Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 12


__ADS_3

"Papa gak butuh penjelasan.!" Papa Cakra sejenak menarik nafasnya sebelum melanjutkan kata-katanya.


"Papa bisa maklumi perselingkuhan kamu dengan caddy itu,karena kamu juga butuh perhatian dan kasih sayang yang tidak bisa Sheilla berikan pada mu karena Sheilla lebih mementingkan kariernya di banding kamu. Yang papa minta sekarang,sudahi hubungan mu secepatnya dengan caddy itu sebelum keluarga Sheilla mendengar desas-desus tentang perselingkuhan mu dengan caddy itu. Dan secepatnya kamu nikahi Sheilla,karena orangtua Sheilla sudah berhasil membujuk Sheilla agar mau menikah dengan mu pertengahan tahun ini,tapi dengan syarat menunda resepsi dan momongan selama setahun sampai kontrak Sheilla dengan agensi nya berakhir."


"Tapi pah...."


"Papa gak mau mendengar alasan apapun. Sudah cukup papa membiarkan mu bersenang-senang dengan caddy itu. Sekarang kembali lah pada tugas awalmu untuk menikahi Sheilla dan menjadi menantu keluarga Anderson satu-satunya."


Bagas menghela nafasnya. Ia sudah terlanjur berjanji pada sang papa untuk menjadikan dirinya menantu keluarga Anderson,orang kaya nomor sepuluh di negaranya.


Bagas sebenarnya tak mencintai Sheilla,ia bertunangan dengan Sheilla karena paksaan dari keluarga Anderson yang sangat menginginkan Bagas menjadi menantunya. Karena keluarga Anderson hanya memiliki satu putri yaitu Sheilla. Mendengar keluarga Anderson menginginkan putranya untuk di jadikan menantu,jelas papa Cakra senang bukan kepalang,karena dengan Bagas menikahi Sheilla otomatis derajat keluarga Bagas bisa terangkat.


Jujur,hatinya berat untuk mengakhiri hubungannya dengan Risa,karena Risa sudah memiliki tempat istimewa di hati Bagas, seandainya ia bertemu dengan Risa sebelum ia berjanji pada papa Cakra untuk menjadi menantu keluarga Anderson,mungkin kisah cintanya tidak akan seperti ini.


Bagas pun menganggukkan kepalanya.


"Baik pah,Bagas akan segera mengakhiri hubungan Bagas dengan Risa dan akan secepatnya melamar Sheilla."


"Bagus. Sekarang kamu temui caddy itu dan putuskan hubungan mu dengannya."


"Sekarang pah???!"


"Iya sekarang,karena minggu depan Sheilla akan pulang,dan di saat itu kamu harus langsung melamar Sheilla." Papa Cakra berdiri dari duduknya dan melangkahkan kaki nya menuju pintu.


"Papa percaya kamu gak akan mengecewakan papa." Kata papa Cakra sambil menepuk pundak anaknya kemudian lanjut berjalan keluar dari ruang kerjanya.


"Aarrrrghh.!!!" Bagas menjambak rambutnya frustasi.

__ADS_1


Ia bingung bagaimana caranya mengakhiri hubungannya dengan Risa,karena Risa adalah wanita pertama yang Bagas perawani. Bagas juga tidak pernah mengakhiri hubungannya dengan mantan pacar Bagas sebelumnya,karena mantan pacar Bagas lah yang mengakhiri hubungan mereka.


⭐⭐⭐⭐⭐


Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam,Risa berjalan menuju unit apartemennya dengan langkah gontai karena ia harus menemani dua member VIP secara maraton,mulai dari jam tiga sampai jam lima sore ia menemani member VIP pertama dan di jam enam sore sampai jam delapan malam ia menemani member VIP yang kedua.


Sebelum Risa pulang ke apartemen,ia menyempatkan untuk mengisi perutnya terlebih dahulu.


Bip bip bip. Risa menekan kode pintu unit apartemennya.


Ceklek. Risa membuka pintu.


"Kenapa baru pulang jam segini?" Tanya Bagas dengan suara baritonnya saat melihat Risa masuk.


Bagas memang sudah menunggu Risa di apartemen dari jam setengah delapan. Sebenarnya Bagas tau kalau Risa sedang menemani salah satu member VIP bermain golf dari Adit,tapi karena menunggu satu setengah jam itu sangat membosankan buat Bagas membuat Bagas kesal sendiri.


"Aku ada member VIP tadi mas." Jawab Risa lesu karena memang sudah sangat lelah dengan aktivitasnya seharian ini.


"Pak Abraham." Jawab Risa singkat. Ia tak menghiraukan Bagas yang duduk di sofa ruang tamu. Risa terus melangkahkan kakinya menuju dapur untuk mengambil sebotol air mineral yang ada di dalam kulkas.


Bagas berdiri dari duduknya dan mengikuti langkah Risa ke dapur.


"Ada yang mau aku omongin Ris."


Deg. Hati Risa berdegup kencang mendengar kata-kata Bagas. Antara senang dan takut. Senang kalau yang Bagas akan bicarakan itu tentang pernikahan mereka,namun takut kalau ternyata Bagas malah mengakhiri hubungan mereka.


Risa menarik nafasnya mencoba menutupi kegugupannya. Ia membalikkan tubuhnya menghadap Bagas.

__ADS_1


"Mau ngomong apa?"


Bagas mendekati Risa yang masih berdiri di depan kulkas. Ia menyelipkan anak rambut yang berseliweran di wajah Risa ke belakang telinga Risa. Bagas menatap lekat-lekat wajah wanita yang sudah menemaninya selama setahun dan sudah rela memberikan kesuciannya hanya untuk membuktikan cintanya pada Bagas.


Bagas menghela nafasnya.


"Mending kamu mandi dulu,biar segar. Muka kamu kucel banget." Ada rasa tidak tega dalam hati Bagas untuk memutuskan hubungannya dengan Risa saat mata Bagas menatap mata Risa yang terlihat jelas penuh cinta untuk Bagas.


Risa yang gugup dengan perlakuan Bagas yang kembali menghangat,hanya mampu menganggukkan kepala menyetujui saran Bagas agar dirinya membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.


Risa pun menaruh botol air mineral di atas meja kemudian berjalan menuju kamarnya. Sedangkan Bagas duduk di ruang televisi menunggu Risa selesai mandi.


Bagas memikirkan cara apa yang harus ia lakukan untuk mengakhiri hubungannya dengan Risa. Namun,otak Bagas seperti buntu,antara cinta atau kasihan. Bagas sudah tau tentang kejadian yang dialami keluarga Risa yang membuat Risa menginjakkan kakinya di kota besar,Bagas merasa tak tega jika harus memutuskan Risa,apalagi Bagas sudah mengambil keperawanan Risa. Padahal niat Bagas,ia memang ingin menikahi Risa jika pak Anderson mau berubah pikiran dan membatalkan pertunangannya dengan Sheilla. Namun sekarang papa Cakra malah ingin dirinya segera melamar putri semata wayang pak Anderson,wanita yang sudah menjadi tunangannya hampir tiga tahun.


Ceklek. Risa membuka pintu kamarnya.


Sekarang tubuhnya sudah terlihat segar,ditambah aroma handbody yang Risa pakai membuat siapa saja yang mencium aroma itu menjadi tenang. Begitu juga dengan Bagas yang mencium aroma handbody Risa,pikirannya yang tadinya kacau balau,sekarang bisa sedikit lebih tenang.


"Mas Bagas sudah makan malam?" Tanya Risa sambil mendudukkan tubuhnya di sofa. Kini ia duduk bersebelahan dengan Bagas.


Bagas mengangguk.


"Tadi mas Bagas bilang ada yang mau mas Bagas omongin. Tentang apa?" Tanya Risa yang masih sangat penasaran.


Bagas menghela nafasnya sebelum memulai berbicara.


"Aku mau kamu resign jadi caddy."

__ADS_1


Mata Risa membelalak. Kenapa tiba-tiba mas Bagas memintanya untuk resign. Apa karena pertengkarannya dengan Silvia? Kalau memang karena pertengkarannya dengan Silvia,harusnya Silvia juga di keluarkan dari tempat kerja.


Bersambung...


__ADS_2