
Satu jam sebelum makan siang Alex sudah mendatangi Nia di kantornya.
"Bu Nia ada?" Tanya Alex pada Vera sekretaris Nia.
"Ada pak." Jawab Vera,saat Vera ingin berdiri untuk mengantar Alex ke ruangan Nia,Alex melarang Vera.
"Kamu duduk aja." Suruh Alex.
Vera pun kembali duduk di kursinya.
Alex berjalan ke arah pintu ruangan Nia. Dan tanpa mengetuk dulu,Alex membuka pintu itu.
Ceklek. Pintu ruangan Nia terbuka.
Alex masuk ke ruangan Nia dan melihat Nia sedang senyum-senyum sendiri sambil memegang hp,yang Alex yakini sekarang Nia sedang bertukar pesan dengan Irlan.
Nia yang memang sedang bertukar pesan dengan Irlan,matanya langsung melihat ke arah pintu yang terbuka.
Melihat Alex yang berdiri didepan pintu,Nia ikut berdiri dari kursinya.
"Kak Alex.." kata Nia kaget.
"Biasa aja dong ekspresinya,ngeliat orang ganteng gini kok kayak ngeliat hantu sih..?!" Protes Alex pada Nia yang terkejut melihatnya.
"Kok kakak gak bilang dulu mau kesini?" Tanya Nia salah tingkah.
"Kalau bilang dulu,pasti kamu bakal bilang lagi sibuk lah,lagi ada meeting lah. Aku tau kamu lagi cari cara kan buat ngehindar dari aku.." kini Alex sudah duduk di sofa.
Nia menghampiri Alex yang duduk di sofa dan ikut duduk di sofa didepan Alex.
"Bukan gitu maksud aku kak,tapi..."
"Udah lah,gak usah di bahas lagi. To the point aja,aku kesini mau minta jawaban kamu."
Deg..
__ADS_1
Nia baru ingat kalau Alex sedang menunggu jawaban dari pernyataan cinta Alex.
"Mampus gue!!! Gue harus jawab apa nih,gue belum punya kata-kata buat nolak secara halus,biar dia gak sakit hati." Gerutu Nia dalam hati.
"Kok diem?" Tanya Alex.
"Kalau memang kamu gak bisa nerima aku,yah bilang aja. Jangan ragu-ragu,aku orang yang sportif kok." Kata Alex lagi.
"Maaf.." cicit Nia sambil menundukkan wajahnya merasa bersalah.
Nia merasa bersalah pada Alex yang selalu baik padanya,bahkan disaat Nia dalam keadaan terpuruk Alex selalu ada buat Nia. Bahkan Alex sampai rela menunggu Nia. Tapi kini Nia malah menyakiti perasaan laki-laki yang ada di hadapannya sekarang.
Alex menghela nafasnya berusaha menahan emosinya. Tapi hatinya tersenyum licik.
"Gue gak akan semudah itu nyerah Nia..Gue akan nyingkirin dia.." kata Alex dalam hati.
"Gak usah minta maaf,loe gak salah. Namanya hati gak akan bisa dipaksain,sekalipun gue nunggu loe seumur hidup,kalau emang hati loe bukan buat gue,yah mau di apa. Iya gak.." kata Alex mencoba bersikap tenang dan santai.
Alex berdiri dari duduknya dan duduk disebelah Nia.
Dia melihat jam yang ada dipergelangan tangannya.
"Gimana kalau kita makan siang bareng,yah itung-itung bentuk perpisahan kita lah..mau kan?"
"Emang kakak mau kemana?" Tanya Nia,kini wajahnya sudah menatap wajah Alex.
"Bukan perpisahan sama gue Nia,tapi sama mantan suami loe itu!!" Kata Alex dalam hatinya.
"Gak kemana-mana. Kan gak mungkin aku deketin kamu lagi,nanti di bilang aku pho lagi. Jadi selama kamu sama dia,aku akan mundur."
"Jadi maksud kakak kita gak bisa temenan lagi gitu?"
"Lebih baik gitu,karena gak ada pertemanan yang tulus antara laki-laki dan perempuan. Kalau aku terus berteman sama kamu,yang ada aku akan semakin sakit hati harus melihat kamu sama dia. Jadi lebih baik kita jaga jarak."
Nia pun mengangguk lemah.
__ADS_1
"Kalau mau kakak begitu,aku cuma bisa bilang maaf dan terimakasih. Terimakasih untuk semua yang udah kakak buat ke aku selama ini. Dan maaf karena gak bisa ngebalas perasaan kakak ke aku."
"Udah lah gak usah di bahas lagi. Kalau memang kamu mau minta maaf,mending kamu traktir aku makan siang. Tapi aku maunya makan di tempat yang mahal yah.."
Nia pun mengangguk.
"Oke." Nia pun berdiri dari duduknya,dan berjalan ke arah meja kerjanya dan mengambil tasnya.
"Ayo kak." Ajak Nia.
Mereka pun berjalan beriringan keluar dari kantor Nia.
🍀🍀🍀🍀🍀
Setelah Alex keluar dari dalam hotel,Risa langsung membersihkan tubuhnya dan bergegas keluar dari dalam kamar hotel. Risa pergi ketempat rental mobil,untuk menyewa mobil yang akan ia gunakan membuntuti gerak-gerik Alex. Kini Risa sudah berada didepan gedung AB Properti,ia menunggui mobil Alex keluar dari dalam gedung.
Risa mengikuti mobil Alex sejak dari kantor Alex. Dan sekarang mobil Alex menuju kantor Nia.
Risa memarkirkan mobilnya didepan kantor Nia,matanya tak henti-henti memperhatikan langkah Alex,bahkan sampai tubuh Alex masuk ke dalam gedung dan menghilang di dalam gedung.
Risa memilih menunggu Alex sampai keluar dari dalam gedung di depan kantor Nia,karena tidak bisa sembarangan orang masuk ke area gedung.
Saat sedang menunggu,Risa mengambil amplop dari tasnya. Ia membuka amplop itu.
Hasil USG kehamilan Risa. Risa mengusap foto yang masih berupa titik itu.
"Baby,kita berjuang bersama-sama yah untuk menggagalkan rencana jahat papa mu pada wanita lain. Papa mu hanya milik kita,milik kamu dan milik mama. Muaaah" Risa mencium foto itu kemudian menyimpannya kembali ke dalam tas nya.
Sebenarnya Risa ingin memberitahu Alex tentang kehamilannya tadi malam,saat Alex menemuinya di hotel karena Risa berhasil membuat para investor menandatangani kontrak kerjasama. Tapi niatnya ia urungkan karena melihat Alex yang masih menggebu-gebu mendapatkan Nia bahkan Alex mempunyai niat jahat pada Nia.
Sekarang prioritas Risa,menyelamatkan Nia dulu dari jebakan yang akan Alex buat.
Setelah menaruh foto itu dalam tas,mata Risa tertuju pada satu mobil yang berada diseberangnya,mobil itu sangat mencurigakan,karena sesekali seorang pria turun dari dalam mobil dengan menggunakan kaca mata hitam dan menghisap rokoknya. Pandangan pria itu pun selalu tertuju pada pintu keluar gedung Dirgantara Group.
Bersambung...
__ADS_1