Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 101


__ADS_3

Kini Alex dan Risa sedang dalam perjalanan pulang.


"Darl..." panggil Risa pada Alex yang sedang berkonsentrasi menyetir.


"Iya sayang." Jawab Alex lembut sambil menoleh sesaat ke Risa dan mengelus lembut rambutnya.


"Pengen makan sate."


"Boleh. Kamu mau makan sate dimana?"


"Em...." Risa nampak ragu mengatakan keinginannya.


"Dimana?" Tanya Alex lagi karena Risa tak kunjung menjawab.


"Dirumah." Jawab Risa pelan.


"Oh..kamu mau di bungkus aja,terus kita makan di rumah,gitu?" Tanya Alex.


Risa menggeleng.


"Jadi?"


"Em..."


"Bilang aja sayang kamu maunya apa?"


"Aku maunya sate buatan kamu."


"Hah?" Alex menganga mendengar permintaan Risa.


Ia menelan slivanya susah payah.


"Tapi Ra..."


"Kamu gak mau yah?! Ya udah deh gak usah." Kata Risa memotong kata-kata Alex dengan raut wajah kecewa.


Alex membuang nafasnya kasar. Melihat istrinya cemberut,membuat ia jadi tidak tega untuk tidak menuruti kemauan Risa.


"Mau kok sayang. Ya udah kita beli bahan-bahannya yah. Kamu coba cari di internet,apa aja bahan-bahan yang di perlukan." Alex pun memutar arah tujuannya menjadi ke pusat perbelanjaan terdekat untuk membeli bahan-bahan membuat sate.


Setelah membeli bahan untuk membuat sate dan kebutuhan Risa selama hamil,mereka pun pulang kerumah.


Begitu sampai di rumah,Alex langsung membuka internet untuk mempelajari cara membuat sate.


"Hari ini sate,besok-besok apaan lagi." Gumam Alex dalam hati sambil menyiapkan bahan-bahan.


"Ra..sayang. Bantuin aku dong biar cepet."


Risa menggeleng.


"Gak akh darl,aku mau muntah lihat ayamnya." Kata Risa melihat ayam yang sudah di potong-potong dan di beri bumbu oleh Alex.


Risa tidak mengizinkan art membantu Alex,karena ia hanya mau masakan yang murni buatan Alex. Sedangkan Risa sengaja duduk beberapa meter dari tempat Alex meracik bahan-bahan.

__ADS_1


Alex hanya bisa menghela nafasnya. Mau marah,tidak mungkin karena ia tau Risa sekarang sedang di kuasai oleh hormon ibu hamil. Mau tidak mau ia mengerjakan semuanya sendiri.


Setelah satu jam,akhirnya sate ala chef abal-abal Alex pun jadi. Ia menaruh sate dan bumbunya terpisah. Karena si ibu hamil memintanya begitu.


"Taaadaa." Teriak Alex sambil memperlihatkan hasil karyanya.


"Woooaaah.." wajah Risa terlihat sangat antusias saat melihat sate buatan suaminya.


"Sini darl. Aku udah gak sabar."


Alex pun mendekati Risa dan meletakkan dua piring ke atas meja,tak lupa Alex menyiapkan minuman untuk Risa.


Tak menunggu lama,Risa langsung melahap sate yang Alex buat,namun cara Risa menyantap tidak seperti memakan sate. Karena Risa mengeluarkan potongan daging ayam satu persatu kemudian ia mencocol potongan daging ayam itu ke piring yang berisi bumbu sate.


Melihat gaya makan Risa,Alex hanya bisa geleng-geleng kepala. Ternyata hormon ibu hamil bisa mengubah seseorang menjadi konyol.


"Kok gak ikutan makan darl. Nih aku suapin. Aaaa" Risa menyodorkan satu potongan daging ayam ke depan mulut Alex.


Menolak salah,tapi kalau gak di tolak takut ia mendapat cita rasa zonk seperti nasi goreng buatannya pagi tadi.


"Cepetan aaa!!" Rengek Risa.


Mau tak mau Alex membuka mulutnya.


Mata Alex langsung membelalak,pipinya menggelembung saat satu potong daging ayam yang sudah di cocol bumbu itu masuk ke dalam mulutnya.


"Astaga...makanan apa ini!!" Gumam Alex dalam hati sambil menahan rasa eneq yang mengguncang perutnya.


Cepat-cepat Alex menenggak segelas air untuk melancarkan laju sate ke dalam perutnya.


"Huuuuh.." kini Alex bisa bernafas lega.


"Mau lagi darl?" Tawar Risa.


Cepat-cepat Alex menggelengkan kepalanya.


"Gak usah sayang,kamu habisin aja. Sekarang kan udah ada si kembar di dalam sini,jadi kamu harus banyak makan." Tolak Alex secara halus.


Drama sate-sate an pun berakhir dan berganti drama dengan drama kemanjaan Risa yang tidak mau Alex tinggalkan,sekalipun hanya ke kamar mandi. Risa sampai rela ikut masuk ke dalam kamar mandi dan menunggu sang suami selesai membersihkan tubuhnya.


"Aku periksa kerjaan bentar yah."


"Gak boleh kemana-mana!!!" Kata Risa saat melihat Alex hendak meninggalkan kamar.


"Gak kemana-mana sayang,cuma mau ambil laptop doang di ruang kerja."


"Aku ikut."


"Ya udah ayok." Jawab Alex sambil menghela nafasnya.


Mereka pun keluar dari dalam kamar,dan dengan setianya juga Risa mengintili sang suami.


Setelah sampai di ruang kerja,Alex langsung mengambil laptopnya dan mereka pun kembali ke dalam kamar.

__ADS_1


"Kamu tidur aja Ra. Ini kan udah malam,kamu juga satu hari ini pasti capek banget kan?"


Kini mereka sedang duduk di sofa yang ada didalam kamar mereka.


Risa menggelengkan kepalanya.


"Gak mau tidur sendiri." Jawab Risa dengan nada manja nya.


"Aku kan disini sayang,masih di kamar ini,jadi kamu gak sendirian."


"Tapi maunya di peluk kamu darl."


"Ya udah ayo." Alex pun meletakkan laptop yang sejak tadi ia pangku dan menggiring Risa menuju ranjang.


Mereka berdua pun naik ke atas ranjang.


"Darl.."


"Iya sayang.."


"Cium." Risa memonyongkan bibirnya.


Cup. Alex mecium bibir Risa sekilas.


"Kok sebentar?!" Protes Risa.


"Kalau lama nanti aku yang gak tahan Ra. Sehari ini udah dua kali aku jenguk si kembar,masa sekarang mau aku jenguk mereka lagi. Kamu gak inget kata dokter tadi,aku gak boleh sering-sering jenguk si kembar?!"


Risa memanyunkan bibirnya.


"Padahal si kembar pengen banget di jenguk sama papinya." Lirih Risa pelan namun masih bisa di dengar oleh Alex.


Dan perkataan Risa itu benar-benar membuat Alex dilema. Hasratnya yang sudah mulai membara,mengatakan malam ini ia harus kembali menjenguk si kembar,tapi kasih sayangnya sebagai seorang ayah pada calon anak-anaknya mengatakan untuk tidak lagi menjenguk dua buah hatinya malam ini. Tapi melihat wajah sang istri yang kecewa karena Alex tidak mau menjenguk anak-anaknya,akhirnya Alex pun mengalah.


Ia langsung meraup bibir Risa dengan sangat rakus. Dan malam ini,Alex kembali menjenguk si kembar di dalam sana.


Setelah hampir satu jam ritual penjengukkan,akhirnya Risa tertidur juga. Perlahan Alex melepaskan tangan Risa yang sedang memeluknya dan turun dari atas ranjang untuk memeriksa pekerjaan yang tadi siang sempat terabaikan karena ulah nakal istri solehotnya.


Baru saja ia membuka laptop,tiba-tiba Risa menangis dengan mata tertutup,sepertinya ia sedang mengigau. Sebelum Risa terbangun dan tangisnya makin kencang,cepat-cepat Alex naik kembali ke atas tempat tidur sambil membawa laptopnya. Ia langsung memeluk tubuh Risa sambil mengelus-ngelus punggungnya. Hanya beberapa detik,Risa kembali tertidur.


"Huuuh.." Alex bernafas lega.


Ia memandang wajah istrinya yang sedang tertidur,puas memandang wajah istrinya,matanya pun turun ke perut Risa yang masih rata dan mengelus-elusnya.


"Papi gak nyangka,kalian hadir sekaligus dua. Terimakasih yah anak-anak hebat papi,kalian sudah mau hadir di kehidupan mami dan papi. Kehadiran kalian benar-benar tepat pada waktunya."


Cup. Alex mengecup kening Risa.


"Makasih sayang,udah mau berjuang untuk kehadiran mereka. I Love You Clarisa Nadiva. Wanita yang tidak pernah aku sangka-sangka akan menjadi tulang rusukku. Akan aku jaga tulang rusukku ini sampai akhir hayat ku." Lirih Alex sambil kembali menatap wajah sang istri.


Dirasa cukup ber melow-melow nya,perlahan Alex mendudukkan dirinya dan meletakkan laptop di pangkuannya dan mulai bekerja. Kini Alex semakin bersemangat mengumpulkan pundi-pundi,karena ia sadar kebutuhan untuk anak kembarnya tidak lah sedikit.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2