Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 61


__ADS_3

Alex berlutut di hadapan Risa dan membuka kotak cincin dan menyodorkan kotak cincin itu ke hadapan Risa.


"Ini tugas penting yang harus aku selesaikan Ra,melamar kamu. Aku bukan orang yang romantis yang pintar merangkai kata,tapi paling tidak momen hari ini akan selalu terkenang di hati kamu. Menikahlah dengan ku Ra,kita buka lembaran baru bersama,kita lukiskan kisah indah kita berdua di lembaran yang baru itu,dan kita buang lembaran kisah kita yang lama,agar anak-cucu kita kelak hanya tau yang indah tentang kisah kita."


Risa menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia tidak percaya,Alex melamarnya. Padahal ia sempat berpikir kalau Alex tidak mungkin mau melakukan hal semacam ini.


Tanpa ragu Risa pun menganggukkan kepalanya.


"Aku mau darl." Jawab Risa mantap.


Alex pun berdiri dan mengambil cincin yang ada di dalam kotak itu dan menyematkannya di jari manis tangan kiri Risa.


"Makasih Ra udah mau maafin aku dan terima aku lagi." Kata Alex sambil memeluk Risa.


Risa pun menganggukkan kepalanya dalam pelukan Alex,ia tidak tau harus berkata apa lagi. Kejadian hari ini benar-benar di luar dugaan Risa. Alex menjauhkan tubuh Risa dari tubuhnya,ia menatap wajah Risa begitu pun Risa menatap wajah Alex. Saat mata saling menatap,ada bibir yang saling mendekat. Dan pertemuan dua bibir pun tak bisa di hindari.


Risa mendorong tubuh Alex saat Risa sudah kehabisan nafas. Padahal,lidah mereka sedang saling membelit.


"Udah akh." Kata Risa sambil menyeka sisa sliva yang ada di bibirnya.


"Kok udahan Ra?!" Tanya Alex tak terima Risa menghentikan ciuman panas mereka sepihak.


"Kalau di terusin pasti kamu minta lebih.!" Jawab Risa to the point.


Alex malah menyengir mendengar kata-kata Risa.


"Kamu tau aja sih." Goda Alex sambil menoel dagu Risa.


"Cih..udah akh,aku laper. Makan yuk.!" Kata Risa sambil menarik tangan Alex untuk duduk di kursi.


Mereka berdua pun mulai mengisi perut mereka dengan hidangan yang memang sudah tersedia.

__ADS_1


Setelah satu jam lebih berada di dalam restoran itu,Alex dan Risa pun memutuskan untuk jalan-jalan ke mall di dekat restoran itu. Sepertinya mereka melupakan sosok Ayu yang mereka titipkan ke dokter Lucky.


🍀🍀🍀🍀🍀


Jam kini sudah menunjukkan pukul tujuh malam.


Ternyata begitu sampai di mall,Risa malah mengajak Alex untuk nonton bioskop. Setelah menonton mereka pun kembali mengisi perut mereka di salah satu restoran cepat saji yang ada di mall itu.


"Kok aku ngerasa ada yang kurang yah darl." Lirih Risa.


"Apa?!"


"Gak tau,aku juga bingung." Risa pun mulai berpikir kira-kira apa yang membuat ia merasa kurang itu.


"Astaga...Ayu.!!" Pekik Risa saat sadar kalau ia sudah lama meninggalkan Ayu di rumah sakit.


"Biarin aja lah Ra,si terong juga gak bakalan ngapa-ngapain temen kamu itu.!" Kata Alex dengan entengnya.


"Yah cari orang lain lah Ra,gitu aja kok ribet.!"


"Gak mau,aku maunya Ayu. Udah terlanjur kita samperin Ayu,masa sekarang kita mau cari orang lain!" Tolak Risa.


"Huft..!!" Hela Alex sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Iya deh iya. Ya udah kita balik ke rumah sakit kalo gitu."


"Tunggu darl,kita beliin dulu satu bucket ayam buat Ayu sama mas Lucky,biar mereka gak ngambek."


"Huft....iya..iya." hela Alex lagi,ia pun memesan satu bucket ayam ukuran jumbo untuk di jadikan sogokan untuk Ayu dan dokter Lucky.


Setelah satu bucket ayam di tangan,Alex kembali menghampiri Risa dan mengajak Risa keluar dari restoran cepat saji itu.

__ADS_1


Kini Risa dan Alex sudah berada di kamar rawat mama dokter Lucky.


"Kok kalian lama banget?!" Tanya Ayu dengan wajah garang.


"Banyak yang mau di urus,makanya lama." Alex yang menjawab pertanyaan Ayu.


"Malam tante." Sapa Risa pada mama dokter Lucky.


"Malam. Kalian temannya Lucky?!" Tanya mama dokter Lucky dengan suara lemah.


"Iya tante. Saya Clarisa tante dan ini Alex." Risa memperkenalkan dirinya dan Alex.


Mereka pun berbincang-bincang sejenak seolah melupakan kenyataan tentang dokter Lucky yang seorang penyuka sesama jenis. Tanpa Risa ketahui,kalau saat dirinya meninggalkan Ayu bersama dokter Lucky,telah terjadi sesuatu antara Ayu dan dokter Lucky yang membuat mama dokter Lucky memiliki ide untuk mentherapy anaknya dengan cara menikahkan dokter Lucky dengan Ayu.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Waktu rental mobil pun akan segera habis dua jam lagi. Alex pun memberi kode pada Risa untuk segera pulang. Risa yang mengerti dengan kode yang Alex berikan pun berpamitan pada dokter Lucky dan mamanya untuk pulang. Dokter Lucky pun mengantar Risa,Alex dan Ayu sampai lobi. Ayu yang baru saja mengalami kejadian tak mengenakkan dengan dokter Lucky,memilih berjalan sejajar dengan Risa,dirinya masih sangat canggung tatkala mengingat kejadian itu. Sedangkan dokter Lucky nampak biasa saja.


"Oh ya mas,besok mas Lucky bisa gak dateng ke catatan sipil jam sembilan?!" Tanya Risa saat mereka sudah sampai di lobi. Hampir saja ia lupa memberitahu tujuan mereka yang sebenarnya.


"Memangnya ada apa?!" Tanya dokter Lucky.


Risa menatap Alex sejenak.


"Kita berdua mau daftarin pernikahan kita mas. Makanya kita butuh bantuan mas Lucky dan Ayu untuk jadi saksi kita. Mas Lucky mau kan bantu kita.?!"


Tak perlu berpikir lama,dokter Lucky pun menganggukkan kepalanya.


"Iya aku pasti dateng kok besok. Tapi mungkin aku agak telat datangnya,karena harus nunggu papa dulu dateng jagain mama." Jawab dokter Lucky.


"Gak pa-pa mas,kita tungguin kok besok."


"Kalau kamu Yu,gimana? Mau kan jadi saksi pernikahan kita besok?!" Kini Risa menatap Ayu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2