
Beberapa hari kemudian setelah kejadian itu, Ana yang sebelumnya jatuh sakit akhirnya pun sembuh dan kembali melakukan aktivitas seperti biasanya.
Sewaktu Ana jatuh sakit, ia dirawat oleh ibu mertuanya. Adry yang menelpon ibunya memberi tahu kalau Ana sakit, ibunya pun datang berkunjung ke apartemen mereka dan lalu merawat Ana dengan penuh kasih sayang.
Hari ini, ibu mertua Ana pamit untuk pulang karena ibu mertuanya ingin menjemput ayah mertuanya di bandara yang pulang dari luar kota. Adry meminta maaf pada ibunya karna tidak bisa ikut menjemput Ayahnya (Om Arran), ibunya pun memaklumi anaknya yang sibuk mengurus bisnis keluarga mereka.
Tante Riska pun lagi-lagi berpesan pada Adry untuk menjaga Ana dengan baik dan penuh kasih sayang. Adry hanya berkata iya saja dengan sangat dingin. Tante Riska dan Ana pun saling berpelukan untuk berpisah lagi.
Tante Riska pun masuk ke dalam, ia membuka jendela mobil itu dan lalu melambaikan tangannya kearah Adry dan Ana. Ana sangat sedih dengan kepergian ibu mertuanya, ia masih merasa rindu terhadap Tante Riska.
Perlakuan Tante Riska pada Ana membuat Ana merasa bahwa Tante Riska adalah ibunya yang sudah tidak lagi mengganggapnya sebagai seorang anak.
“kenapa kamu”. Tanya Adry dengan nada yang masih dingin dengan Ana.
“ngga apa-apa Mas, hanya saja aku merasa sedih dengan kepergian Mama”. Ucap Ana.
“heh ngga usah cari muka deh kamu”. Ucap Adry sinis.
“oh ya, kamu harus masuk kerja hari ini. di restoran kondisinya sangat amburadul karna kekurangan karyawan”. Tambah Adry lagi.
Adry lalu pergi ke restorannya, sedangkan Ana masih mencerna kata-kata Adry yang sangat dingin padanya.
“Mas... sampai kapan kamu memperlakukan aku seperti ini, menyiksaku dengan perlakuanmu yang sangat dingin”. Gumam Ana.
Adry sama sekali tidak peduli dengan Ana yang baru saja pulih, karena sebenarnya ia tidak suka jika Ana merasa aman dan nyaman bersama dengannya. Adry inginkan Ana merasa sangat menderita hidup dengannya.
Ana pun berangkat ke restoran milik suaminya untuk bekerja dengan menggunakan taxi. Di perjalanan Ana menyuruh sopir taxi untuk berbelok ke kanan menuju rumahnya untuk melihat keadaan ibunya.
Ana hanya bisa melihat ibunya dari kejahuan karna ibunya masih saja sangat membencinya semenjak insiden pernikahan di waktu yang lalu.
__ADS_1
Dari dalam mobil, Ana melihat ibunya berada di taman depan rumah yang sedang menyiram bunga. Sarah pun terlihat juga keluar dari dalam rumah dengan menggunakan seragam sekolah hendak berpamitan untuk pergi sekolah.
Ana juga melihat ibunya melamun memikirkan sesuatu hal, yang pasti itu mungkin memikirkan Anaknya (Ana). Sampai-sampai Sarah memanggil dan meraih tangan ibunya Ana, ibunya tetap tidak menyadarinya. Sarah memanggil-manggil terus ibunya Ana untuk sadar.
“eeh Sarah!! Ada apa sayang?. tanya tante Eva (ibunya Ana) dengan sedikit terkejut tersadar dari lamunannya.
“Sarah dari tadi manggil-manggil tante, tapi tante diam aja. Sarah salam dan cium tangan tante, tante juga diam saja ngelamun!!!. Tante mikirin Kak Ana yah Tante?. Ucap dan tanya Sarah.
“Sarah... berapa kali Tante bilang sama kamu, jangan pernah lagi menyebut namanya dan mengganggap dia sebagai sepupu kamu!!! Karna dia bukanlah anak Tante lagi”. Ucap Tante Eva dengan sangat marah.
“baik tante, maaf. Sarah pamit berangkat ke sekloah dulu tante”. Ucap Sarah dan lalu pergi ke sekolahnya dengan menggunakan angkutan umum.
Ana yang menyaksikan perlakuan ibunya berubah terhadap sepupunya Sarah merasa sangat sedih. Entah sampai kapan situasi ini bisa kembali seperti dahulu.
****
Ibunya melihat kearah Ana, Ana pun menyuruh taksi itu untuk melanjutkan perjalanannya menuju restosan suaminya sebelum ibunya datang melihatnya. Sopir itu pun menuruti Ana dan melanjutkannya.
Popy yang mengambil kendala dalam menyetir mobil itu. Sedangkan Ana, ia berada di belakang dalam mobil untuk memeriksa pesanan itu kembali. Ana merasa sangat gerah berada di dalam mobil itu, ia merasa tubuhnya akan terjatuh pingsan. Namun, Ana mencoba untuk relax dan menahannya.
***
Matahari semakin meninggi dan waktu tlah menunjukkan jam dua belas tepat. Di kantor di dalam ruangannya, Adry sangat sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Sesekali iya menoleh kearah luar melihat para pelanggannya yang bisa dilihat dari ruangannya. Ia sangat senang melihat banyak pelanggan yang datang singgah ke Restorannya.
Di luar Restoran milik Adry, sepasang kekasih turun dari mobil mereka dan hendak masuk ke dalam Restoran itu. Sebelum mereka masuk, mereka sedikit berbincang-bincang terlebih dahulu.
“Honey, kata orang-orang makanan disini sangatlah lezat”. Ucap Pria itu.
“Ohh ya Honey. Hmmm dilihat dari desain restorannya sih iya kayaknya”. Balas wanita itu.
__ADS_1
“ya sudah ayo kita masuk Honey”. Seru pria itu lalu memeluk kekasihnya dengan sangat mesra.
Mereka pun masuk dan disambut hangat oleh karyawan Restoran itu. Adry melihat mereka berdua masuk ke Restorannya dengan sangat mesra. Adry merasa seperti mengenal wanita itu, ia pun memperjelas penglihatannya.
“Rita...”. ucap Adry yang ternyata wanita itu adalah Rita, mantan calon pengantinnya.
Hal itu spontan membuat Adry datang menghampiri mereka dan langsung menarik tangan Rita.
Rita sangat terkejut melihat kehadiran Adry ada di sini dan Rita sama sekali tidak mengetahui kalau Adry lah pemilik restoran itu. Adry pun membawa Rita keruangan yang sepi dengan di ikuti oleh Doni.
Doni hanya menunggu mereka di dekat pintu saja, ia tidak ingin mencampuri perbincangan mereka.
“Rita, sekarang kamu jujur sama aku!! Kenapa kamu meninggalkan aku dihari pernikahan kita? Tanya Adry yang sangat penasaran.
“Ini semua pasti ulahnya Ana kan?? Tanya Adry yang menyalahkan Ana. Adry selalu saja mengoceh dan selalu menyalahkan Ana dibalik semua ini. Hal itu membuat telinga Rita memanas mendengarnya.
“cukup... cukup... jangan salahkan Ana dengan semua ini, dia tidaklah bersalah. Dia hanya mengorbankan dirinya atas kesalahan kedua orang tua kita yang menjodohkan kita”. Ucap Rita.
“apa maksudmu”. Tanya Adry.
“aku tidaklah mencintaimu, aku sudah mempunyai kekasih sebelum kau datang dalam hidupku, dan karna kau orang tuaku tidak merestui hubunganku dengan kekasihku. Kau tau itu!! Ucap Rita marah.
“aku tak mengerti dengan semua ini”. ucap Adry.
Adry lalu pergi meninggalkan Rita dan juga Restorannya, ia menaiki mobilnya sendiri tanpa disopiri oleh sopir pribadinya. Adry melaju kecepatan mobil itu dengan sangat laju melewati kecepatan maksimal.
Adry merasa kecewa dan tak mengerti dengan semua yang telah terjadi padanya.
Bersambung....
__ADS_1
BY.BAE©
Like, Komen dan Vote-nya sangat diharapkan dari kalian wahai para Readers ku