Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 67


__ADS_3

Setelah puas bermain di area pegunungan,Alex pun menjauhkan wajahnya dan kembali meraup bibir Risa dengan lembut. Tangan Alex pun kembali menjelajah,namun kini penjelajahannya ke area lembah lembab milik Risa yang masih tertutup segitiga berenda. Pelan tapi pasti tangan Alex menurunkan segitiga berenda itu,agar jari jemari Alex bisa masuk bermain di dalam lembah. Namun sebelum jari jemari itu masuk bermain,Alex terlebih dahulu mematikan kompor yang sedang menyala sebelum kesadaran mereka benar-benar hilang. Setelah kompor di matikan,jari jemari itu pun mulai beraksi di dalam lembah,membuat Risa semakin mabuk kepayang. Permainan jari yang tadi lembut dan pelan,lama kelaman menjadi sangat cepat dan kasar.


"Ah..darl...aku...aaaarrrgh.." Risa pun mencapai puncak kenikmatannya yang pertama.


Dengan nafas yang terengah-engah,Risa memeluk erat tubuh Alex.


"Jangan lemes dulu Ra,belum selesai." Bisik Alex penuh gairah. Alex pun kembali mendaratkan bibirnya di bibir Risa. Kemudian Alex menggendong tubuh Risa seperti anak koala ke arah meja yang ada di dapur dan mendudukkan Risa di atas meja itu.


Perlahan Alex melepaskan tautan bibir mereka dan mulai membuka boxer yang ia kenakan.


"Jangan disini darl,ini dapur."


"Gak pa-pa lah Ra,kita kan belum pernah ngerasain sensasi bercinta di dapur." Jawab Alex. Tak ingin membuang waktu,Alex langsung membuka kaos Risa dan membuka penutup duo gunung milik Risa. Setelah Risa dalam keadaan polos,perlahan Alex membaringkan Risa di atas meja. Alex pun kembali memberikan sengatan-sengatan di area sensitif Risa sebelum pedang pusaka milik Alex menghujam lembah lembab Risa.


"Aakkh darl..." desah Risa saat pedang pusaka itu sudah terbenam seutuhnya di dalam lembah. Alex pun mulai memainkan pinggulnya dengan sangat lembut. Desahan-desahan serta racauan penuh gairah pun keluar bebas dari mulut Risa.


"Akh..Ra..Love you Ra.." racau Alex yang tak kalah bergairah dari Risa.


"Putar Ra." Alex membalikkan tubuh Risa agar membelakanginya. Kini Risa sudah dalam posisi menungging,Alex pun kembali membenamkan pedang pusakanya di dalam lembah.


Gerakan pinggul Alex lama kelamaan semakin cepat,dan itu sungguh membuat Risa bagai terbang ke nirwana.


"Darl...aku..." racau Risa saat ia mulai merasakan puncak gelombang kenikmatan untuk yang kedua kalinya.


"Tunggu aku Ra,kita sama-sama." Balas Alex. Alex pun makin menambah kecepatannya agar mereka sama-sama tiba dipuncak gelombang.


"Aaaarrrgghh.." erangan panjang pun keluar dari mulut keduanya saat mereka sama-sama diterpa gelombang kenikmatan.


Alex langsung ambruk seketika saat ia selesai menanam benih di ladang Risa.


Cup cup cup. Tak henti Alex menciumi punggung polos Risa.


"Makasih Ra. I love You." Bisik Alex di telinga Risa dengan nafas terengah-engah. Setelah berterimakasih dan membisikkan kata cinta,Alex pun mengeluarkan pedangnya dari dalam lembah Risa. Kemudian ia mengambil boxernya dan memakainya kembali,setelah itu ia memungut pakaian Risa dan memberikannya pada Risa.


Risa yang masih lemas karena permainan Alex yang hampir satu jam,masih betah berbaring di atas meja,rasanya ia tak memiliki kekuatan untuk mendudukkan tubuhnya.


"Ini baju kamu." Kata Alex sambil memberikan baju itu pada empunya.


"Ish..kamu tuh yah cuma tau buka,gak tau pasang!! Tanggung jawab dong kalau abis buka yah di pakein lagi." Protes Risa.


"Biasanya juga pake sendiri Ra."


"Aku tuh lemes darl,pinggang aku tuh kayak mau patah gara-gara kita mainnya di atas meja."

__ADS_1


Alex pun membantu Risa mendudukkan tubuhnya dan mulai memakaikan pakaian Risa.


"Gitu aja lemes,gimana aku yang dari tadi ngedayung." Kini Alex malah protes balik sambil memakaikan pakaian dalam Risa.


"Kan kamu yang mau bercinta disini,bukan aku." Balas Risa tak mau kalah.


"Harus nya kamu inisiatif la Ra,itu kan ada kursi,kamu kan bisa nyuruh aku duduk di atas kursi terus gantian deh kamu yang berkuda."


"Gak kepikiran."


"Iya lah gak kepikiran,orang keenakan." Goda Alex.


"Pokoknya nanti malam,gantian kamu yang nyervis aku."


"Loh kok nanti malam juga?!"


"Iya lah,aku mau balasin dendam puasa seminggu aku. Pokoknya malam ini,aku gak akan biarin kamu tidur awal. Kita tidur kalau udah subuh."


Risa memutar bola matanya malas.


"Terserah kamu aja." Jawab Risa yang tak mau memperpanjang perdebatan. Risa pun turun dari atas meja setelah Alex telah selesai memakaikan pakaian ke tubuhnya. Ia kembali mendekat ke arah kompor dan melanjutkan memasak. Sedangkan Alex,masuk ke dalam kamar untuk mengambil ipadnya dan kembali ke dapur untuk menemani Risa memasak.


"Darl.."


"Emm." Jawab Alex dengan mata yang fokus menatap layar ipad.


"Kalau aku belum suruh mereka tinggal disini,mereka gak akan tinggal disini. Aku udah bilang sama mereka kalau aku mau berduaan sama kamu sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan." Jawab Alex santai,matanya masih belum lepas dari layar ipad.


"Apaaaa?? Kok gitu?? Terus yang bersihin rumah segede ini siapa?! Masa aku sendiri darl?!" Protes Risa tak terima.


"Kok kamu sendiri? Terus aku ini aku anggap apa? Yah..kita berdua lah Ra yang beresin rumah ini." Jawab Alex.


"Cih..emangnya kamu bisa apa?!" Cebik Risa.


"Jangan sepele kamu yah sama aku. Pokoknya tugas kamu cuma masak. Nanti urusan beres-beres rumah,cuci baju dan nyetrika pakaian serahin sama aku." Jawab Alex dengan sombongnya.


"Bener yah,awas kalau nanti aku juga yang bersih-bersih rumah."


"Iya..tenang aja. Seandainya aku bisa masak,aku juga yang bakalan masakin buat kamu. Jadi tugas kamu cuma ngelayanin aku di atas ranjang."


"Akh..yang bener?? Kok jadi berasa ratu banget yah aku." Goda Risa sambil menoel dagu Alex.


"Emang aku nikahin kamu untuk aku jadiin ratu." Alex membalas godaan Risa. Mendengar jawaban Alex,wajah Risa pun merona. Rasa-rasanya ini semua seperti mimpi,menikah dengan laki-laki yang awalnya hanya menganggapnya sebagai partner ranjang saja.

__ADS_1


"Makasih yah darl udah jadiin aku ratu di hidup kamu." Kata Risa sambil memeluk tubuh Alex yang sedang duduk dari belakang.


"Kok kamu yang makasih? Harusnya aku yang terimakasih sama kamu karena kamu udah memberikan cinta tulus kamu buat aku,buat aku cinta tulus yang kamu berikan ke aku itu gak ternilai harganya."


"Aku harap kamu gak pernah berubah darl."


"Aku harap kamu juga gak berubah Ra." Balas Alex di akhiri kecupan singkat di bibir Risa. Mereka berdua pun saling menatap dan tersenyum.


"Asataga...masakan aku!!" Pekik Risa saat teringat akan masakannya. Ia pun cepat-cepat berjalan ke arah kompor.


🍀🍀🍀🍀🍀


PARIS


Hampir satu tahun Bagas menjadi suami Sheilla,dan hampir selama satu tahun itu Bagas berada di Paris untuk menemani Sheilla. Namun bukan menemani sebagai suami melainkan sebagai asisten Sheilla,karena Sheilla masih menutupi pernikahannya dengan Bagas.


"Bagaaaaas!!!!" Teriak Sheilla dari dalam kamar.


Bagas yang sedang ada di dapur pun berlari ke dalam kamar untuk menemui Sheilla. Karena kalau ia tidak cepat mendatangi Sheilla saat Sheilla memanggil,Sheilla akan mengamuk dan mengancam akan mengadu pada papa nya.


"Ya Sheil.."


"Kacamata aku yang baru aku beli minggu lalu kok begini? Kamu tau gak ini harganya berapa? Ini tuh mahal tau gak!!!" Sheilla mencak-mencak saat melihat lensa kacamatanya tergores.


"Aku gak tau Sheil."


"Diam kamu!!! Siapa suruh kamu jawab kata-kata aku!! Dasar manusia gak berguna!!" Teriak Sheilla lagi sambil melempar kacamatanya.


"Stop Sheilla,aku ini suami kamu!! Sudah cukup kamu memperlakukan aku sebagai budak kamu selama ini!!" Bentak Bagas dengan suara tak kalah meninggi.


"Cih...udah berani kamu yah sama aku?!" Sheilla mendekati Bagas sambil bertolak pinggang.


"Kamu mau aku aduin sama papa aku kalau kamu udah berani bentak aku,hah?!" Teriak Sheilla dengan suara menggelegar tepat di wajah Bagas.


"Aduin!!! Aku udah gak peduli!! Aku udah capek kamu jadiin budak!!!" Tantang Bagas.


"Oh...oke.!!" Sheilla pun berjalan mengambil hp nya di atas meja rias.


"Yang penting kamu jangan pernah nyesal kalau keluarga kamu hancur dalam sekejap mata!!!" Ancam Sheilla sebelum melakukan panggilan ke nomor papanya.


Bagas menelan slivanya kasar. Tiba-tiba dia teringat dengan sang mama,yang kondisi kesehatannya menurun selama enam bulan terakhir.


Bagas pun mendekati Sheilla dan merampas hp yang sedang di pegang Sheilla.

__ADS_1


"Oke,aku minta maaf. Aku akan melakukan apa saja asal kamu jangan mengadu yang tidak-tidak sama papa kamu." Kata Bagas terpaksa menyesali perbuatannya.


Bersambung...


__ADS_2