
Jam menunjukkan pukul 05.00 pagi, Ana bergegas bangun dari tempat tidurnya. Dan ia pun bersiap-siap untuk joging lebih pagi dari biasanya.
Hari ini Ana berjanji pada Rita akan mengajaknya ke suatu tempat untuk menenagkan pikiran Rita. Ana tidak bisa meninggalkan kebiasaannya yang setiap pagi pergi joging.
Pertama Ana akan menjemput Fitri terlebih dahulu, karna rumah fitri lebih dekat di bandingkan dengan rumah Ana.
Setelah selesai dari joging ia pun on the way ke rumah Fitri pada pukul 05.40 WIB. 15 menit Ana mengemudi mobilnya akhirnya ia sampai di rumah Fitri.
Fitri yang sudah menunggu Ana di depan teras rumahnya, ia pun langsung masuk ke dalam mobil Ana.
“sebenarnya kita mau kemana sih Na ?”. tanya Fitri penasaran.
“Ada deh, ntar juga lo pasti suka tempatnya. Dah kita jemput Rita dulu”. Jawab Ana sambil tersenyum manis.
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah Rita. Sesampainya di dekat rumah Rita, mereka pun mengabari Rita kalau mereka sudah sampai.
“Rit, kita dah nyampe nih di dekat rumah lo”. Seru Fitri melalui WA grup.
“Okay, kalian berdua tunggu di situ ya, bentar lagi gua keluar”. seru Rita membalas WA di grup mereka.
Rita keluar sambil mengintai-intai dan melihat di sekelilingnya, ia takut kalau ada yang melihatnya. Kali ini ia mau melakukan hal yang sama seperti waktu ia di suruh oleh ayahnya untuk menjemput Adry ke bandara.
Ia akhirnya berhasil keluar dari rumahnya.
Akan tetapi ia sangat kaget ada satpam yang sudah stand by di dekat gerbang rumahnya. Rita pun kembali masuk kedalam dan mencari cara untuk keluar.
Rita pun akhirnya memutuskan untuk memanjat pagar di belakang rumahnya.
Rita kewalahan memanjat pagar yang sangat tinggi itu belum lagi ada beling di puncak pagar itu.
Dengan usaha keras Rita ia pun sampai di atas puncak pagar. Ia sangat berhati-hati menghindari beling kaca.
Rita mengambil aba-aba untuk meloncat.
“Satu .... Dua .... Tiga ....”.
“Aaaggghhhh ....”. lirih Rita kesakitan karna tangannya terluka terkena beling.
Tangan Rita berdarah akibat terkena beling. Rita menghiraukan darahnya yang berdarah. Ia mengirim pesan WA di grup dan memberi tahu sahabatnya kalau ia berada di belakang rumahnya.
“Guys, gue sekarang ada di belakang rumah gue, kalian cepetan ya ke sini”. Seru Rita di WA grup mereka.
Kedua sahabatnya pun menghampiri Rita yang sedang berdiri menunggu mereka.
Rita pun masuk ke mobil Ana dan duduk di belakang.
__ADS_1
“Kok loh dari belakang sih Rit, lo manjat pagar ya Rit ?”. Tanya Fitri.
“iyaa, terpaksa deh gue manjat pagar. Pak satpam udah stand by di depan gerbang. Ntar kalo gue lewat di tanyain lagi. Males gue”. Seru Rita.
“Rit tangan lo kenapa kok bisa berdarah gitu “. Tanya Ana sambil menoleh Rita ke belakang dengan wajah dan nada khawatir.
“tadi pas gue loncat ngga sengaja gue nyenggol beling di atas pagar”. Seru Rita.
Ana menyuruh Fitri untuk mengambil kotak P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) di dalam laci dasbor mobilnya.
Fitri pun mengambilnya dan mereka mengobati tangan Rita yang terluka.
Mereka pun pergi meninggalkan rumah Rita diam-diam.
Di sebuah tempat nan indah
Terpapar pemandangan yang bisa memanjakan mata seseorang apabila melihatnya. Bagaimana tidak, udara yang segar dan sejuk bisa di rasakan. rerumputan nan hijau, bunga yang indah dan air yang mengalir tenang bisa membuat pikirin jadi fresh.
“Waaahh indah banget tempat ini”. seru Rita bahagia.
Ana membawa mereka ke tempat biasa ia menenangkan dirinya. Tempat itu adalah tempat yang menjadi saksi kesedihannya di saat ia kehilangan sosok seorang ayah yang ia cintai dan ia sayangi.
"Waduhhh kita ngga ada persiapan lagi bawa makanan. tau gitu gue bakalan bawa bekal dari rumah biar kayak piknik gituuu". Seru Fitri
"Lo sih Na ngga ngasih tau ke kita kalau lo ngajak kita ke tempat ini". tambah Fitri lagi dengan nada kesal.
"buka tuh bagasi mobil". perintah Ana pada Fitri kesal melihat Ana.
"emang ada apa". Tanya Fitri penasaran.
"sudahhhh .... buka aja dulu". seru Ana lagi.
Fitri pun pergi ke mobil Ana, ia pun membuka bagasi mobil Ana. Betapa terkejutnya ia melihat isi di dalam bagasi mobil Ana.
Fitri melihat ada sebuah tikar piknik dan beberapa bekal makanan. Fitri berteriak histeris bahagia dan merasa bersalah terhadap Ana.
"hhheemmm seneng kan Lo". lirih Ana.
"hee heee heee". seru Rita malu.
Rita pun mengambil tikar dari tangan Fitri dan membentangkannya. Mereka sangat menikmati pemandangan dan bekal yang di siapkan oleh Ana.
Sementara itu . . . .
Di Rumah Rita 🍁
__ADS_1
Adry datang ke rumah Rita untuk mengajaknya melihat baju pengantin mereka.
tok... tok... tok...
Adry mengetuk pintu rumah Rita. pintu itu pun terbuka. Ibunya Rita ternyata yang membuka pintu itu.
"Pagi tante". seru Adry.
"Pagi juga. eehhh..... nak Adry". seru ibunya Rita sambil tersenyum ramah.
"Ayo, silahkan masuk nak". tambah ibunya Rita lagi.
"eee, ngga usah tante. Adry kesini cuma mau jemput Rita dan mengajaknya keluar untuk melihat baju pernikahan tante". seru Adry.
yaaa, pasalnya hari pernikahan Adry dan Rita tlah di tentukan seminggu lagi.
"nak Adry udah ngechat Rita belum.
"eee... soalnya Rita ngga ada di rumah. kayaknya dia pergi ke kampus deh". seru tante oliv lagi.
"ohh gitu ya tante". seru adry.
"oke tante Adry pamit undur diri dulu nyusul Rita ke kampusnya". tambah Adry.
Adry pun masuk ke dalam mobil mewahnya. Adry mengambil ponselnya yang ada di dalam saku bajunya. ia pun menelpon Rita. Rita pun mengangkat telepon dari Adry.
"Halo sayang kamu di mana". tanya Adry.
"eee.... aku lagi di kampus ngurus pengajuan cuti kuliah". jawab Rita berbohong.
"soalnya kan kita bentar lagi mau nikah". tambah Rita lagi dengan Bts muka muak.
"okay kalau gitu aku nyusul kamu ke kampus ya". seru Adry.
"Hari ini aku mau ngajak kamu lihat-lihat baju pengantin kita". seru Adry lagi.
"ngga usah ngga usah. eee biar kamu aja deh yang milih bajunya. soalnya aku masih ribet banget ngurus surat cuti". seru Rita gugup.
"okay ngga masalah. tapi ntar kamu ngga suka lagi kayak waktu itu". seru Adry.
"Aku pasti suka kok baju pilihan dari calon suami aku". jawab Rita sedikit merayu Adry agar ia mau pergi sendiri melihat baju pengantin mereka.
Adry yang senyum-senyum ketika Rita berkata seperti itu pun mengiyakan permintaan Rita.
Bersambung . . . .
__ADS_1
B Y . B A E©