Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 103


__ADS_3

"Darl,bungkusan apa itu?" Tanya Risa saat melihat bungkusan di meja depan sofa.


Mata Alex langsung mengikuti arah pandang Risa.


"Perasaan tadi pas gue masuk gak ada bungkusan itu." Kata Alex dalam hati.


Karena penasaran,Alex pun berjalan mendekati bungkusan di atas meja. Baru saja Alex membuka bungkusan itu,Alex tau kalau itu adalah nasi goreng yang dirinya pesan.


"Apaan isinya darl?" Tanya Risa yang tiba-tiba ada di belakang Alex.


"Astaga!! Bikin kaget aja kamu Ra!"


"Bukan apa-apa. Udah kamu tidur aja. Kamu bilang kan capek." Alex mencoba menarik tangan Risa yang penasaran dengan bungkusan yang tiba-tiba ada di atas meja.


"Bentar dulu!! Aku penasaran sama isi bungkusannya." Risa menepis tangan Alex yang berusaha menariknya menuju tempat tidur.


"Mampus gue!!" Umpat Alex dalam hati.


Raut wajah khawatir nampak jelas di wajah Alex. Bagaimana tidak khawatir,kalau sampai Risa tau bungkusan itu berisi nasi goreng pesanan Alex,berarti tadi mbak Iin masuk ke dalam kamar rawat Risa dan pastinya mbak Iin mendengar suara-suara ghoib dari dalam kamar mandi.


"Udah gak usah Ra. Mending kamu tidur aja sekarang." Alex kembali menahan tangan Risa.


"Iiih apaan sih. Orang aku cuma mau lihat isi bungkusan ini doang kok." Risa kembali menghempaskan tangan Alex yang menahan tangannya.


Pasrah. Hanya itu yang bisa Alex lakukan saat Risa mulai membuka bungkusan itu.


"Loh..ini kan nasi goreng." Lirih Risa.


Tiba-tiba saja Risa teringat kata Alex tadi kalau dia menyuruh mbak Iin membelikan nasi goreng untuknya. Mata Risa langsung menatap tajam ke arah sang suami.


"Darl,ini nasi goreng kamu pesenan kamu kan?"


Merasa sudah terpojok,Alex hanya menggedikkan bahunya.


"Ish. Berarti tadi mbak Iin masuk ke sini dong!!! Jangan-jangan mbak Iin denger suara kita lagi..." Risa tak sanggup melanjutkan kata-katanya,ia terlalu malu membayangkan jika mbak Iin benar-benar mendengar suara mereka.


Alex tak bisa berkata apa-apa lagi,ia hanya menggarukkan kepalanya yang tidak gatal. Bisa ia prediksi pasti habis ini sang istri akan ngambek habis-habis an padanya.


Flashback On.


Setelah selesai memasakkan udang asam manis untuk Risa,mbak Nunik kembali lagi kerumah sakit.

__ADS_1


Ceklek. Mbak Nunik membuka pintu kamar rawat Risa.


"Loh non Risa sama Iin kemana?" Lirih mbak Nunik saat melihat kamar rawat Risa kosong.


Mbak Nunik pun berinisiatif mencari Risa di dalam kamar mandi. Namun baru saja ia melangkah beberapa langkah,ia langsung mendengar suara ghoib dari dalam kamar mandi.


"Astaga!!" Kaget mbak Nunik sambil memegang dadanya.


Tak ingin membuat gendang telinganya rusak,cepat-cepat mbak Nunik memutar tubuhnya dan keluar dari dalam kamar rawat Risa sambil membawa kembali papper bag yang berisi makanan pesanan Risa dan menunggu di depan kamar rawat sampai Risa dan Alex selesai beritual.


Setengah jam sudah mbak Nunik menunggu di depan kamar. Merasa bosan karena Alex dan Risa tak keluar-keluar kamar,mbak Nunik pun memutuskan untuk berkeliling rumah sakit. Namun baru saja mbak Nunik berdiri,ia melihat mbak Iin sedang berjalan mendekatinya. Tak mau sampai mbak Iin tau kalau Alex dan Risa sedang ritual,cepat-cepat mbak Nunik berjalan menghampiri mbak Nunik.


"In,temenin aku ke supermarket yuk." Ajak mbak Nunik.


"Mau ngapain?"


"Non Risa minta di beliin buah apel katanya." Bohong mbak Nunik.


"Ya udah bentar,biar aku kasih ini dulu sama mas Alex. Kasihan mas Alex belum makan katanya."


"Udah nanti aja. Mas Alex nya juga udah kenyang kok sekarang." Jawab mbak Nunik ambigu.


"Hah. Maksudnya?" Tanya mbak Iin tidak paham apa maksud mbak Nunik.


Karena penasaran,mbak Iin menghempaskan tangan mbak Nunik.


"Pasti ada yang kamu sembunyiin kan mbak?" Tanya mbak Iin sambil memicingkan matanya.


"Nyembunyiin apa? Gak ada!" Jawab mbak Nunik gugup.


Melihat ekspresi mbak Nunik,mbak Iin semakin yakin kalau ada yang mbak Nunik sembunyikan.


"Aku mau antar ini dulu ke mas Alex." Kata mbak Iin sambil berjalan mendekati kamar rawat Risa.


Cepat-cepat mbak Nunik menarik tangan mbak Iin.


"Jangan In. Nanti kamu nyesel."


Mbak Iin mengernyitkan keningnya. Perkataan mbak Nunik membuat ia makin penasaran saja.


"Lebih baik nyesel dari pada mati penasaran." Kata mbak Iin sambil melepaskan tangan mbak Nunik dari tangannya.

__ADS_1


Mbak Iin pun kembali berjalan ke arah kamar rawat Risa. Sedangkan mbak Nunik pasrah melihat mbak Iin yang kekeh mau masuk ke dalam kamar rawat Risa.


Ceklek. Mbak Iin membuka pintu kamar rawat Risa.


"Mas Alex sama non Risa mana?" Lirih mbak Iin saat masuk ke dalam kamar.


Sama seperti mbak Nunik yang berjalan menuju kamar mandi untuk mencari keberadaan Risa,mbak Iin juga melakukan hal yang sama saat tak menemukan Risa di atas tempat tidur. Ia meletakkan bungkusan yang berisi nasi goreng pesanan Alex ke atas meja depan sofa,kemudian ia berjalan mendekati pintu kamar mandi.


Belum sampai di depan pintu kamar mandi,samar-samar mbak Iin mendengar suara ghoib dari dalam kamar mandi. Bukannya langsung pergi menjauh,mbak Iin malah makin mendekati pintu kamar mandi. Ia menempelkan telinganya ke pintu kamar mandi untuk memperjelas suara ghoib yang ia dengar.


Mbak Iin malah tertawa geli saat suara ghoib yang ia dengar semakin jelas.


Pletak. Dari belakang mbak Nunik menjitak kepala mbak Iin yang sedang menguping. Untung saja pintu kamar mandi terkunci,kalau tidak bisa di pastikan mbak Iin juga mengintip kegiatan Alex dan Risa.


"Auw..!" Ringis mbak Iin kesakitan sambil mengusap kepala belakangnya.


"Ayo keluar!!" Mbak Nunik langsung menarik baju mbak Iin dan menyeretnya keluar dari kamar rawat Risa.


"Kamu tuh yah!! Udah tau ada suara ghoib,bukannya keluar malahan nguping!" Omel mbak Nunik saat mereka sudah sampai di luar kamar rawat.


"Hehe. Namanya juga penasaran." Cengir mbak Iin.


Tak lama ia teringat akan bungkusan yang ia bawa.


"Astaga.!!!"


"Kenapa lagi?"


"Bungkusan nasi gorengnya ketinggalan di dalam."


"Astaga In!!! Kamu tuh gimana sih!!" Omel mbak Nunik lagi.


"Salah kamu lah mbak,siapa suruh langsung seret-seret aku. Ya udah biar aku ambil dulu." Mbak Iin pun melangkahkan kakinya mendekati pintu.


Namun mbak Nunik menahan tangan mbak Iin.


"Gak usah. Nanti kita pura-pura aja gak denger sesuatu. Dan kalau di tanya,bilang aja habis naro bungkusan nasi goreng itu kamu langsung keluar dari kamar."


Mbak Iin menganggukkan kepalanya setuju dengan saran mbak Nunik. Dan akhirnya mereka berdua memutuskan untuk berkeliling rumah sakit sambil menunggu Alex dan Risa selesai beritual.


Flashback Off.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2