
Sementara Ana yang berada di luar samping mobil itu menyaksikan Adry yang begitu lembut pada anak kecil itu terharu. Ana yang melihat Adry hendak menuju kearahnya pun segera masuk ke dalam mobil.
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju acara peresmian itu.
Hening...
"aduh aku ngga pake make up". ucap Ana secara tiba-tiba yang membuat Adry kaget.
"Apalagi sih.. ngagetin aja". ucap Adry marah dan kesal.
"ngga usah pake make up, lama-lamain aja". lirih Adry lagi.
"sebenarnya aku sih gapapa ngga pake make up, soalnya aku itu ngga suka make up. tapi ntar.. mama...". ucap Ana terpotong.
"ssttt, bisa diem ngga? ngga konsen nih jadinya gue nyetir". ucap Adry dengan nada membentak.
Ana terdiam mendengar suara Adry dengan nada membentak, tanpa di sengaja ia meneteskan air mata. Namun, Adry tak tahu akan hal itu, jika ia tahu pun Adry mungkin tidak peduli dan tidak akan menenangkannya.
Akhirnya mereka pun sampai di acara peresmian itu, banyak sekali tamu-tamu konglomerat yang berdatangan.
Disana ayah dan ibu mertua Ana sudah stand by di restoran yang hendak di resmikan itu. Ana tersenyum manis ketika melihat keberadaan ibu mertuanya, ia pun memeluk dan cepika-cepiki dengan ibu mertuanya.
“apa kabar sayang”. ucap ibu mertuanya.
“Ana baik mah”. Ucap Ana sambil tersenyum.
“syukurlah kalau begitu... tapi Ana, kenapa kamu ngga pake make up sayang ?. tanya ibu mertuanya.
“itu mah... ee... tadi..”. ucap Ana gugup terpotong.
Adry mencolek Ana untuk tidak menceritakan yang sebenarnya terjadi.
“eee... sebenarnya Ana ngga suka make up mah. Hehe”. Jawab Ana.
"oowh gitu.. tapi iya gapapa. Ana tetap cantik kok walaupun ngga pake make up”. Seru ibu mertuanya.
Adry yang mendengar ucapan ibunya merasa mual dengan mengatakan Ana cantik. Dalam pikiran Adry, ntah apa yang sudah merasuki pikiran ibunya.
Adry masih saja memandang kecantikan Ana sebelah mata. Adry tidak menyadari bahwa banyak yang memandangi Ana dengan tatapan genit melihat kecantikan Ana.
“ooh ya sanyang, baju kamu bagus banget”. Seru ibu mertuanya.
__ADS_1
“hehe iya tante, ini Mas Adry yang beli tanpa menanyakan Ana cocok atau tidaknya. Ternyata, yang di pilih Mas Adry sangat cocok untuk Ana”. Ucap Ana dengan pipi yang mulai memerah.
Adry yang mendengar Ana pertama kalinya memanggil iya dengan sebutan Mas merasa jij!k mendengarnya. Ia benar-benar sangat membenci Ana.
“tunggu pembalasanku nanti di rumah”. Gumam Adry dalam hati tersenyum sinis.
“kamu kenapa senyum-senyum sayang”. tanya ibunya.
“ooh ngga mah, gapapa. Hehe”. Ucap Ady.
“ooh gitu yakin kamu sayang”. tanya ibunya lagi.
“iya mamaku sayang”. ucap Adry.
“hhhmmm oke deh...
“mama sangat berterima kasih sekali karna kamu sudah menjaga dan memberikan yang terbaik untuk menantu mama”. Ucap ibunya.
Acara peresmian pun di mulai ketika terdengar suara MC membuka acara tersebut dengan menyampaikan kata sambutan.
"para undangan dan hadirin yang kami muliakan, selamat datang dan kami ucapkan terima kasih karena telah menyempatkan waktu untuk datang ke acara peresmian dan acara pembukaan Restoran ini. Okay, tanpa memperpanjang kata sambutan, mari kita sambut Owner Restoran ini, Adry Dexter. Beri tepuk tangan yang meriah!!" ucap MC itu dengan semangat yang membara.
MC tersebut pun mempersilahkan Adry untuk naik ke vorum, dan semua orang bertepuk tangan. 👏👏👏
Hanya itu saja yang di sampaikan oleh Adry. kemudian ia mengembalikan mic pada MC. Acara selanjutnya, Adry dipersilahkan oleh MC untuk menggunting pita peresmian Restorannya.
Adry pun menarik tangan ibunya yang sangat ia sayangi, ibunya malah menahan tarikan Adry dan memberikan kode untuk mengajak Ana saja.
Ana yang mengerti maksud ibu mertuanya pun memberi kode juga supaya ibu mertuanya saja yang mendampingi Adry. Ibunya pun menuruti Ana dengan sangat terpaksa.
Pita peresmian pun digunting oleh Adry dan ibunya, semua orang pun bertepuk tangan. Kemudian Adry mempersilahkan para tamu undangan untuk menyantap makanan yang telah di sediakan.
Tak jauh dari tempat Adry berdiri mempersilahkan para tamu untuk menyantap makanan, Adry melihat ayah dan ibu Rita yang di sambut oleh Ayahnya (Om Arran Dexter). Adry pun melangkah mendekati dan memberi salam dengan sopan Om dan tantenya.
“apa kabar Om.. Tante..”. tanya Adry.
“kabar Om dan Tanti baik-baik saja nak. Maaf ya, Om dan tante datangnya terlambat”. Jawab tante Oliv.
“gapapa tante, yang penting Om dan Tante sudah mau datang Adry udah merasa bersyukur”. Ucap Adry sopan
“mari Om... Tante”. seru Adry menuntuk Om Hendra dan Tante Oliv.
__ADS_1
Adry mempersilahkan Om Hendra dan Tante Olive untuk duduk dan menyantap hidangan yang telah di sediakan di meja tersebut.
“Terima kasih Nak”. Ucap Om Hendra sambil menepuk bahu Adry dengan kasih sayang.
“sama-sama Om...
“Ohh ya Om.. Tante.. Adry tinggal dulu yaa sebentar, soalnya Adry mau nyambut para tamu yang lain”. Lirih Adry.
“Ohh iya gapapa Nak”. Ucap tante Oliv sambil tersenyum.
Adry pun pergi menghampiri para tamu-tamu, sementara di sudut terlihat Ana dan ibu mertuanya mengobrol dengan para tamu undangan. Ibu mertuanya pun melihat kehadiran ayah dan ibunya Rita. Kemudian ibu mertuanya mengajak Ana untuk menghampiri ayah dan ibu Rita.
Namun, Ana menolak. Ana menolak bukan karna ia tidak ingin bertemu dengan keluarga Rita, melainkan ia hanya merasa kebelet untuk ke toilet.
Ibu mertuanya pun menyuruhnya untuk segera bergabung setelah Ana tlah selesai dari toilet. Ana pun mengiyakan ibu mertuanya dan lalu pergi.
Tante Riska pun berjalan menuju meja Tante Oliv dan lalu menyapa, memeluk dan cepika-cepiki dengan Tante Oliv.
"apa kabar jeng". ucap Tante Riska.
"kabar saya baik jeng. hehe". ucap Tante Oliv sambil terkekeh.
"syukurlah kalau begitu jeng, ayo jeng di makan hidangannya". ucap Tante Riska.
"iya jeng".
"selamat ya jeng atas peresmian usaha restoran baru". seru Tante Oliv sambil menjabatkan tangannya pada Tante Riska.
"aah iya.. terima kasih jeng". lirih Tante Riska tersenyum.
"ayo jeng silahkan, disantap hidangannya". ucap Tante Riska lagi.
Semua orang termasuk keluarga Om Arran dan Om Hendra pun menyantap hidangan dengan khidmat. setelah selesai menyantap makanan itu, mereka pun mengobrol seputaran tentang bisnis-bisnis.
"oh ya jeng, maaf.. ngomong-ngomong gimana kabar ponakan saya, Rita ?". tanya Tante Riska memberanikan diri untuk menanyakan soal keadaan Rita.
"Ohh Rita..". lirih Tante Oliv.
Ayah dan ibunya Rita pun menjelaskan semua tentang kabar Rita anak mereka.
Bersambung...
__ADS_1
BY.BAE©