
Pelukan yang semakin erat dan hangat dirasakan oleh mereka berdua. Adry yang merasa bahwa Ana menikmati pelukannya. Adry melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh istrinya untuk menghadap ke arahnya.
Adry mengangkat dagu istrinya yang menunduk untuk menatap kearahnya. Setelah ia mengangkat dagu istrinya, namun tetap saja Ana tak mau melihat kearahnya. Adry tersenyum manis melihat kelakuan istrinya yang mendapati pipi yang begitu merah tersipu malu karenanya.
Adry menundukkan kepalanya hendak ingin mencium bibir istrinya. Dengan cepat Ana langsung menghindari Adry.
“aku... aku ingin mandi Mas, gerah sekali rasanya,” ucap Ana gugup lalu mendorong tubuh suaminya untuk menjauh darinya.
Ana mempercepat langkahnya mengambil baju ganti dan juga handuknya, sebelum suaminya untuk menangkapnya dan bertindak lebih lanjut lagi. Adry hanya tersenyum melihat kelakuan istrinya yang terlihat sangat gugup ketika mendekatinya.
“apa yang dilakukan Mas Adry di sini,” ucap Ana merasa tidak nyaman dengan kehadiran suaminya yang tidak terduga.
Adry merasa Ana terlalu lama berada didalam kamar mandi itu. Adry pun mendekat dan mengetuk pintu kamar mandi itu. Ana teringat dan baru tersadar jika ia belum mengunci pintu kamar mandi itu.
Adry memegang gagang pintu itu dan tak sengaja mendorongnya. Ana yang melihat suaminya hendak membuka pintu kamar mandi itu mencoba untuk menghentikannya. Ana berlari menutup pintu itu kembali sebelum suaminya melihatnya.
duubraakkk
pintu tertutup kembali dan langsung dikunci oleh Ana, Adry terkejut dibuatnya.
“aduh...” ucap Ana merintih kesakitan.
Sewaktu Ana hendak menutup pintu kamar mandi itu, ternyata Ana terpeleset jatuh kearah pintu. Itu sebabnya suara pintu itu terdengar sangat keras tertutup.
“kamu kenapa,” tanya Adry khawatir.
“aku nggak apa-apa Mas,” lirih Ana.
“yakin kamu, coba aku lihat! tolong buka pintunya!” pinta Adry.
Ana tak kunjung membuka pintunya karena ia belum dalam keadaan siap. Adry selalu saja memanggilnya untuk membukakan pintunya. Ana mencoba untuk menguatkan dirinya memakai pakaiannya sebelum ia membuka pintunya.
Adry yang sangat khawatir berkata akan mendobrak pintu kamar mandi itu jika Ana tak juga membukakan pintunya. Sebelum Adry mendobrak pintu itu Ana pun langsung membukakan pintu yang dikunci olehnya. Ana yang sudah berpakaian lengkap terduduk dilantai.
“Apa yang terjadi padamu?” tanya Adry melihat istrinya terduduk dilantai.
“Aku terpeleset Mas, dan sepertinya kakiku terkilir,” ucap Ana.
Adry lalu mengangkat tubuh istrinya keluar dari kamar mandi itu lalu menurunkannya diatas tempat tidur.
__ADS_1
“luruskan kakimu,” pinta Adry.
Ana lalu meluruskan kakinya. Adry mencoba untuk memijat kaki istrinya yang terkilir.
“Mas jangan lakukan itu, bisa tambah sakit jika Mas tidak tahu letak urat yang sakit,” ucap Ana menahan tangan suaminya yang mencoba untuk memijat kakinya.
“jangan menahanku, aku bisa melakukan hal ini,” ucap Adry.
Ana dengan pasrah membiarkan suaminya memijati kakinya yang terkilir. Adry memijat kaki istrinya dengan sangat lembut. Sedikit pun Ana tak berteriak kesakitan seperti yang sebelum-sebelumnya, ia selalu saja berteriak di setiap kali sentuhan pijatan dari si tukang pijat urut.
“apakah kamu sudah merasa baikan,” tanya Adry.
Ana hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Adry tersenyum karena ia berhasil karena telah belajar cara memijat yang baik dan benar secara otodidak semenjak Ana pergi meninggalkannya. Adry mempelajari hal itu karena untuk mengobati istrinya yang sakit.
kemudian Adry meminta Ana untuk menggerakkan dan juga berjalan. Ana pun berjalan, ia merasa rasa sakitnya berkurang. Ana kembali berjalan kearah Adry, tak sengaja ia hampir terjatuh dan dengan sigap suaminya berhasil menangkapnya.
Adry menangkap tubuh istrinya yang terjatuh dan lalu memeluknya. Keharmonisan mereka dengan berpelukan terganggu dengan berderingnya Handphone Adry. Sopir pribadinya yang ternyata menghubunginya. Adry pun mengangkat telepon itu.
“halo bos, saya sekarang ada di depan bos.” ucap si Sopir pribadinya.
“baiklah, tunggu sebentar beberapa menit lagi saya akan keluar,” ucap Adry.
“aku ingin mengajakmu keluar,” jawab Adry.
“tapi Mas, keadaanku sedang tidak tepat untuk....” ucap Ana terpotong.
“sssttt... tidak ada alasan untuk itu. Aku sangat kuat untuk memapahmu,” seru Adry.
Dengan pergerakan yang sangat cepat, Adry langsung mengangkat tubuh istrinya. Ana meminta untuk diturunkan karena kakinya sudah tidak sakit lagi.
“bisa gitu yah mendadak kakimu bisa langsung sembuh, aku tidak akan menurunkanmu karena aku tahu kakimu pasti masih sangat sakit.” ujar Adry sambil tersenyum.
Ana mencoba untuk berpikir mencari alasan lain.
“Mas, masa aku keluar pake baju piyama.” ucap Ana beralasan.
“itu gampang, bisa diatur. kamu mau beralasan apalagi hhmm?” seru Adry.
Ana hanya diam menunduk malu terhadap suaminya. Mereka telah masuk kedalam mobil dan lalu pergi meninggalkan rumah.
__ADS_1
“Mas, nanti ibu akan mencariku jika aku tak ada di rumah,” seru Ana melontarkan alasan yang baru terpikir olehnya.
“gampang, tinggal menghubungi Mama ataupun Sarah saja kalau aku datang membawamu pergi,” ucap Adry santai.
“tapi, handphoneku dan handphone Mas tinggal di kamar. Ayo Mas putar balik mobilnya, kita pulang saja ke rumah,” ucap Ana.
“ingin ikut denganku atau.....” tanya Adry sambil mendekati wajah istrinya ingin menciumnya jika jawabannya tidak disetujui.
“baiklah, baiklah aku diam dan aku ikut.” ucap Ana.
Adry masih belum menjauhkan wajahnya dari hadapan istrinya. Tiba-tiba Sopir pribadinya ngerem mendadak dan hal itu membuat bibir Adry mendarat ke bibir istrinya.
“Maaf bos, ada kucing didepan bos.” ucap Sopir pribadinya.
“gapapa pak, sering-sering aja seperti itu supaya saya dapat kesempatan pak,” ucap Adry nyengir tersenyum.
Ana semakin malu menutupi wajahnya. Sopir pribadi itu tak mengerti dengan ucapan Adry meski berkali-kali ia mencoba untuk mencernanya.
“kenapa kamu menutupi wajahmu seperti itu, turunlah kita sudah sampai di butik. Pilihlah baju mana yang kamu inginkan,” ucap Adry.
Ana lalu membuka pintu mobil itu dan langsung masuk ke dalam untuk memilih bajunya. Ana bingung memilih baju yang mana. Adry yang bosan menunggu Ana yang tak kunjung memilih bahkan mencoba baju yang ada di butik itu pun mengambil salah satu gaun yang terlihat sangat cantik dan simpel.
“ini,kamu pakai yang ini saja,” ucap Adry memberikan gaun pilihannya itu untuk dipakai oleh istrinya.
Ana pun pergi menukarkan bajunya. Adry juga mengambil baju untuk dipakainya. Baju yang dipilih oleh Adry memang benar-benar pas dan sangat cocok untuk Ana.
Adry melihat istrinya terlihat anggun dan cantik dengan pakaian yang dipilih olehnya. Adry yang juga mengganti pakaiannya membuat Ana bergumam kagum di dalam hatinya yang melihat suaminya seperti seorang pengeran.
Bersambung...
Author sangat mengharapkan like, komen dan Votenya dari kalian wahai para readers yang baik.
Salam Hangat~
BY.BAE©
Pemeran Adry dan Ana
__ADS_1