
Tiga bulan berlalu.
Hubungan Bagas dan Sheilla pun mulai membaik,tapi hanya hubungan di atas ranjang saja yang membaik. Yah...walaupun Sheilla dan Erick masih sering bercumbu di apartemen itu. Bagas tak mau pusing akan hal itu,justru itu semakin memperbanyak bukti perselingkuhan Sheilla.
Pagi ini,Bagas mendengar dari dalam kamar mandi kalau Sheilla seperti sedang muntah-muntah.
"Apa jangan-jangan dia sudah hamil?!" Bagas bertanya-tanya dalam hati. Ia bukan laki-laki bodoh yang tidak tau tanda-tanda wanita hamil. Mulai dari Sheilla yang selalu muntah-muntah tiap pagi dan Sheilla yang selalu ingin di buatkan rujak oleh Bagas. Dan ini terjadi sudah sebulan.
Berbeda dengan Bagas yang tau akan tanda-tanda kehamilan,Sheilla menganggap dirinya hanya lah masuk angin karena udara di Paris yang sedang masuk musim dingin.
Ceklek. Sheilla membuka pintu kamar mandinya. Wajahnya terlihat sangat pucat.
"Kamu kenapa?!" Tanya Bagas sok perhatian.
"Gak pa-pa. Cuma masuk angin doang." Jawab Sheilla ketus.
"Ooh.."
Sheilla pun berjalan ke arah ruang ganti. Hari ini ia akan melakukan pemotretan dan mengikuti kegiatan amal.
Setelah selesai bersiap-siap. Sheilla pun keluar dari kamarnya dan menghampiri Bagas yang ada di dapur.
"Hari ini dan besok aku gak pulang,karena ada kegiatan amal di luar kota. Selama aku gak ada,kamu harus tetap membersihkan apartemen ini,paham kamu!!" Perintah Sheilla pada Bagas. Setelah itu Sheilla berlalu meninggalkan Bagas sambil menggeret kopernya.
"Sheill,gak sarapan dulu?!"
"Gak selera.!" Jawab Sheilla masih dengan nada ketus. Ia pun kembali melanjutkan langkahnya untuk keluar dari unit apartemennya.
"Sekarang loe boleh jutek sama gue,besok-besok gue pastiin loe akan berlutut di kaki gue sambil memohon-mohon!!" Kata Bagas setelah Sheilla keluar dari unit apartemennya.
Bagas pun mulai membersihkan apartemen Sheilla. Setelah satu jam bersih-bersih,Bagas kini duduk santai di ruang televisi sambil meminum kopi.
"Kalau dia beneran hamil,berarti gue harus secepatnya kabur." Gumam Bagas.
"Iya..gue harus kabur secepatnya.!" Kata Bagas mantap. Ia pun berdiri dari duduknya dan berjalan ke dalam kamarnya dan mengambil hp nya untuk mengecek sisa saldo tabungannya.
Ia pun melihat harga tiket pesawat termurah sesuai dengan sisa tabungannya menuju negaranya.
Tiket menuju negaranya pun sudah di didapat,tinggal menunggu penerbangan jam sepuluh malam nanti. Bagas pun mulai berkemas,ia hanya membawa satu koper saja. Saat Bagas sudah selesai berkemas,ia teringat akan perhiasan Sheilla yang berada di dalam lemari perhiasan di ruang ganti. Bagas pun melangkah menuju kamar Sheilla untuk mengambil beberapa perhiasan Sheilla untuk di jualnya sebelum pulang ke negaranya.
"Anggap aja ini upah gue selama setahun gue jadi jongos loe!!" Kata Bagas sambil menggenggam perhiasan Sheilla.
__ADS_1
Bagas pun keluar dari apartemen Sheilla dan pergi ke toko perhiasan untuk menjual perhiasan Sheilla yang baru saja ia curi. Hasil dari menjual perhiasan Sheilla lumayan besar,hampir lima ratus juta (kalau di rupiahkan) dan itu sudah lumayan untuk ia pakai selama persembunyiannya nanti saat tiba di negaranya.
🍀🍀🍀🍀🍀
Setelah melewati penerbangan selama berpuluh jam,akhirnya Bagas pun tiba dengan selamat di negaranya. Tidak ada yang tau kedatangan Bagas,termasuk mama Bagas sendiri. Sekarang tujuan Bagas adalah rumah yang pernah ia beli untuk Risa.
"Pak,ke alamat ini yah." Bagas memberikan alamat rumah yang pernah ia beli untuk Risa pada supir taksi.
"Baik pak." Jawab sang supir. Supir taksi itu pun mulai mengendarai mobilnya menuju alamat yang Bagas berikan padanya.
Taksi yang ditumpangi Bagas pun sudah sampai di depan rumah Risa. Setelah membayar tarif taksi,Bagas pun turun dari dalam taksi dan melangkah menuju rumah itu dengan menggeret kopernya.
Sebelum mendekati pintu rumah yang tak berpagar itu,Bagas menatap lekat rumah itu,rumah yang hanya beberapa kali Bagas datangi itupun disaat Bagas hanya ingin buang hasrat dengan Risa. Warna dinding dan pintu yang sudah berubah,serta banyak tanaman hias menghiasi rumah itu,menambah keyakinan Bagas kalau Risa masih tinggal rumah itu.
"Huuuh.." Bagas menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya kasar sebelum memencet bel rumah itu.
Ting tong ting tong.
Tak lama pintu pun terbuka. Namun,bukan Risa yang membuka pintu.
"Cari siapa yah mas?!" Tanya seorang ibu-ibu paruh baya pada Bagas.
"Clarisa?" Ibu itu seolah sedang mengingat nama yang Bagas tanyakan padanya.
"Oh...bu Clarisa!! Iya ini memang rumahnya bu Clarisa mas,tapi itu tiga bulan yang lalu. Bu Clarisa sudah menjual rumah ini sama menantu saya."
Mata Bagas membelalak mendengar pernyataan ibu itu.
"Risa ngejual rumah ini..?! Apa jangan-jangan dia udah tau kalau gue udah nikah sama Sheilla?" Bagas bertanya-tanya dalam hatinya.
"Terus ibu tau kemana Risa pindah?!"
Ibu itu menggeleng. Sebenarnya ibu itu tau dimana Risa,karena ibu paruh baya yang ada di hadapan Bagas ini adalah ibu Ayu. Dokter Lucky yang membeli rumah itu dari Risa dan di berikan untuk orangtua Ayu.
Namun,Risa sudah berpesan sebelumnya pada ibu Ayu untuk merahasiakan keberadaan dirinya pada siapa pun jika ada yang mencarinya dirumah itu.
"Memang mas ini keluarganya bu Clarisa?" Tanya ibu Ayu mengetes Bagas.
"Saya kekasihnya bu. Kebetulan saya baru pulang dari luar negri,dan selama setahun saya di luar negri,saya gak pernah kasih kabar ke Risa. Mungkin gara-gara itu dia marah sama saya dan memutuskan hubungan kami secara sepihak. Jadi sekarang saya ingin menemui dia langsung untuk meminta maaf." Kata Bagas panjang lebar memberi alasan.
"Ooo." Ibu Ayu ber o ria. Padahal ia sudah tau cerita tentang hubungan Risa dengan anak bos nya dari Ayu,walaupun Ayu tidak pernah memperlihatkan foto Bagas padanya. Tapi dari alasan yang di berikan Bagas,ibu Ayu yakin kalau Bagas adalah si anak bos yang meninggalkan Risa dan lebih memilih menikahi anak konglomerat.
__ADS_1
"Oh iya bu,apa ibu gak punya nomor telpon Risa?"
"Gak punya mas,maaf yah."
Mendengar jawaban ibu itu,Bagas pun putus asa.
"Baik lah,saya permisi." Bagas pun berjalan menjauhi pintu rumah itu.
Ia bingung,entah kemana arah tujuannya sekarang. Tak mungkin ia kembali ke rumah orangtuanya,karena papanya pasti akan bertanya-tanya kenapa Bagas tiba-tiba pulang.
Bagas pun memutuskan untuk mencari kos-kosan di sekitaran daerah itu.
⭐⭐⭐⭐⭐
Sedangkan di Paris,telah terjadi kehebohan. Karena saat Sheilla mengikuti kegiatan amal,tiba-tiba Sheilla pingsan dan langsung di larikan ke rumah sakit.
BRAAK. Manajer Sheilla membuka pintu kamar rawat Sheilla dengan kasar dan melempar kertas hasil pemeriksaannya.
"Bisa kamu jelaskan Sheilla?!" Bentak sang manajer.
Sheilla yang masih pusing itu pun mau tak mau duduk dan mengambil selembar kertas yang di lemparkan sang manajer.
Mata Sheilla membelalak saat membaca hasil pemeriksaan dirinya.
"Aku...aku..." suara Sheilla bergetar,ia tak sanggup meneruskan kata-katanya.
"Iya...kamu hamil!!!" Bentak sang manajer lagi.
"Gak..gak mungkin,ini pasti salah!!" Kata Sheilla dalam hatinya.
"Sekarang katakan,siapa ayah dari bayi itu?! Apa Erick ayah dari bayi itu?!" Tanya sang manajer menyelidik.
Sheilla pun nampak berpikir,ia sendiri tidak tau siapa ayah dari bayi itu yang sesungguhnya,apakah Erick atau Bagas. Tapi entah kenapa hati kecilnya mengatakan kalau itu adalah anak Bagas.
Meski begitu,ia tidak mungkin mengatakan pada sang manajer kalau dirinya hamil anak Bagas yang notabene adalah suaminya. Karena sang manajer pun tidak tahu kalau dirinya telah menikah,hanya asisten pribadi Sheilla saja yang tau kalau Sheilla sudah menikah dengan Bagas.
"Iya." Jawab Sheilla pelan namun masih bisa di dengar oleh sang manajer.
Manajer itu pun mengusap wajah nya kasar saat mendengar jawaban dari Sheilla. Apa jadinya kalau media tau Sheilla tengah hamil anak Erick,sedangkan karir Erick sedang menanjak-menanjaknya. Pasti Sheilla akan di bully habis-habisan karena rata-rata penggemar Erick adalah dari golongan anak muda. Apalagi agensi yang menaungi Erick adalah agensi yang sangat besar di sana,ditambah keluarga Erick yang bukan orang sembarangan di negara itu,bisa-bisa mereka menyuruh Erick untuk menyangkal kehamilan Sheilla dan menghancurkan karir Sheilla dalam sekejap mata.
Bersambung...
__ADS_1