Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 96


__ADS_3

"Harusnya aku yang minta maaf Ra,bukan kamu. Aku tau kamu cuma ingin melakukan yang terbaik dan ngejaga perasaan ku. Tapi inget Ra,kita ini suami istri,harusnya kamu jangan pendam masalah ini sendiri. Periksa kandungan sendiri,pengobatan sendiri,kalau semua kamu lakukan sendiri,terus apa gunanya aku sebagai suami kamu?"


"Aku ngerasa bersalah aja darl karena belum bisa ngasih kamu anak,makanya aku diem-diem periksa kandungan. Walaupun kamu gak pernah nuntut soal anak,tapi aku tau kamu pasti sangat ingin kita punya anak."


"Jujur Ra,memang iya aku sangat ingin memiliki anak dari kamu. Selain untuk memperkokoh rumah tangga kita,aku juga ingin menebus dosa-dosa aku yang pernah membunuh anak pertama kita. Tapi Ra,aku sadar,aku nuntut sama kamu pun gak akan ada gunanya kalau memang yang di Atas belum mau ngasih kepercayaan itu. Kan aku udah berkali-kali bilang sama kamu,kalaupun yang di Atas gak memberikan kita kepercayaan untuk memiliki anak,aku terima kok dan gak akan pernah ninggalin kamu,karena aku tau,kalau yang di atas sedang menghukum aku dengan tidak memberikan keturunan lagi."


"Kamu jangan ngomong gitu dong darl,coba kamu ubah mindset kamu itu. Kamu jangan mikir kalau yang di Atas sedang menghukum kamu,tapi kamu coba pikir kalau sebenarnya yang di Atas cuma pengen kita lebih keras berusaha dan lebih tulus meminta pada Nya. Kata dokter aku masih bisa hamil kok darl,hanya butuh empat kali suntikan lagi dan pengobatan aku selesai. Jadi kamu jangan putus asa yah,mudah-mudahan setelah pengobatan aku selesai,Alex junior langsung hadir di rahim ku."


"Kamu bener Ra,kayaknya mindset ku yang harus aku rubah. Baiklah,mulai sekarang aku akan rubah mindset ku. Dan mulai sekarang juga,kita harus lebih giat berusaha." Alex pun berdiri dari tempat duduknya dan langsung mengangkat tubuh Risa dari sofa yang mereka duduki dan keluar dari ruangan Alex.


"Aaaaaaa..a!!" Risa berteriak karena Alex tiba-tiba mengangkat tubuhnya.


"Kamu mau ngapain darl?" Tanya Risa sambil memukul-mukul dada Alex.


"Mau ngapain lagi kalau bukan mau kerja keras." Jawab Alex santai sambil berjalan ke arah lift.


"Maksudnya?"


"Kan kamu yang bilang tadi,kita harus kerja lebih keras lagi untuk bisa punya anak. Jadi sekarang aku akan bawa kamu ke hotel supaya kita bisa kerja lebih keras lagi." Jawab Alex sambil mengerlingkan matanya.


Mata Risa membelalak mendengar jawaban Alex.


"Ini masih siang darl!!"

__ADS_1


"Kamu ngerti gak sih arti kerja keras itu apa? Itu artinya pagi,siang,sore,malam,tengah malam dan subuh kita harus kerja."


"Jangan aneh-aneh kamu!! Sekarang turunin aku dan kita balik keruangan kamu."


"Oh..kamu gak mau kita kerja keras di hotel? Maunya di ruangan aku aja?" Goda Alex.


"Bukan gitu darl!!" Geram Risa sambil mencubit dada Alex.


"Kalau cuma mau kerja keras kan habis kita pulang kerja bisa darl,gak harus motong jam kantor."


"Terserah aku dong,kan aku bosnya." Jawab Alex santai.


Pintu lift pun terbuka.


"Peduli amat sih sama orang-orang. Yang aku gendong kan istri aku. Kalau mereka gak suka,yah tutup mata aja,gitu aja kok repot!!"


"Bu Clarisa kenapa pak Alex?" Tanya salah satu satpam yang berjaga di lobi.


"Biasa pak,lagi dateng manjanya,pengen di gendong-gendong." Jawab Alex tanpa dosa. Malah kini Risa lah yang di kambing hitamkan oleh suaminya sendiri.


"Cih..jelas-jelas dia yang maksa mau gendong,kok jadi aku yang di tumbalin?!" Gerutu Risa dalam hati.


"Jangan-jangan bu Clarisa ngidam lagi pak." Kata sang satpam menerka-nerka.

__ADS_1


"Mudah-mudahan yah pak,doain aja yang terbaik buat kami."


Alex pun kembali melangkahkan kakinya dan berjalan menuju mobilnya. Setelah memasukkan Risa ke dalam kursi penumpang,Alex pun masuk kedalam mobil dan duduk di kursi kemudi. Ia pun menjalankan mobilnya menuju salah satu hotel terbaik di kota itu.


⭐⭐⭐⭐⭐


Tiga bulan sudah Risa selesai pengobatan,sebagai suami yang baik dan bertanggung jawab,Alex selalu setia menemani Risa ke rumah sakit setiap Risa pengobatan.


Jam sudah menunjukkan jam enam pagi. Alex terbangun karena mendengar suara alarm yang tak berhenti berbunyi sejak satu jam lalu,karena Risa sengaja membuat tenggang waktu setiap lima belas menit sekali.


Alex mengerjapkan matanya dan meraba nakas untuk mengambil hp yang terpasang alarm.


"Jam enam." Lirih Alex saat melihat jam yang tertera di layar hp.


"Ra...bangun Ra." Alex membangunkan Risa yang masih terlelap dalam pelukannya.


Karena tak ada respon dari Risa,Alex pun membiarkan Risa untuk tetap terlelap. Alex pikir,mungkin saja Risa masih lelah karena tadi malam mereka selesai ritual ranjang pukul dua subuh.


Alex pun turun dari ranjang dan memungut boxer nya yang teronggok di atas lantai. Ia pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Namun baru saja lima menit Alex berada dalam kamar mandi,tiba-tiba saja Risa membuka pintu kamar mandi yang tidak Alex kunci.


"Uweek...uweeek.." Risa memuntahkan isi perutnya di wastafel.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2