
Ana memberi kode pada Fitri untuk mendekatinya. Fitri yang melihat kode dari Ana mengerti dan ia pun mendekati Ana.
“Fit ajak gue ke kamarnya Rita dong, rasanya gua mau pingsan di sini”. Bisik Ana pada Fitri.
“Okay... sebentar ya Na”. Ucap Fitri.
“eee... kak Adry, aku izin bawa istri kakak ya ke kamar katanya dia mau ke kamar mandi”. Seru Fitri yang canggung memanggil Adry kakak.
“ooh iya silahkan. Tapi jaga istriku dengan baik ya”. Ucap Adry bercanda sambil memegang kedua bahu istrinya.
Fitri hanya terkekeh mendengar ucapan Adry. Fitri pun pergi menuntun Ana untuk ke kamar Rita.
Sampai di kamar Rita, Fitri langsung mengunci pintu kamar Rita. Ana pun merasa sedikit leluasa bernafas.
“Na,,, Loh yang kuat ya”. Seru Fitri sambil menggenggam tangan Ana.
Ana hanya merespon dengan menggangguk-anggukkan kepada dan dengan air mata yang slalu saja menetes membatasi pipinya.
“Nyokap gue gimana fit ? Apakah dia menanyakan tentang gue? Tanya Ana.
“iya Na,, awal ijab qobul mau dimulai, nyokap lo nanyain lo terus. Yaaa, gue beralasan deh kalo lo lagi mules di toilet. Trus pas lo selesai akad nyokap Lo ada panggilan pekerjaan penting. Dan nyokap Lo pamit sama gue dan minta nyampein ke elo kalau ia pulang duluan karna ada pekerjaan penting yang mendadak”. Jelas Fitri panjang lebar.
****
Lagi-lagi terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Rita.
Tokk... tokk... tok...
“Rita kalian ada di dalam nak, ayo cepat keluar sayang. kamu akan berangkat ke rumah suamimu sayang”. ucap tante oliv yang berada di luar kamar Rita.
“Oke tante sebentar, kita akan keluar”. ucap Fitri.
“Na,,, gue sedih banget ngelihat keadaan Lo kayak gini. Di saat-saat situasi Lo seperti ini gue ngga bisa nemenin Lo Na, Maafin gue ya Na”. Ucap Fitri pada Ana yang akan pergi meninggalkan Ana untuk terbang ke India setelah Ana pergi ke rumah Adry.
****
Ana hanya menangis mendengar ucapan Fitri yang sangat menyakitkan hatinya karna sahabatnya itu akan pergi jauh san tak tahu kapan mereka akan bertemu lagi.
Mereka berdua pun berpelukan untuk terakhir kalinya sebelum mereka berpisah. Lalu mereka pun keluar dari kamar Rita menuju teras. Di sana mereka sudah di tunggu oleh semua orang.
Adry pun datang dan menuntun Ana untuk masuk ke dalam mobil pengantin yang luarnya tlah di hias dengan bunga pita plastik. Setelah semua masuk Ana pun melambaikan tangannya ke semua orang yang melihat kepergiannya.
__ADS_1
Di mobil itu hanya ada Ana, Adry dan pak sopir. Sementara orang tua Adry menaiki mobil yang lain. Di sepanjang perjalanan Adry selalu saja mengoceh bertanya-tanya.
Sedangkan Ana hanya bisa menjawab dengan menganggukkan kepala, ia tidak berani untuk meniru suara Rita.
Sesampainya di rumah Adry, Ayah dan ibunya sudah sampai terlebih dahulu. Ibunya pun menyambut istri Adry dengan penuh kasih sayang.
“Selamat datang di keluarga Dexter menantuku”. Ucap ibunya Adry.
Kemudian ibunya Adry untuk menuntun istrinya ke kamarnya.
“Nak,,, bawalah istrimu ke kamar. Ia pasti sangat lelah sekali”. Ucap ibunya lagi.
****
Adry pun membawa dan menuntun istrinya untuk masuk ke kamar pengantin yang sudah di hias dengan sangat rapi. Tempat tidur yang di taburi dengan bunga mawar serta lilin pewangi ruangan juga ada di sekeliling kamar itu.
Ana yang melihat sebuah sofa yang ada di kamar Adry, ia pun duduk di sofa itu.
“Sayang aku mau mandi dulu ya,, gerahhhh”. Seru Adry.
“kamu mau mandi bareng ngga”. Ucap Adry menggoda Ana sambil terkekeh.
Adry pun pergi mandi. Setelah Adry selesai mandi, ia masih saja melihat istrinya duduk di sofa.
“sayang kamu ngga mau mandi”. Tanya Adry.
Ana masih saja melakukan hal yang sama, menjawab pertanyaan Adry dengan mengelengkan kepalanya.
“oke.... ya sudah kalau gitu, kamu pasti capek banget”. Ucap Adry sambil mendekati istrinya yang duduk di sofa.
Jantung Ana berdegup sangat kencang, ia ketakutan dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Adry pun mengambil tangan Ana dan menuntunnya untuk naik ke atas ranjang. Ana hanya duduk di pinggir ranjang itu.
Tanpa bertanya terlebih dahulu pada istrinya, Adry pun membuka selendang yang menutupi wajah cantik istrinya.
Selendangnya pun sudah di buka oleh Adry, tetapi ia masih saja tidak melihat wajah istrinya dengan jelas karena Ana menundukkan wajahnya. Adry hanya tersenyum melihat tingkah laku istrinya yang malu-malu padanya.
Adry pun memegang dagu istrinya dan mengangkatnya. Adry melompat jatuh terkejut ke lantai ketika ia lihat istrinya bukanlah Rita.
“Siapa kamu? di mana istriku Rita?”. Tanya Adry dengan wajah yang sangat marah ketika melihat Ana bukanlah Rita.
“Maaf...”. ucap Ana kata pertama yang keluar dari mulutnya sambil menangis.
__ADS_1
“jawab pertanyaanku, siapa kamu”. Tanya Adry untuk kedua kalinya dengan nada yang lebih marah lagi.
Sebenarnya Adry dan Ana memang tidak pernah bertemu tatap muka secara langsung. Pernah mereka di dalam suatu ruangan di restoran pada saat Adry melamar Rita, Akan tetapi Adry tidak melihat Ana pada saat itu. Itu sebabnya Adry bertanya pada Ana siapa dia sebenarnya.
“Aaakkuu...”. ucap Ana masih sangat gugup.
“cepat jelaskan”. Bentak Adry dengan suara yang sangat keras yang membuat Ana terkejut ketakutan.
“Maafkan aku Adry... sebenarnya yang menikah denganmu bukanlah Rita melainkan diriku”. Jelas Ana dengan suara yang gemetar.
“ngga, ini ngga mungkin. Bagaimana bisa? Tanya Adry lagi.
Ketika Ana hendak melanjutkan penjelasannya, Adry malah keluar dari kamar itu.
Adry keluar kamar menuju ruang tamu memanggil-manggil orang tuanya.
“Maaa.... paaa...”. teriak Adry dengan sangat keras.
“Hal itu membuat Ayah dan ibunya segera menghampiri Adry.
“Ada apa nak,,, kenapa kau berteriak-teriak seperti itu”. Tanya ibunya sambil menenangkan anaknya itu.
“Maa... Paaa.. lihatlah,, lihat siapa yang ada di kamar Adry”. Ucap Adry.
Ayah dan ibunya Adry yang penasaran itu pun bergegas masuk kekamar Adry untuk melihat apa yang membuat anaknya sampai marah seperti itu.
Betapa terkejutnya mereka melihat Ana.
“Ana...”. seru Ayahnya Adry.
“Om... tante...”. lirih Ana yang melihat orang tua Adry yang berada di depan pintu.
Ana pun mendekati orang tua Adry dan bersujud di depan orang tua Adry.
“Om... tante... maafkan saya om... saya terpaksa melakukan ini semua”. Ucap Ana yang belum menjelaskan semuanya.
Tante Riska (ibunya Adry) pun memegang bahu Ana untuk menolongnya berdiri.
***Bersambung . . . .
B Y . B A E©***
__ADS_1