
Adry mengemudi mobilnya dengan kecepatan standar, sesekali ia memandangi istrinya yang cantik itu sedang tertidur sangat pulas. Adry tersenyum manis dan mengelus-elus istrinya itu.
Ana bergerak terbangun, Adry pun menggerakkan tangannya yang sedang mengelus rambut Ana berpindah ke posisinya.
“Mas kita mau kemana, kok kita sudah dijalan bukannya tadi kita masih di rumah sakit.” ucap Ana bertanya.
“iya, pemeriksaannya berjalan dengan lancar kok. Kamu tadi ketiduran sewaktu dokter memeriksa kamu dan dokter mempersilahkan kita untuk pulang.” jelas Adry.
“kamu nggak memapah aku lagi kan Mas.” tanya Ana.
“Siapa lagi yang Akan memapah kamu selain aku, nggak mungkinkan pria lain.” ucap Adry dengan nada yang seperti orang kesal.
Seketika moodnya berubah, Adry menyesal sebenarnya mengatakan hal itu dengan perkataan yang mungkin sangat menyinggung peradaan Ana. Habisnya Adry juga kesal dengan Ana yang bertanya seperti itu seakan-akan ia tidak diperbolehkan untuk memapah istrinya sendiri.
Ana terdiam dengan ucapan Adry yang seperti itu dan ia menghiraukan ucan Adry. Kemudian ia mencoba untuk menyibukkan dirinya dengan membuka kaca mobil untuk menghirup udara segar dan melihat.
Ana mencoba untuk berpikiran positif, mungkin hari ini mood suaminya tidak tepat untuk diajak ngobrol dan melemparkan beberapa pertanyaan pada suaminya. Karena mungkin, suaminya sangat lelah mengurus dirinya yang selalu saja dipapah oleh Adry.
Mereka berdua pun terdiam setelah itu tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Padahal dalam diri mereka masing-masing memiliki banyak unek-unek dan pertanyaan untuk dikeluarkan dan ditanyakan.
***
Lampu merah menyala dan Adry pun memberhentikan mobilnya untuk menunggu sampai lampu itu berganti menjadi warna hijau.
Di sebelah Ana, sebuah mobil juga berhenti menunggu lampu merah menjadi hijau. Mobil itu lalu membuka kaca mobilnya dan kedua pria itu menyapa Ana dengan godaan yang murahan.
“Hai neng, mau kemana.” tanya salah satu pria itu pada Ana.
Ana hanya diam menghiraukan kedua pria itu.
“kamu cantik banget sih, pasti cantiknya karena om-om yah. hahaaha...” seru kedua pria itu dengan tertawa terbahak-bahak.
“eeh neng, ngomong-ngomong sekali goy4ng berapa neng dibayar sama O'om-O'om itu. abang siap kok neng bayar sepuluh kali lipat bayarin Eneng dalam sekali goyang*n saja.” ucap para pria itu semakin keterlaluan.
“kalau sama Abang nih ya neng, Abang mainnya lembut. Nggak kayak o'om-o'om itu mainnya kasar, sampai-sampai kening Eneng aja terluka. Pasti itu yang bikin o'om-o'om itu kan.” ucap Pria itu sok tahu tentang luka yang didapati oleh Ana di keningnya.
Lagi-lagi Ana tak menghiraukan ucapan kedua pria itu. Adry yang mendengar ucapan mereka yang sangat kotor itupun lalu memiringkan wajahnya mengarah kearah kedua pria itu.
__ADS_1
“Bro, sepertinya itu suaminya bukan o'om-o'om.” ucap salah satu pria itu.
Salah satu pria yang tidak mengambil alih mengemudi ketakutan melihat wajah Adry yang sebenarnya ia nilai tampan berubah menjadi seperti siluman.
Adry lalu menaikkan kaca mobil itu supaya kedua pria itu tidak bisa melihat wajah istrinya yang cantik itu.
“kamu kenapa sih nggak naikin kaca mobilnya dan membiarkan kedua pria itu menggodamu dengan kata-kata yang sangat menjijikkan.” ucap Adry marah pada Ana.
“Aku tidak mendengarkannya dan tidak memasukkannya kedalam hati Mas.” ucap Ana.
Adry lantas sangat kesal mendengar ucapan Ana yang mengatakan biasa saja ketika orang lain menggodanya. Lampu pun hijau, Adry menancap gas mobil itu dengan kecepatan tinggi. Disusul oleh kedua pria tadi, ikut menancap gas dengan kecepatan tinggi.
Kedua pria itu mengira Adry menantang mereka, padahal Adry ngebut karena moodnya yang tidak bagus dan kesal pada Ana. Adry sangat cemburu melihat kedua pria itu menggoda istrinya dan Ana yang malah mengganggap godaan itu hanya biasa saja bagi istrinya.
Mobil Adry dihadang oleh kedua pria itu, lalu kedua pria itu turun dari mobilnya untuk nantangin Adry berduel saja.
“hey... minggirin nggak mobilnya, aku nggak ada waktu buat ngadepin kalian berdua.” ucap Adry marah.
“belagu banget sih, hadapin dulu kita berdua.” ucap kedua pria itu.
Adry hendak turun dan Ana memegang tangan suaminya menahannya untuk tidak melawan kedua pria itu. Namun Adry bersikeras keluar untuk bertarung melawan kedua pria itu.
Namun, tinjuan dari salah satu pria itu mengenai wajahnya dan mengeluarkan sedikit darah. Hal itu membuat Adry kesal dan mengeluarkan jurus penyerangan musuh dengan sangat cepat.
syyaaapp.. syaaappp.. syyaapp...
Kedua pria itupun kalah dan babak belur, mereka lalu meminta ampun pada Adry dan lalu lari dengan berbondong-bondong masuk kedalam mobil mereka.
Adry lalu masuk kedalam mobilnya juga untuk melanjutkan perjalanannya ke apartemen mereka. Adry mendapati Ana pingsan tak sadarkan diri, ia sangat khawatir dan mencoba untuk membangunkan Ana dengan minyak kayu putih. Ana pun terbangun dan langsung memeluk Adry.
“Mas, kamu jangan melawan mereka Mas. aku takut kamu terluka.” ucap Ana dengan tubuh yang gemetar.
Adry merasakan getaran tubuh Ana yang gemetar ketakutan. kemudian ia melepaskan pelukan istrinya itu. Ana pun melihat Adry Mendapati luka di wajahnya.
“Mas, kamu terluka.” ucap Ana sambil memegang wajah Adry.
Ana pun sibuk mencari P3K dimobil itu dengan tangan yang gemetar mencari. Adry yang melihat Istrinya gemetar khawatir menghentikan Ana untuk mencari obat P3K.
__ADS_1
Adry memegang wajah Ana dengan kedua tangannya, menaikkan dagu Ana dan kemudian Adry mencium dan melu*at bibir Istrinya dengan sangat lembut.
Hal itu membuat Ana sangat terkejut dan rasa gemetarnya itu pun hilang seketika saat suaminya menciumnya. Hanya lebih kurang satu menit saja Adry ******* bibir istrinya, ia pun melepaskannya.
“maafkan Aku.” ucap Adry kemudian kembali duduk dengan benar.
Ana hanya tersenyum dan menarik Adry untuk melakukannya lagi dan Ana hanya diam saja karena tak bisa memainkannya. Adry pun membalasnya dan kemudian Ana melepaskannya untuk berbicara.
“kenapa harus meminta maaf.” ucap Ana sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Adry.
“karna sepertinya hari ini aku selalu berkata sedikit kasar padamu.” ucap Adry.
Ana lalu kembali ketempat duduknya dengan ekspresi terkejut dengan didatangi pipi yang memerah. Ana salah paham mengira Adry meminta maaf karena menciumnya tanpa bertanya padanya.
“argh.. betapa malunya aku menariknya lalu menciumnya.” gumam Ana merasa malu mengingatnya.
“hei... kenapa kamu mendadak menyembunyikan wajahmu dariku.” ucap Adry mencoba untuk membuka penutup wajah Ana.
Adry tersenyum melihat pipi istrinya sangat merah. Adry menyadari mengapa Ana mendadak menjauhinya dan menyembunyikan wajahnya.
“sepertinya dia salah paham mengira Aku meminta maaf karena menciumnya.” gumam Adry dalam hatinya.
Adry lalu tersenyum manis dan mencium bibir istrinya lagi, Ana hanya diam saja sambil menutup matanya dengan perasaan yang sangat malu.
“aku juga ingin meminta maaf karena menciummu secara tiba-tiba.” ucap Adry dengan tertawa kecil melihat istrinya yang malu-malu kucing itu. Kemudian ia kembali melakukannya dan tiba-tiba...
Bersambung....
Author sangat mengharapkan like, komen dan Votenya dari kalian wahai para readers yang baik.
Salam Hangat~
BY.BAE©
Pemeran Ana (Natahsya Chintia Bella) 😍
__ADS_1
Pemeran Adry Dexter 😎