Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 10


__ADS_3

Mendengar kata-kata Silvia,emosi Risa tak bisa di bendung lagi. Risa langsung menggebrak meja.


BRAAAAAK


"Loe bisa diem gak sih..!!!! Terus kenapa kalau gue di campakkin pak Bagas? Gak jadi masalah buat gue kalau pak Bagas sampe campakkin gue,yang penting gue pernah jadi pacarnya selama setahun!! Dari pada loe,suka sama pak Bagas bahkan udah make seribu satu cara untuk deket sama pak Bagas tapi gak kesampean!! Miris banget tau gak hidup loe.!!!" Bentak Risa yang sudah tak dapat menahan emosinya lagi.


Setelah puas membentak Silvia,Risa pun hendak berlalu meninggalkan Silvia disana. Namun tangan Silvia langsung menahannya.


"Brengsek loe!!" Tangan Silvia sudah mengudara hendak menampar Risa.


PLAAK..


Bukan Risa yang tertampar melainkan Silvia,gerakan tangan Risa ternyata lebih cepat dari tangan Silvia.


Risa mencengkram dagu Silvia.


"Clara lepasin sakit.!!" Silvia berusaha melepaskan cengkraman tangan Risa.


"Cuiih.." Risa meludahi wajah Silvia.


"Itu akibatnya berani ganggu gue.!! Selama ini gue diem dengan semua gosip yang udah loe sebarkan dari mulut jahanam loe itu,mulai dari gosip gue tidur sama tamu VIP,gue jadi wanita simpanan salah satu tamu VIP bahkan sekarang loe bilang gue deketin pak Bagas dengan menggunakan tubuh gue. Denger yah,sekali lagi gue tau loe udah bikin fitnah tentang gue,gue gak akan segan-segan potong lidah loe.!!!" Risa melepaskan cengkraman tangannya dari dagu Silvia. Ia mendorong tubuh Silvia sampai terjatuh ke lantai. Kemudian ia berlalu dari hadapan Silvia yang sedang merasakan sakit dan malu karena mereka sekarang menjadi pusat perhatian para karyawan yang lainnya.


"Claraaaaaa brengseeeek!!!" Teriak Silvia saat melihat Risa sudah menjauh dari kantin.


⭐⭐⭐⭐⭐


Risa melangkahkan kakinya menuju ruang ganti,ia melihat jam yang ada di pergelangan tangannya masih menunjukkan pukul setengah dua belas. Risa memilih untuk pulang dulu ke apartemennya sambil menunggu jam tiga dimana ia akan mendampingi tamu VIP nya yang lain.


Setelah mengganti bajunya,Risa berjalan menuju pintu keluar.


"Risa.." panggil Ayu saat melihat Risa berjalan menuju pintu keluar.


Risa menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Ayu.


Risa mendekati Ayu.


"Kenapa Yu?"


"Aku denger kamu barusan ribut sama Silvia?"

__ADS_1


Risa mengangguk.


"Kamu kenapa sih ladenin orang kayak gitu,harusnya kamu diemin aja lah Ris. Inget Ris,sebagai kekasih pak Bagas kamu harus jaga nama baiknya. Kalau kamu buat keributan kayak tadi,itu sama aja kamu mencoreng nama baik pak Bagas." Ayu menasehati Risa.


Namun yang ditangkap Risa,Ayu seperti sedang membela Silvia.


"Loh,kok kamu jadi belain dia sih Yu?? Kalau bukan dia yang cari gara-gara duluan,aku juga males kali Yu ngeladenin orang kayak gitu.!" Jawab Risa membela dirinya.


"Tapi Ris,sekalipun dia yang cari gara-gara duluan,harusnya kamu diem aja seperti biasanya.!" Kata Ayu lagi.


"Cih...udah deh Yu gak usah ceramah.!!! Aku tuh capek dihina-hina terus sama orang.!!! Makin aku diem,orang-orang makin mikir kalau aku perempuan yang bisa bully. Kamu gak pernah ada di posisi aku Yu,jadi kamu gak akan ngerti gimana rasanya jadi aku.!!"


"Aku emang gak pernah ada di posisi kamu,tapi..."


"Udah deh diem aja kamu Ris,aku muak sama ceramah kamu.!!!" Bentak Risa memotong perkataan Ayu.


Risa langsung memutar tubuhnya dan kembali berjalan menuju pintu keluar.


Setelah ia keluar dari area tempat bermain golf,Risa mengeluarkan hp nya untuk menghubungi Bagas untuk mengetahui dimana posisi Bagas,namun sayang hp Bagas tidak aktiv.


"Ojek neng." Tawar salah satu tukang ojek yang mangkal di dekat tempat Risa bekerja.


"Kemana neng?"


"Ke apartemen xxx yah mas."


Tukang ojek pun mengendarai motornya ke arah apartemen Risa.


Kini ojek yang Risa naiki sudah berada di depan gedung apartemen. Risa turun dari atas motor dan membayar ongkos ojek. Risa pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam gedung apartemen.


Bip bip bip. Risa memencet kode pintu unit apartemennya.


Ceklek. Pintu pun terbuka. Risa masuk ke dalam unit apartemennya.


Mata Risa membelalak melihat sosok yang sudah membuat hatinya sangat galau dari ia bangun tidur pagi tadi.


"Mas Bagas.." Risa langsung berlari kecil menghampiri Bagas dan memeluknya.


Namun baru beberapa saat Risa memeluk Bagas,Bagas langsung menjauhkan tubuhnya dari Risa.

__ADS_1


"Badan mu bau keringat. Mandi dulu sana!"


"Masa sih.." kata Risa sambil mengendus-endus bau badannya.


"Udah mandi dulu sana,kamu kan baru dari lapangan,pasti lah bau keringat.!!"


Tak mau melanjutkan perdebatan,Risa pun melangkahkan kakinya ke dalam kamar,ia pun masuk kedalam kamar mandi dan membuka seluruh pakaiannya. Ia mengguyur tubuhnya di bawah shower.


Tanpa Risa sadari,ternyata Bagas mengikuti Risa ke dalam kamar mandi. Karena sudah terbiasa sendiri,Risa tak pernah mengunci pintu kamarnya maupun pintu kamar mandi saat dia sedang mandi.


Bagas membuka seluruh pakaiannya dan berjalan ke arah kamar mandi.


Ceklek. Bagas membuka pintu kamar mandi.


Mendengar pintu kamar mandi terbuka,otomatis Risa menoleh.


"Mas Bagas...!!" Mata Risa membelalak melihat Bagas yang sudah ada di depan pintu dengan tubuh yang sudah polos.


Refleks Risa menutup semua asetnya dengan kedua tangannya.


Bagas terus berjalan mendekati Risa yang masih terguyur air di bawah shower.


"Mas Bagas mau apa??!"


"Mau apalagi kalau bukan ikut mandi sama kamu." Bagas yang sudah di selimuti nafsu langsung mendorong tubuh Risa sampai ke tembok dan mencium bibir Risa dengan sangat ganas.


Risa mendorong tubuh Bagas saat tangan Bagas mulai bermain di area sensitive nya.


"jangan lagi mas,itu ku masih sakit." tolak Risa dengan nafas yang terengah-engah.


Namun Bagas tak mau mendengar penolakan Risa,ia kembali merapatkan tubuhnya dengan Risa agar Risa ikut merasakan sesuatu yang sudah berdiri tegak dibawah sana.


"aku gak suka dengan penolakan Ris." Bagas kembali mengabsen tubuh Risa dengan bibirnya.


Dan permainan panas pun terjadi lagi di dalam kamar mandi. Tak ada kata cinta yang Bagas ucapkan pada Risa di setiap gerakannya,bahkan disaat Bagas sudah merasakan pelepasannya,Bagas tak mencium Risa atau berterima kasih pada Risa. Bahkan benih Bagas pun,Bagas buang di luar,setelah membuang benihnya,Bagas malah membersihkan tubuhnya sendiri seolah melupakan Risa yang terduduk lemas di atas closet karena aksi Bagas.


Hampir satu jam Bagas melampiaskan nafsunya pada Risa di dalam kamar mandi,kini mereka berdua sudah dalam keadaan rapih dan duduk di sofa ruang tamu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2