Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
Ke Indonesia


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat Zahra benar benar mengikuti program hamil Kembar. Saat ini Zahra sudah hamil kembar Lima bulan. Alzam juga sudah berusia Enam tahun.


Mereka bersiap siap untuk kembali ke Indonesia hari ini. '' sayang.. apa kau yakin Bisa naik pesawat dengan kandungan mu ini..'' tanya Ustadz Sulaiman pada istrinya sambil memeluk tubuh istrinya dari samping.


'' Ya Mas.. aku mau melahirkan di Indonesia. '' jawab Zahra tersenyum pada suaminya dan mencium sekilas pipi suaminya.


'' Alzam mana Mas'' tambah Zahra karena dia tidak melihat putranya.


'' Di Bawah Sama Jiddah..'' Jawab Sulaiman


'' Alzam udah siap kan Mas."


" Hm, iya sayang.." Jawab ustadz Sulaiman semangkin mengeratkan pelukannya pada istrinya.


" I Love U Honey." kata Sulaiman Tiba Tiba. dan menciumi pipi istrinya berkali-kali


" I Love U too" Jawab Zahra tersenyum manis." aku udah siap Mas, ayo kita berangkat ke Airport, penerbangan kita kan setelah jam lagi " Ajak Zahra pada Suami.


" Jom" Kata Sulaiman menuntun istrinya dengan hati hati.


" Jangan lebay Mas" Kata Zahra melihat suaminya.


"Mas tidak mau terjadi apa apa pada mu sayang."


"Umma, Abi, kita udah mau berangkat " Tanya Alzam berlari masuk menghampiri Umma dan Abinya.


"Alzam.. jangan berlari sayang.. nanti anak Umma terjatuh " Kata Zahra pada Anak lelaki nya yang ganteng.

__ADS_1


Alzam hanya tersenyum manis dan memeluk Umma nya.


Mereka pun akhirnya berangkat ke Airport.


Visual Alzam berusia enam tahun



Beberapa jam perjalanan akhirnya mereka tiba di Indonesia. Di sana sudah Ada Radit yang menjemput Zahra dan ustadz Sulaiman serta Ponakannya. Radit juga sudah menikah dan memiliki dua orang anak.


Radit sangat senang bertemu langsung dengan Alzam yang selama ini hanya sering VC Saja.


Mereka pun pulang ke rumah Keluarga Zahra. ternyata di sana sudah ada Abi, Umi, Danissa yang memang sengaja menunggu mereka.


Mereka semua saling melapas rindu. ternyata Sisil juga Ayuna berada di sana menunggu Zahra.


Rumah Abah Zahra sangat ramai kerana mereka semua berkumpul di sana.


Ternyata nama baik Zahra sudah Sisil bersihkan hampir tujuh tahun lalu, sehari keberangkatan Zahra ke Mesir Sisil mendatangi kedua orang tua Zahra dan juga keluarga ustadz Sulaiman untuk mengakui perbuatannya. Sisil tidak datang sendiri, dia datang bersama dengan Rana yang juga terlibat.


Setelah meminta Maaf Sisil dan Rana membuat Video tentang pengakuan kejahatan Mereka selama ini. Akhirnya nama Zahra Benar benar bersih dan kembali seperti semula. Orang orang yang selama dua tahun menginjak injak harga diri Zahra semuanya menyesal telah merendah kan Zahra. Bahkan mereka mendatangi keluarga Zahra dan meminta Maaf karena telah menghina Zahra selama ini.


Semenjak Sisil mengakui kesalahan nya pada Umi Fatimah dia sering mendatangi rumah umi Fatimah dan belajar agama di sana Umi Fatimah dan Abah Adnan menganggap Sisil seperti anak mereka sendiri. Ken juga sama seperti Sisil yang belajar agama bersama keluarga Zahra.


Kehidupan Ken dan Sisil sangat bahagia, apa lagi saat ini Sisil hamil buah hati mereka yang ke dua kalinya.. kedua orang tua Sisil juga sudah tidak egois lagi seperti dulu. dia Benar benar menghabiskan waktunya menyayangi Sisil dan cucunya Daffa. Sisil juga sudah bisa berjalan lima tahun lalu karena terus di latih oleh suaminya yang sangat mencintai nya.


Semua sudah banyak berubah selama Zahra berada di Mesir hampir tujuh tahun. Ayuna juga bahagia bersama Dengan Bima.

__ADS_1


,,,,,,,


Beberapa bulan berlalu Zahra akhirnya melahirkan buah hati mereka yang ke dua kalinya.


Zahra sangat bahagia akhirnya dia bisa memiliki anak perempuan yang kembar sesuai yang dia inginkan.


Visual bayi kembar Zila Zalmara dan Zira Zalmira



Lima tahun berlalu dengan cepat Zila dan Zira sudah berusia Lima Tahun.


Visual Zila dan Zira yang berusia Lima Tahun.



Terdengar suara bising di rumah ustadz Sulaiman oleh kedua putri putri nya yang memperebutkan mainan. sedangkan Alzam sedang belajar. Alzam sudah berusia 12 tahun.


'' Zila, Zira.. kenapa kalian bising sekali sayang... kakak kalian sedang belajar '' Tegur ustadz Sulaiman menghampiri anak anaknya di ruang keluarga.


'"Siapa Suruh kakak Nggak belajar saja di kamarnya kan ada meja belajar nya" Jawab Zira yang paling bar bar.


Terdengar suara dari arah dapur." Ya.. Jawab Aja Kalau di bilangin Abi.. nanti Umma hukum Kalian." Teriak Zahra yang sering menghukum anak anaknya jika bandel. karena Ustadz Sulaiman sangat menyayangi anak anak dan sangat lemah lembut jadi anak anak nya lebih dekat dengan nya dari pada Umma nya yang mereka juluki 'Umma Ratu'


'' Tu, denger.. Umma Ratu udah bersuara'' Bisik Alzam pada Adik adiknya yang membuat Ustazd Sulaiman tertawa tapi tidak bersuara melihat anak anak nya yang takut sama Ummanya.


''Itu kan karena kak Alzam, kenapa tidak belajar di kamar aja sih'' Kesal Zira karena mendapat teguran dari Ummanya. sedangkan Zila Hanya terkikik melihat kekesalan sang adik.

__ADS_1


__ADS_2