Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 44


__ADS_3

Ayu menghela nafasnya,sepertinya Risa sengaja menyembunyikan identitasnya dari Alex. Entah apa alasannya,Ayu tidak mau menerka-nerka.


"Apa mas juga gak pernah menanyakan tentang kehidupan Risa?!"


Alex menggeleng lagi.


"Terus selama menjalin hubungan mas ngapain aja sama Risa?!!" Bentak Ayu kesal.


"Kalau Risa gak menceritakan tentang kehidupannya,harusnya mas yang bertanya duluan.!!!" Lanjut Ayu dengan nada yang masih meninggi.


"Kok mbak jadi ngegas sih.?!" Bentak Alex yang tak terima di marah-marahi oleh Ayu.


"Habisnya mas nya ngeselin,pantes aja Risa ninggalin mas,ternyata mas nya gak peka!!! Kalau saya jadi Risa,saya gak akan mau balik lagi dengan laki-laki gak peka kayak mas!!"


Deg...


Kata-kata Ayu begitu menancap di hati Alex,ia jadi takut kalau Risa tidak mau memaafkannya dan kembali padanya.


"Udah lah saya gak mau ribut,tolong kasih tau saya alamat Clara di kota M." Kata Alex mengakhiri perdebatan yang tidak tahu dimana ujungnya.


"Saya gak gak tau dimana alamat Risa di kota M sekarang." Jawab Ayu jujur,karena rumah orang tua Risa di kota M sudah berpindah tangan.


"Gimana sih,katanya kamu tetanggaan sama Clara di kota M,masa kamu gak tau alamatnya?!" Tanya Alex yang sudah kesal karena merasa di permainkan oleh Ayu.


"Iya itu kan dulu,tapi semenjak ayahnya meninggal dan bundanya masuk rumah sakit jiwa,Risa udah gak tinggal di alamat itu lagi. Karena rumah yang ada di alamat itu,udah di sita oleh bank.!!"


"Hah..bundanya masuk rumah sakit jiwa?" Tanya Alex sambil melongo.


Ayu menganggukkan kepala. Akhirnya ia menceritakan pada Alex tentang keadaan keluarga Risa.


Alex mengusap wajahnya kasar,ia tak menyangka hidup Risa serumit ini. Alex jadi semakin bersalah karena telah menyangka Risa adalah wanita jalang dan menambah kerumitan hidup Risa.

__ADS_1


"Kasih tau aja alamat rumah Risa di kota M,biar nanti saya cari sendiri disana." Pinta Alex. Tekadnya sudah bulat akan turun tangan langsung mencari Risa di kota M.


Melihat kesungguhan Alex,Ayu pun memberikan alamat rumah Risa di kota M. Setelah mendapatkan alamat Risa,Alex pun pamit dari hadapan Ayu dan melajukan mobilnya menuju kantor sang papa.


🍀🍀🍀🍀🍀


"Halo Ra..aku udah di lobi nih.." dokter Lucky yang sudah tiba di lobi hotel langsung menghubungi Risa,agar Risa turun dan menghampirinya.


"Mas Lucky langsung naik aja,aku lagi kemas-kemas ini."


"Oh..oke." dokter Lucky pun mengakhiri panggilan teleponnya dan langsung naik ke lantai dimana kamar Risa berada dengan menggunakan lift.


Tok tok tok. Dokter Lucky mengetuk pintu kamar hotel Risa.


Ceklek. Risa pun membukakan pintu kamar itu dan mempersilahkan dokter Lucky untuk masuk kedalam.


"Belum selesai beres-beres?" Tanya dokter Lucky saat melihat koper yang masih terbuka dan baju yang masih di atas tempat tidur.


"Oh..Sini aku bantu." dokter Lucky pun mendekati Risa yang sedang duduk di atas ranjang sambil memasukkan baju-bajunya kembali.


"Gak usah mas,udah mau selesai kok." Tolak Risa.


"Mas Lucky duduk aja di sofa."


Dokter Lucky pun menuruti kata-kata Risa untuk duduk di sofa menunggu Risa selesai berkemas.


"Selesai." Kata Risa sambil menepuk kopernya dan menaruh koper itu di lantai.


"Jangan angkat yang berat-berat dulu Ra." Kata dokter Lucky mengingatkan.


Risa yang lupa dengan kondisinya yang baru operasi,hanya cengengesan mendengar peringatan dokter Lucky.

__ADS_1


"Berbaring disitu,biar aku periksa jahitan mu." Perintah dokter Lucky sambil menunjuk tempat tidur.


Risa pun menurut,ia naik ke atas tempat tidur dan berbaring. Setelah Risa berbaring,dokter Lucky pun memeriksa kondisi Risa,mulai dari tensi dan bekas jahitan yang sebenarnya harus di kontrol seminggu sekali dalam waktu tiga sampai empat minggu. Selesai dokter Lucky memeriksa Risa,dokter Lucky mengeluarkan obat yang memang ia beli di apotik sebelum ke hotel.


"Ini vitamin dan obat untuk mu. Ingat,diminum jangan sampe enggak.! Dan ingat,jangan mengangkat yang berat-berat dulu paling gak sampe empat puluh hari." Dokter Lucky memberikan peringatan keras untuk Risa.


Risa tersenyum dan mengangguk mengiyakan peringatan dokter Lucky.


"Ra...ada yang mau aku omongin sama kamu." Kata dokter Lucky tiba-tiba dengan wajah yang sangat serius.


"Apa mas?"


Dokter Lucky menghela nafasnya terlebih dahulu sebelum memulai pembicaraan seriusnya dengan Risa.


"Apa kamu mau menikah dengan ku?!" Akhirnya pertanyaan itu keluar juga dari mulut dokter Lucky.


Mata Risa membulat sempurna saat mendengar dokter Lucky tiba-tiba mengajaknya menikah.


"Haaaah???!!! Mas Lucky gak lagi ngelindur kan?!" Tanya Risa memastikan.


"Aku serius Ra. Apa kamu mau menikah dengan ku?!" Tanya dokter Lucky sekali lagi.


"Maaf mas,aku gak bisa terima lamaran mas Lucky. Mas Lucky kan tau bagaimana kondisi ku,aku rasa mas Lucky pantas mendapatkan perempuan yang lebih baik dari aku." Tolak Risa yang merasa tidak pantas untuk seseorang seperti dokter Lucky.


"Yang lebih baik dari kamu memang banyak,lebih cantik pun banyak. Tapi sayangnya mereka semua kelihatan munafik di mata ku. Aku suka melihat keterbukaan mu,kamu tidak malu mengatakan pada ku tentang semua kekurangan mu,dan di mata ku perempuan seperti kamu jauh lebih cantik dan baik."


"Tetap saja mas saya merasa gak pantas bersanding dengan mas Lucky,apa kata keluarga dan kolega mas kalau sampai mereka tau kalau aku adalah seorang jalang. Pasti mereka akan menghujat mas Lucky karena menikahi seorang jalang."


"Aku gak suka kamu mencap dirimu sebagai jalang Ra. Kamu bukan perempuan seperti itu,kamu hanyalah korban dari kepolosan dirimu dalam hal mengenal laki-laki. Aku tidak akan memaksa kamu menerima lamaran aku sekarang,tapi aku mohon izinkan aku mendekati kamu. Kalau dalam waktu tiga bulan kamu masih tidak punya perasaan apapun sama ku,aku ikhlas kalau hubungan kita hanya sekedar teman. Bagaimana?!"


Risa menghela nafasnya,ia tidak yakin dalam waktu tiga bulan ia bisa mempunyai perasaan pada dokter Lucky. Tapi ia juga tidak tega untuk menolak keinginan dokter Lucky yang ingin diberi kesempatan selama tiga bulan. Akhirnya Risa pun menganggukkan kepalanya tanda ia menyetujui permintaan dokter Lucky,manatau saja di pertengahan jalan,hati Risa bisa berubah pada dokter Lucky,begitu lah pikirnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2