Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 40


__ADS_3

"Ekhm...kalau boleh tau,sebenarnya apa hubungan kamu sama Alex? Bukannya kamu perempuan yang waktu itu bersama Irlan di ruangan kafe Irlan?!" Tanya Nia memecahkan keheningan.


"Kalau boleh jujur,sebenarnya aku dan Alex hanya lah partner kerja,biasanya Alex akan meminta bantuan ku kalau dia ada masalah dengan para investor. Dan aku lah yang akan membantu Alex untuk bernegosiasi dengan para investor itu. Sebenarnya,waktu Alex meminta ku untuk menjebak Irlan,aku ingin menolaknya,tapi saat itu aku tidak punya keberanian untuk menolak Alex,aku takut kalau Alex akan menjauhi ku atau malah mencari partner yang lain. Karena selain menjadi partner kerjanya,aku adalah partner ranjangnya." Risa agak memelankan suaranya ketika mengatakan kalimatnya yang terakhir,ia pun tertunduk malu saat mengatakan itu.


Dan pengakuan Risa sukses membuat mata Nia membelalak. Ia tak percaya,Alex yang ia kenal baik walaupun slengean. Ternyata seorang pemain wanita juga.


"Aku gak mau Alex sampe melakukan itu,karena aku sudah terlanjur jatuh cinta sama dia. Dan kalau aku boleh jujur,walaupun Alex bukan laki-laki pertama,tapi dia lah laki-laki kedua yang tidur dengan ku. Dan tidak ada laki-laki ke tiga atau ke empat dan seterusnya yang tidur lagi dengan ku."


Mata Nia makin membulat mendengar kata-kata Risa.


"Jangan bilang anak yang kamu kandung kemaren adalah anak kak Alex?!" Tanya Nia penasaran.


Tok tok tok. Pintu ruangan Nia terketuk.


Sontak Nia dan Risa terdiam dan membiarkan orang yang mengetuk pintu untuk masuk.


Ternyata Vera datang membawa nampan yang berisi minuman dan cemilan untuk Risa.


"Silahkan di minum bu Clara." Kata Vera setelah meletakkan minuman dan cemilan itu di atas meja.


"Terimakasih." Balas Risa.


"Saya permisi bu Nia." Pamit Vera,kemudian keluar dari dalam ruangan Nia.


Risa pun mengambil minuman yang baru saja di bawa sekretaris Nia itu dan menyeruputnya.

__ADS_1


"Kamu belum jawab pertanyaan saya,jadi apa benar anak yang di kandungan kamu kemaren anaknya kak Alex?!" Tanya Nia lagi,setelah Risa meletakkan gelasnya kembali di atas meja.


Risa hanya menganggukkan kepalanya memberikan jawaban. Hatinya kembali sakit saat harus membicarakan tentang anaknya yang telah tiada.


"Astaga.." Kata Nia kaget sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Jadi sebelum kejadian itu,kak Alex tau tentang kehamilan kamu?!"


Risa menggeleng.


"Alex gak tau,sebenarnya malam sebelum tragedi itu,aku mau kasih tau Alex tentang kehamilan aku,tapi karena malam itu Alex berambisi untuk mendapatkan mu dengan cara kotor,makanya aku menunda memberitahu Alex kabar kehamilan ku,dan fokus menyelamatkan mu dulu. Tadinya aku pikir,setelah aku berhasil menyelamatkan mu,baru lah aku akan memberitahukan Alex tentang kehamilanku dan perasaan ku yang sebenarnya. Tapi ternyata aku salah,aku malah harus kehilangan anakku. Dan yang lebih menyakitkan lagi,Alex tidak percaya kalau anak yang aku kandung adalah anaknya. Dia pikir kalau anak yang aku kandung adalah anak salah satu investor yang pernah bernegosiasi dengan ku." Akhirnya airmata yang sedari tadi Risa tahan tumpah juga.


Melihat Risa yang menangis tersedu-sedu,Nia pun berdiri dari tempat duduknya dan pindah kesebelah Risa. Ia membawa Risa kepelukannya. Ia tahu bagaimana menyakitkannya kehilangan seorang anak,karena Nia juga pernah mengalami hal yang sama.


"Hanya yang membedakan,kandungan mu baru dua minggu sedangkan aku sudah enam bulan. Dan kamu hamil karena memang kamu menginginkan anak itu,sedangkan aku hamil karena sebuah kesalahan." Kata Nia lagi.


"Kamu benar,aku yang menginginkan anak itu hadir di rahim ku,tapi aku tidak menyangka kalau anak itu harus pergi karena obsesi ayahnya sendiri." Kata Risa dan tangisnya semakin menjadi-jadi.


"Sudah..Ra..sudah..ikhlaskan,mungkin ini yang terbaik untuk mu dan anak mu. Kalau pun anak itu harus terlahir kedunia,apa kamu tidak kasihan pada anakmu karena tidak mendapat pengakuan dari ayah kandungnya?! Bukan kah itu lebih menyakitkan bagi seorang ibu,melihat anaknya tersakiti??!" Kata-kata Nia sepertinya sudah berhasil membuat Risa tegar kembali. Benar apa yang di katakan Nia,mungkin ini jalan yang terbaik.


Risa pun menjauhkan dirinya dari pelukan Nia.


"Ini." Nia menyodorkan kota tissue ke hadapan Risa.


"Terimakasih." Kata Risa sambil mengambil kotak tissue itu dan mengambil beberapa tissue itu kemudian menyeka air mata yang membasahi pipinya.

__ADS_1


Setelah menyeka airmatanya,Risa mengambil kembali minuman yang ada di meja. Dengan perlahan ia menenggak minuman itu untuk membantunya menetralkan suasana hatinya. Setelah suasana hatinya dirasa lebih baik,Risa meletakkan kembali gelas itu di atas meja.


"Nia,boleh aku minta tolong sama mu.?!" Tanya Risa.


"Minta tolong apa?! Kalau aku bisa bantu,pasti akan aku bantu."


"Sebelumnya aku minta maaf kalau permintaan ku ini agak memberatkan mu,tapi hanya ini yang bisa aku lakukan untuk Alex terakhir kalinya."


"Untuk kak Alex? Apa?"


"Tolong maafkan Alex,jangan perpanjang masalah yang terjadi di puncak ke pihak yang berwajib. Sebenarnya Alex orang baik,dia berbuat begitu karena obsesinya yang ingin memiliki mu."


"Kenapa kak Alex terobsesi dengan ku?!" Tanya Nia yang belum memahami kata-kata Risa.


Risa pun menceritakan bagaimana keras dan kejamnya pak Abram pada Alex jika Alex melakukan kesalahan. Merasa usahanya tidak pernah di hargai sang papa,membuat Alex kehabisan akal dan memilih jalan pintas untuk memajukan perusahaan. Seandainya pak Abram menghargai usaha Alex dan terus memberi semangat pada Alex sekalipun Alex gagal bernegosiasi dengan klien,mungkin Alex tidak akan mencari jalan pintas seperti sekarang ini.


"Astaga..." kaget Nia saat mendengar kenyataan tentang Alex.


Alex yang selalu ceria di hadapan Nia,bahkan dia lah yang selalu ada disaat Nia terpuruk,ternyata hidupnya tak seceria apa yang selama ini Alex tampilkan di depan Nia.


"Aku gak nyangka kalau kak Alex mendapat tekanan seperti itu dari papanya sendiri." Kata Nia lagi.


"Makanya aku minta tolong sama kamu Nia,tolong maafkan Alex. Dan bekerjasama lah dengan perusahaannya." Mohon Risa.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2