Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
Chapter 16. Penjelasan yang sebenarnya


__ADS_3

Adry yang masih di ruang tamu itu pun menelfon Om Hendra.


“Halo om... om harus datang ke rumah saya sekarang juga”. Ucap Adry pada om Hendra.


“Ada apa nak, kenapa kamu kedengaran sangat marah ? Apa Rita melakukan suatu kesalahan”. Tanya om hendra ayahnya Rita.


“pokoknya om dan tante cepetan dateng ke sini dulu”. Seru Adry.


****


Adry pun menutup telfon itu dengan tidak sopan. Sementara Ayah dan ibunya berangkat menuju rumah kediaman keluarga Dexter untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Beberapa menit kemudian Ayah dan ibunya Rita pun tlah tiba di rumah keluarga Dexte, masuk dan melihat Adry tengah duduk di ruang tamu dengan muka yang sangat-sangat marah.


“Ada apa nak... kenapa kamu menyuruh kami untuk datang kemari”. Tanya tante Oliv.


“om... tante... seperti inikah perlakuan tante terhadap ponakan tante”. Tanya Adry tersenyum sinis.


“maksud kamu apa nak, Om ngga ngerti”. Tanya Om Hendra.


“Om lihat aja sendiri di kamar Adry”. Seru Adry.


****


Om hendra dan tante Oliv pun mengikuti instruksi dari Adry yang menyuruh mereka untuk ke kamarnya. Di kamar Adry mereka hanya melihat Pak Arran sedang bersandar di dinding dengan melipatkan tangannya di dadanya, sedang buk Riska sedang duduk di atas ranjang sambil menenangkan anaknya yang menagis tersedu-sedu yang mereka pikir itu adalah Rita.


Yaaa, Ana tidak menghadap pintu masuk sehingga ayah dan ibunya Rita tidak melihatnya.


“Rita sayang, apa yang terjadi nak..”. tanya ibunya yang belum melihat wajah Ana.


Tante Riska dan Ana baru menyadari ada tante Oliv di belakang mereka ketika tante Oliv menanyakan sesuatu. Sontak hal itu membuat tante Riska dan Oliv kaget dan memutarkan tubuh mereka untuk melihat tante Rita.


****


Betapa terkejutnya Om Hendra dan Tante Oliv melihat Ana bukanlah anaknya Rita.


“Ana... apa yang kamu lakukan disini. Lalu, kenapa kamu memakai baju pengantinnya Rita”. Tanya Om hendra.


Ana pun melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan pada Ayah dan ibunya Adry. Ana bersujud meminta maaf pada Om Hendra dan Tante Oliv.


“Ana... ada apa ini? kenapa kamu ada di sini? Dan dimana Rita?”. Tanya tante Oliv lagi.


“tante maafkanlah Ana,,,, yang sebenarnya menikah dengan Adry bukanlah Rita melainkan itu adalah Ana tante”. Jelas Ana sambil menangis.

__ADS_1


“Apa,,, ini tidak mungkin. Bagaimana itu bisa terjadi? Lalu di mana Rita?”. Tanya Tante Oliv sambil menggoyangkan tubuh Ana.


“tante,,, Ana menggantikan posisi Rita karna terpaksa tante. Sewaktu Ana dan Fitri merias wajah Rita, Doni datang menemui Rita tante. Kemudian Doni mengancam Rita untuk tidak menikahi Adry dan kalau Rita menikahinya Doni akan mengakhiri hidupnya tante. Saat Doni hendak menyayat nadinya tiba-tiba....


“Tiba-tiba apa Na”. tanya tante Oliv.


“Tiba-tiba Doni jatuh pingsan. Ternyata Doni di tembak bius oleh bodyguard. Kemudian.... kemudian bodyguard itu menjelaskan pada Rita kalau jika Doni tersadar dia bisa saja melakukan aksi bunuh diri itu lagi jika Rita melangsungkan pernikahan itu. Dan Rita...


“Rita kenapa Ana...”. tanya Om hendra.


“Rita memaksa Ana untuk menikahi Adry supaya tidak merusak reputasi keluarga Om dan Tante. Awalnya.... Awalnya Ana menolak ide dari Rita. Namun, apalah daya Ana tante. Rita mengancam Ana untuk menyayat nadinya jika Ana tidak menuruti permintaannya”. Jelas Ana sambil menangis kembali menceritakan semuanya.


"lalu,,, dimana Rita sekarang Na". tanya Tante Oliv.


"Ana tidak tahu tante, tapi yang pasti Rita pergi bersama Doni". jawab Ana.


Tiba-tiba mereka mendengar suara pecahan kaca di arah ruang tamu. Mereka yang ada di kamar pengantin Adry pun bergegas menuju ruang tamu untuk melihat apa yang terjadi. Betapa terkejutnya mereka melihat Adry yang sudah minum beberapa botol minuman.


“Adry apa yang kamu lakukan nak”. Seru tante Riska sambil mengambil botol minuman yang ada di tangan Adry.


“pak kenapa bapak tidak melarangnya”. Ucap tante Riska pada pak jejek Asisten rumah tangga mereka.


“maaf buk,,, saya sudah melarang dan menghalangi aden untuk tidak minum buk”. Jelas pak jejek.


“baik nyonya”. Jawab pak jejek.


Adry sudah mabuk.


“Adry apa yang kamu lakukan”. Tanya Ayahnya.


“eeeh Papa... Aku hanya merayakan hari pernikahanku sendiri. Hehehe”. Jawab Adry sedikit tertawa dan mencoba untuk berdiri.


Adry melihat Om hendra tante Oliv berdiri tidak jauh darinya dan mendekatinya.


“hai Ayah mertuaku dan hai ibu mertua...”. sapa Adry sambil tersenyum-senyum.


“uuppsss kalian bukanlah ayah dan ibu mertuaku, lalu siapa mertuaku sebenarnya?”. Tanya Adry.


Kemudian Adry melihat-lihat sekitar, tatapannya berhenti pada satu wajah yang sangat asing. Adry melihat Rita dan mendekatinya.


“Hai nona... siapa kamu? Kenapa kamu ada di sini?”. Tanya Adry yang sedang mabuk pada Ana.


Ana hanya terdiam dan menunduk saja.

__ADS_1


“Hey kenapa kamu hanya diam menunduk dan tidak menjawab pertanyaanku”. Ucap Adry sambil mengankat dagu Ana.


“oowh yaaa... betapa bodohnya aku. Aku sampai lupa kalau kau adalah istriku yang sah. Tapi anehnya aku tidak tahu nama istriku sendiri bahkan juga mertuaku”. Lirih Adry sinis.


“Ayolah istriku beri tahu aku siapa namamu dan siapa nama mertuaku”. Tanya Adry.


Ana hanya terdiam mengalirkan air mata yang sangat deras.


“cepat jawab pertanyaanku”. Ucap Adry dengan nada yang membentak keras.


“ADRY”. Ucap Om Arren ayahnya Adry.


“jangan membentaknya karna ia tidaklah bersalah”. Ucap Om Aren lagi.


“lalu... ini salah siapa Pah. Salah Adry iya”. Seru Adry.


“Baiklah kalau gitu biar aku saja yang mencari tahu sendiri siapa namamu sebenarnya”. Ucap Adry.


Adry pun pergi ke kamar pengantinnya dan mencari tas Ana dengan berjalan luntang-lantung karena mabuk. Ia membongkar tas Ana dengan mengeluarkan semua barang-barang yang ada di dalam.


Sehingga barang-barang itu berserakan di lantai. Adry pun menemukan dompet Ana dan mengambil KTP Ana. Adry pun kembali ke ruang tamu dan mendekati Ana lagi.


“oow.. jadi nama istriku adalah Natahsya Chintia Bella dan sekarang tlah menjadi Natahsya Chintia Bella Dexter. WOOWW ”. Ucap Adry.


“lalu... apa nama panggilanmu istriku”. Tanya Adry lagi.


Ana masih saja terdiam dan menangis.


“Ana kamu masuk saja ke kamar”. Perintah tante Riska pada Ana.


“OOOW... ternyata nama panggilan istriku adalah Ana”. Ucap Adry.


“Ana cepat pergi ke kamarmu”. Perintah tante Riska lagi.


Ana pun pergi menuju kamar Adry tapi,, langkahnya tertahan karena tangannya di genggam oleh Adry. Ana merintih kesakitan karena Adry menggenggam tangannya dengan sangat erat dan kasar. Om Hendra membantu Ana untuk melepaskan genggaman Adry.


Adry yang melihat Om Hendra membantu Ana marah dan ia pun melepaskan genggamannya terhadap Ana. Adry marah besar pada Om Hendra dan mendorong-dorong tubuh Om Hendra sampai keluar rumahnya.


Om Arren, tante Riska dan Tante Oliv mencoba untuk menghentikan cara Adry yang sudah sangat keterlaluan.


***Bersambung . . . .


B Y . B A E©***

__ADS_1


__ADS_2