaatkan waktu yang ada untuk saling berbagi peluh dan saling mengguncang ranjang.
🍀🍀🍀🍀🍀
Kini Alex sudah berada di kota besar. Ia lebih memilih tinggal di hotel dibanding pulang kerumah orangtuanya.
Setelah membersihkan tubuhnya,ia langsung untuk melakukan panggilan video dengan sang istri. Cukup lama Alex dan Risa bervideo call,Alex baru mematikan panggilannya saat melihat sang istri sudah tertidur. Setelah mengakhiri panggilannya,Alex pun mulai memikirkan langkah-langkah untuk menyentil sang papa.
Pagi ini,Alex menemui investor yang menanamkan modal di proyek yang sedang sang papa kerjakan sambil membawa berkas-berkas yang berisi data yang sudah papa Alex manipulasi dan data yang belum di manipulasi. Data yang Alex dapatkan dari mantan asistennya. Sebelumnya Alex sudah menghubungi asisten pak Hendrawan dan membuat janji temu pagi ini.
"Selamat pagi pak Hendrawan."
"Selamat pagi pak Alex. Sudah lama yah kita gak ketemu. Saya dengar pak Alex sudah tidak bekerja di perusahaan papa pak Alex." Kata pak Hendrawan basa-basi. Gaya bicara pak Hendrawan terlihat santai karena perbedaan umur pak Hendrawan dengan Alex hanya beda lima tahun saja.
"Iya pak. Saya lebih memilih memajukan usaha saya sendiri dibanding meneruskan usaha orangtua saya,lagi pula passion saya lebih ke arah otomotif pak dibanding konstruksi."
"Ya,memang lebih baik seperti itu. Oh iya,ada perlu apa pak Alex ingin bertemu dengan saya?"
"Ini." Alex menyodorkan berkas-berkas yang Alex bawa.
"Ini apa?" Tanya pak Hendrawan.
"Ini data asli yang saya dapatkan dari orang kepercayaan saya yang masih bekerja di AB Property. Dan ini adalah data yang sudah di manipulasi AB Property untuk di laporkan pada perusahaan pak Hendrawan. Pak Hendrawan lihat saja,perbedaan anggaran yang asli dengan yang di manipulasi sangat jauh sekali. Dan material yang di pakai mereka pun,material termurah. Sungguh sangat tidak cocok untuk pembangunan perumahan real estate."
__ADS_1
Bersambung...