
Zahra sudah dua minggu pulang ke Villa suaminya. Zahra juga sudah jauh lebih baik karena suaminya benar benar merawat nya dengan sangat baik.
'' Sayang.. kenapa tidak memanggil Mas kalau mau turun.'' Tanya Sulaiman menghampiri istrinya dengan bayinya yang berada di gendongan nya. tadi dia bersantai di lantai bawa bersama bayinya yang mereka beri nama Alzam Abizar.
'' Aku bisa sendiri kok Mas... aku udah sembuh Mas.. masnya saja yang terlalu lebay'' kata Zahra mencubit gemes pipi Bayinya yang berada di gendongan suaminya membuat bayi nya berekspresi ingin menangis karena Zahra mencubit nya dengan sedikit kencang.
'' Zahra, kebiasaan deh sayang suka nyakitin bayi sendiri.'' tegur Sulaiman sedikit menjauhkan Bayi Alzam dari Ummanya yang sering gemes pada bayinya sendiri.
'' Biarin.. emang sengaja kok, Mas lebih banyak waktu sama Alzam dari pada sama Aku.. Liat tadi saja aku di tinggal sendiri di kamar '' cemberut Zahra seperti anak kecil. sebenarnya Zahra hanya bercanda pada suaminya.
Ustadz Sulaiman tersenyum melihat wajah cemberut istrinya ''
masak sama anak sendiri cemburu sayang '' mencubit pipi istrinya yang sudah lebih chubby dari sebelumnya.
''Lihat kau semangkin berisi sayang.." canda ustadz Sulaiman membalas istrinya
Zahra membolakan kedua bola matanya " Beneran Mas?" panik Zahra yang membuat Sulaiman tertawa terbahak-bahak
__ADS_1
" Emang kenapa kalau kau berisi sayang" Kata Sulaiman di akhir tawanya.
" Enggak ! aku nggak mau gemuk mas Zaka, gimana kalo mas mau nikah lagi karena aku sudah nggak cantik, nggak mau aku Mas.. aku nggak bisa terlihat jelek, bisa bisa suami ku di sikat sama mata mata setan lagi, apa lagi suami ku tajir.. nggak mau aku Mas" oceh Zahra Membuat Sulaiman kembali tertawa.
Ustadz Sulaiman meraih istrinya dan memeluk istrinya di sebelah tangannya dengan bayi Alzam juga berada di tangan satunya.
" Ngomong apa sih sayang... Mas itu mencintai mu Apa adanya, bukan ada apanya" Ucap Sulaiman.
" Gombal"
" Beneran dong sayang"
" Mas, aku mau hamil lagi Mas.." kata Zahra antusias sambil tersenyum mengedip ngedip kan bola matanya.
"Jangan becanda sayang.. Mas sudah trauma melihat mu kesakitan sewaktu melahirkan bayi kita" Jawab Sulaiman mencium bayinya juga tidak lupa mencium Umma bayinya juga.
" Ihhh.. Mas enggak asik.. itu kan sudah fitrah nya seorang perempuan untuk melahirkan kan Mas.. serius loh mas Aku mau hamil lagi Mas.. aku mau ikutin program hamil kembar, dan aku maunya anak perempuan, jadi anak kita lengkap, ada cowok, ada cewek.. gimana mas, aku mau banget Loh Mas" rengek Zahra memain kan Alisnya.
__ADS_1
Sulaiman terdiam sebentar berfikir karena dia masih sangat trauma melihat istrinya kesakitan sewaktu melahirkan buah hati mereka baru baru ini.
"Mas Zaka" Panggil Zahra saat Sulaiman hanya diam.
"Baik lah sayang.. tapi dengan syarat setelah bayi Alzam berusia Enam tahun, gimana?" tanya Sulaiman pada istrinya.
Zahra mengembang kan senyumannya kemudian mencium bibir suaminya sekilas dan memeluk suaminya " Setuju Mas" teriak Zahra antusias melepas pelukan nya dari suaminya dan mengambil bayinya dari pangkuan Sulaiman.
" Kau ingin memiliki adik kembar sayang... baik lah, insyaAllah jika Anak kesayangan Umma ini sudah berusia Enam tahun, Umma akan hamil lagi dan memberikan Alzam bayi Kembar yang munggil setampan anak Umma ini" Kata Zahra pada Bayinya sambil memeluk bayinya dengan gemes.
Sulaiman tersenyum melihat istrinya yang sangat antusias ingin memiliki bayi kembar perempuan.
Baru lahir .Visual Bayi Alzam Abizar
Sekalian Visual nya yang sudah beberapa bulan Yap.
__ADS_1